Penggunaan tisu magic dipercaya dapat mempertahankan ereksi lebih lama pada pria
Tisu magic mengandung bahan-bahan kimia yang dapat membuat penis menjadi kebas atau mati rasa

Ketika menyebut tisu magic atau magic tissue, tentu identik dengan urusan keperkasaan pria. Memang, produk ini lazim digunakan untuk meningkatkan kemampuan seksual pria. Meski demikian, ada bahaya tisu magic yang perlu diwaspadai.

Di dalam tisu magic, ada kandungan zat kimia seperti benzocaine dan lidocaine yang biasanya digunakan untuk obat bius saat operasi. Ketika terkena zat ini, area tubuh seperti penis akan mati rasa sehingga ereksi bertahan lebih lama.

Bisa jadi dalam jangka pendek hal ini dinilai tak menimbulkan efek samping apa-apa. Namun untuk jangka panjang, zat kimia ini dapat merusak pembuluh darah hingga mematikan sperma.

Bahaya tisu magic

Di Indonesia, penggunaan tisu magic pun bukan hal baru. Dijual bebas, siapapun bisa membeli dan menggunakannya.

Bahkan di awal Juli 2019, jagat maya dihebohkan dengan pemberitaan tentang jemaah calon haji embarkasi Surabaya yang kedapatan membawa tisu magic ke tanah suci.

Meski demikian, bukan berarti tisu magic tak memberikan efek samping sama sekali. Ada beberapa bahaya tisu magic yang menghantui para penggunanya, terutama yang memakainya dengan frekuensi sering.

Beberapa bahaya tisu magic di antaranya:

  • Merusak pembuluh darah

Pembuluh darah di penis akan merespon terhadap segala rangsangan. Namun ketika zat kimia dalam tisu magic mengintervensi mekanisme ini, pembuluh darah bisa menjadi lamban merespons rangsangan hingga akhirnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

  • Iritasi kulit

Kandungan alkohol dan zat kimia lain dalam tisu magic dapat menimbulkan iritasi pada kulit penis. Terlebih, iritasi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman karena ruam, gatal, hingga nyeri.

  • Gangguan regenerasi sel

Seharusnya, sel kulit bisa melakukan regenerasi secara alami. Meski demikian, penggunaan tisu magic yang terlalu sering dapat mengganggu proses regenerasi ini.

  • Berkurangnya sensitivitas

Menggunakan tisu magic tentu awalnya dimaksudkan untuk meningkatkan gairah seksual dan performa pria saat berhubungan seksual. Namun sifat tisu magic yang dapat membuat penis terasa kebas justru berisiko mengurangi sensitivitas organ intim.

  • Gairah seksual turun drastis

Bukan tidak mungkin, bahaya tisu magic justru kontradiktif dengan apa yang dijanjikan sebagai fungsinya. Proses berhubungan seksual yang tidak alami ini bisa saja membuat penis tidak bisa ‘bertugas’ sebagaimana mestinya. Akibatnya, gairah seksual bisa turun drastis dan berpengaruh terhadap hubungan dengan pasangan.

  • Kehilangan kepercayaan diri

Bukan hanya bahaya tisu magic secara fisik saja, ternyata ada juga dampak negatifnya bagi psikologis pria. Hal yang paling ditakutkan adalah ketika kepercayaan diri semakin luntur dan merasa stres dengan keharusan ‘tampil’ maksimal saat berhubungan seksual.

Mengulik fungsi tisu magic

Tisu magic sangat mudah diperoleh dan bisa dibeli di manapun. Biasanya, swalayan meletakkan kotak tisu magic ini berdekatan dengan kondom. Benarkah sesuai klaimnya, tisu ini benar-benar ajaib?

Di benak banyak orang, tentu sudah jelas bahwa tisu magic ini berguna untuk membuat ereksi penis pria jadi lebih tahan lama. Dengan demikian, dapat membuat pengalaman selama berhubungan intim jadi lebih berkesan.

Tisu magic adalah tisu sekali pakai yang digunakan dengan cara mengoleskannya pada organ seksual pria yaitu penis. Setelah dioleskan, instruksi di kemasan tisu magic biasanya meminta penggunanya untuk mendiamkan selama 3 hingga 5 menit.

Umumnya, kandungan tisu magic adalah zat-zat kimia seperti alkohol, benzalkonium chloride, triclosan, cocamidopropyl betaine, PEG-78, glyceryl cocoate, dan bahan-bahan lainnya. Tentunya, tiap tisu magic bisa berbeda kandungannya.

Ketika tisu magic dioleskan ke penis seorang pria, akan ada reaksi kebas atau mati rasa. Dengan demikian, rangsangan saat penetrasi yang menyebabkan ejakulasi bisa ‘ditunda’ sedikit lebih lama.

Komunikasi jadi kunci

Menggunakan alat perangsang atau zat kimia seperti tisu magic bukan satu-satunya solusi untuk hubungan intim yang lebih nikmat. Ketika sudah bergantung pada alat bantu seperti tisu magic, bisa jadi kenikmatan sebenarnya saat berhubungan seksual justru terdistraksi dengan hal lain.

Apapun kondisinya, komunikasi dengan pasangan tetaplah hal terbaik yang bisa dilakukan ketika sudah menyinggung ranah seksual. Jangan ragu menyampaikan apa yang dirasakan sehingga bisa sama-sama menemukan titik tengah.

Semakin terbuka komunikasi dengan pasangan, akan semakin baik pula kualitas hubungan seksualnya. Ketimbang mendekati risiko bahaya tisu magic, ada baiknya membuat hubungan tetap magic dengan saling terbuka.

Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/penis-irritation 
Diakses 16 Juli 2019

The Star. https://www.thestar.com.my/news/in-other-media/2015/06/17/health-warning-to-men-over-sexual-aid-magic-tissue/
Diakses 16 Juli 2019

Vice. https://www.vice.com/en_asia/article/vvgp4j/i-tried-tisu-mejik-and
Diakses 16 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed