logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Waspada, Keracunan Karbon Monoksida Bisa Menyebabkan Kematian

open-summary

Keracunan karbon monoksida tak boleh Anda sepelekan. Saat seseorang menghirup gas CO terlalu banyak, dampaknya bisa membahayakan kesehatan, hingga memicu kematian.


close-summary

13 Des 2019

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Keracunan karbon monoksida yang menyebabkan kematian

Knalpot bisa menjadi sumber karbon monoksida

Table of Content

  • Mengapa keracunan karbon monoksida berbahaya?
  • Gejala keracunan karbon monoksida
  • Penyebab keracunan karbon monoksida?
  • Bagaimana cara mencegah keracunan karbon monoksida?

Karbon monoksida adalah zat berbahaya yang ada di sekitar kita. Tiap hari kita bisa terpapar gas tersebut lewat asap kendaraan bermotor. Jika terhirup terlalu banyak, gas ini dapat menyebabkan kematian.

Advertisement

Mengapa keracunan karbon monoksida berbahaya?

Karbon monoksida atau gas CO adalah gas yang tercipta dari hasil pembakaran bensin, kayu, batu bara, arang, dan berbagai jenis bahan bakar lainnya. Gas karbon monoksida juga tidak memiliki warna, rasa, dan bau sehingga sulit sekali dideteksi.

Saat seseorang menghirup karbon monoksida terlalu banyak, sel darah merah dalam tubuh yang awalnya mengikat oksigen berganti menjadi mengikat karbon monoksida CO.

Ketika jumlah karbon monoksida dalam darah sudah cukup banyak hal ini akan merusak jaringan dalam tubuh yang kekurangan oksigen dari darah merah. Akibatnya seseorang bisa mengalami kejang bahkan hingga kematian.

Perlu diketahui, menghidupkan mesin dalam garasi tertutup adalah berbahaya, karena disana ada gas berbahaya hasil pembakaran bensin yang tidak sempurna.

Baca Juga

  • Pectus Excavatum, Kondisi "Tenggelamnya" Tulang Dada ke Dalam Tubuh
  • Menolak untuk Vaksinasi Covid-19? Siap-Siap Kena Denda!
  • Kenali Gejala-Gejala Hipermetropi dan Penyebabnya

Gejala keracunan karbon monoksida

Dengan mengetahui gejala-gejala keracunan karbon monoksida, Anda bisa mencegah mengalami komplikasi dari keracunan karbon monoksida yang serius. Meskipun ciri-cirinya tidak terlalu terlihat, tetapi terdapat beberapa gejala dari keracunan karbon monoksida yang bisa terjadi:

  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Muntah atau mual.
  • Kebingungan.
  • Merasa lemas.
  • Sakit perut.
  • Merasa tidak enak badan.
  • Penglihatan yang kabur.
  • Sesak napas.
  • Kehilangan kesadaran.

Terkadang gejala dari keracunan gas CO dapat serupa dengan keracunan makanan atau flu. Namun, bila Anda mengalami keracunan karbon monoksida, Anda tidak akan mengalami demam atau kenaikan suhu tubuh.

Tanda-tanda dari keracunan karbon monoksida cenderung bertambah parah secara perlahan yang membuatnya kadang kali terlambat disadari. Umumnya, dibutuhkan waktu kurang lebih dua jam untuk mengalami keracunan karbon monoksida yang parah.

Keracunan karbon monoksida yang parah mampu mengganggu pemikiran, konsentrasi, dan emosi. Oleh karenanya, penderita karbon monoksida kadang kala juga tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami keracunan karbon monoksida.

Penyebab keracunan karbon monoksida?

Keracunan karbon monoksida dapat ketika Anda menghirup asap yang diproduksi dari pembakaran mesin ataupun saat memanggang di tempat yang tertutup. Menghirup asap saat kebakaran juga berpotensi menimbulkan keracunan karbon monoksida.

Umumnya, karbon monoksida timbul karena pembakaran minyak, arang, gas, dan kayu yang tidak sempurna. Salah satu keracunan gas CO yang biasanya sering didengar adalah karena asap atau gas mesin mobil yang mengumpul dalam mobil yang tertutup.

Namun, tidak hanya asap atau gas dari mesin mobil, keracunan juga bisa terjadi di rumah melalui mesin-mesin, seperti penghangat ruangan, pemanas air, kompor, dan sebagainya.

Keracunan gas CO yang umum terjadi di rumah adalah karena peralatan di rumah yang tidak dipasang dengan benar, tidak adanya ventilasi udara, dan ventilasi udara di rumah atau alat yang tidak dijaga dengan benar.

Bagaimana cara mencegah keracunan karbon monoksida?

Tentunya akan lebih baik untuk mencegah daripada mengobati karbon monoksida. Anda dapat mencegah keracunan karbon monoksida dengan menerapkan tips-tips berikut ini:

1. Buka garasi mobil atau motor

Bila Anda memiliki mobil atau motor dan memasukkannya ke dalam garasi rumah, jangan menyalakan mesin mobil atau motor dengan pintu garasi yang tertutup dalam jangka waktu yang lama. Sebaiknya Anda menyalakan mobil atau motor dalam jangka waktu yang lama di luar rumah.

2. Memasang detektor karbon monoksida

Akan lebih baik jika Anda memasang detektor karbon monoksida di rumah, terutama di koridor atau kamar tidur. Jangan lupa untuk mengecek dan mengganti baterai dari detektor karbon monoksida yang dipasang setidaknya dua kali setahun.

3. Menjaga dan mengecek alat-alat atau mesin

Selalu pastikan bahwa alat-alat atau mesin di rumah bekerja dengan baik dan memiliki ventilasi yang sesuai. Jangan membiarkan alat atau mesin menyala di rumah tanpa pengawasan.

4. Membersihkan ventilasi rumah

Bersihkan ventilasi udara di rumah jika terdapat kotoran atau puing-puing yang menghalangi sirkulasi udara melalui ventilasi.

5. Berhati-hati saat menggunakan cairan kimia

Saat menggunakan cairan kimia tertentu yang mengandung metilen klorida, seperti cat dan pembersih cat kuku, Anda perlu waspada karena senyawa tersebut dapat membentuk karbon monoksida ketika dihirup.

Sebaiknya gunakan cairan kimia tersebut di luar rumah atau di ruangan dengan ventilasi udara yang baik. Selalu baca petunjuk penggunaan di kemasan dengan teliti dan lakukan sesuai dengan panduan yang diberikan.

Jika seseorang mengalami tanda-tanda keracunan karbon monoksida, segera jauhkan penderita dari sumber karbon monoksida. Akan lebih baik jika Anda dapat membawanya keluar ruangan dan menghirup oksigen. Setelahnya, segera bawa penderita ke dokter.

Advertisement

penyakitpenyakit pernapasangangguan pernapasan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved