Keracunan Jengkol Bisa Sebabkan Masalah Ginjal, Benarkah?


Keracunan jengkol atau djenkolism adalah penyebab masalah ginjal akut. Jenis keracunan yang tidak umum ini, terjadi dipicu asam yang ada di dalam biji jengkol.

(0)
05 Jan 2021|Azelia Trifiana
Keracunan jengkolTerlalu banyak mengonsumsinya dapat menyebabkan keracunan jengkol
Keracunan jengkol atau djenkolism adalah penyebab masalah ginjal akut. Jenis intoksikasi yang tidak umum terjadi ini dipicu asam yang ada di dalam biji jengkol. Gejalanya mulai dari mual, muntah, hingga muncul urine dalam darah.Meski demikian, keracunan ini bisa mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari. Orang yang mengalaminya disarankan meningkatkan asupan cairan dalam tubuh.

Penyebab dan gejala keracunan jengkol

Secara ilmiah, jengkol disebut dengan Archidendron pauciflorum. Aromanya tajam namun itu tak membuatnya kehilangan penggemar setia. Di Indonesia, jengkol biasa diolah menjadi semur jengkol, balado, gulai, dan banyak lagi.Di Asia Tenggara, fakta bahwa jengkol bisa menyebabkan keracunan bukan hal yang asing lagi. Bahkan, jengkolisme dapat menjadi pemicu gagal ginjal akut.Penyebab utama keracunan ini sangat sederhana, yaitu adanya asam amino non-proteinogenik berupa asam jengkolat. Lebih jauh lagi, asam jengkolat ini tidak bisa larut dalam kondisi asam sehingga mengendap dalam bentuk kristal.Dalam 100 gram berat basah jengkol, terdapat 0,3-1,3 gram asam jengkolat. Mengingat asam amino ini mengandung sulfur, maka bisa menyebabkan urine menjadi lebih kental seakan berlumpur.Konsekuensinya, saluran kemih mengalami iritasi. Begitu pula dengan tubulus ginjal yang berfungsi sebagai saluran penyaringan racun dan limbah, juga bisa terganggu.Itulah mengapa salah satu gejala orang yang mengalami jengkolisme adalah mendeteksi adanya darah dalam urine. Dalam jangka panjang, ini bisa memicu gagal ginjal akut.Gejala yang bisa muncul akibat djenkolism adalah:Lebih jauh lagi, penelitian di klinik pedesaan Kalimantan menunjukkan 96 kasus djenkolism. Sebagian besar pasien berhasil sembuh lewat terapi bikarbonat, pemberian obat, dan juga pemberian cairan.Selain itu, 3 pasien tercatat menjalani prosedur operasi. Sementara satu orang pasien lagi memerlukan pemasangan stent untuk menyalurkan kristal asam jengkolat yang mengganjal.Tak kalah penting, meski kasus jengkolisme jarang terjadi, tetap perlu diketahui oleh khalayak luas. Dalam penelitian di Borneo itu, sebanyak 4 dari 96 pasien tidak terselamatkan akibat gagal ginjal akut.

Bisakah dihindari?

Adanya risiko keracunan jengkol bukan berarti bahwa makanan ini bisa dikatakan beracun. Justru, sifatnya sporadis alias acak. Itu pula yang membuat sulit mencegah terkena jengkolisme.Tidak ada patokan khusus seperti berapa banyak kuantitas yang bisa mengakibatkan keracunan. Bahkan, tidak ada pula keterangan apakah cara mengolah jengkol bisa membuatnya beracun atau aman dikonsumsi.Bahkan, orang-orang yang mengonsumsi jengkol tidak semuanya bisa merasakan gejala keracunan.Meski demikian, ada rekomendasi bahwa merebus biji jengkol dalam alkali akan membantu menghilangkan kadar asam pemicu racunnya. Namun, rekomendasi ini belum terbukti secara pasti.Apabila seseorang diduga mengalami keracunan jengkol, dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium. Tujuannya untuk mendeteksi apakah ada masalah seperti gagal ginjal akut.Setelah mendapatkan diagnosis, bisa diberikan terapi berupa:
  • Rehidrasi untuk mengembalikan fungsi ginjal
  • Pemberian obat golongan diuretik seperti furosemide
Umumnya, pasien jengkolisme ringan bisa sembuh setelah penanganan selama 3 hari.

Catatan dari SehatQ

Mengingat tidak ada indikasi pasti kapan makan jengkol bisa menyebabkan keracunan, cara yang paling efektif adalah menghindari sumbernya. Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara mencegahnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitpenyakit ginjalkeracunan
Dove Press. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3998865/#:~:text=Abstract,is%20native%20to%20Southeast%20Asia
Diakses pada 21 Desember 2020
Natures Poisons. https://naturespoisons.com/2015/05/26/of-djenkol-beans-and-djenkolism-the-southeast-asian-delicacy-that-poisons/
Diakses pada 21 Desember 2020
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/7810535/
Diakses pada 21 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait