logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

5 Penyebab Keputihan Setelah Berhubungan Seks

open-summary

Keputihan setelah berhubungan seks umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan khusus. Keputihan yang normal bisa menjaga vagina tetap lembap dan terlindungi dari infeksi. Namun, jika keputihan disertai bau menyengat dan warna yang tidak normal, maka ini bisa jadi pertanda adanya penyakit tertentu.


close-summary

16 Sep 2022

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Keputihan setelah berhubungan seks adalah hal yang normal

Keputihan setelah berhubungan seks umumnya hal yang normal

Table of Content

  • Penyebab keputihan setelah berhubungan seks
  • Ciri keputihan setelah berhubungan seks yang normal

Keputihan yang keluar setelah berhubungan intim umumnya adalah hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan selama tidak disertai gejala penyakit tertentu. Meski begitu, kondisi ini tetap banyak membuat orang cemas karena pada beberapa kasus, keputihan setelah berhubungan bisa mengindikasi adanya infeksi.

Advertisement

Lalu kapan keputihan setelah berhubungan dianggap berbahaya?

Penyebab keputihan setelah berhubungan seks

Keputihan setelah berhubungan intim biasanya normal
Keputihan setelah berhubungan intim umumnya hal yang normal

Keputihan setelah berhubungan seks dapat disebabkan oleh hal yang normal, tetapi bisa juga menunjukkan kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Keputihan yang sehat biasanya berupa cairan bening atau putih yang mengandung lendir serviks, cairan vagina, dan serpihan sel. Namun, keputihan yang berwarna putih setelah berhubungan seksual dapat juga menandakan adanya infeksi.

Berikut ini beberapa penyebab umum keputihan setelah berhubungan seksual:

1. Perubahan siklus menstruasi

Keputihan yang keluar setelah berhubungan seks bisa berkaitan dengan siklus menstruasi yang sedang Anda lewati. Jika keputihan yang keluar memiliki tekstur yang kental dengan warna dan aroma keputihan yang normal, maka bisa saja ini adalah keputihan yang keluar menjelang awal atau ketika akhir periode haid.

Sementara itu, jika keputihan yang keluar berwarna bening seperti putih telur, maka itu tandanya Anda sedang berada pada masa ovulasi atau masa subur.

Pada akhir masa menstruasi, keputihan yang keluar dapat berwarna coklat karena adanya sisa darah haid.

2. Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri adalah infeksi bakteri di vagina yang terjadi karena terganggunya keseimbangan pH di area vagina. Ketidakseimbangan pH vagina bisa terjadi akibat berhubungan seksual, melakukan douching atau terlalu sering membersihkan vagina.

Perempuan yang mengalami vaginosis bakteri biasanya akan mengalami keputihan dengan warna yang tidak normal seperti abu-abu dan berbau amis yang menyengat.

Gejala lain dari kondisi ini meliputi:

  • Sensasi gatal atau terbakar di vagina ataupun vulva
  • Sakit saat buang air kecil
  • Bau amis yang semakin kuat setelah berhubungan intim
  • Keputihan yang keluar lebih banyak dari seharusnya

Infeksi bakteri di vagina ini bisa terjadi pada semua perempuan, namun lebih sering dialami oleh perempuan yang aktif berhubungan seksual.

3. Infeksi jamur

Keputihan setelah berhubungan intim juga bisa menandakan adanya infeksi jamur pada vagina. Infeksi dapat terjadi ketika jamur di vagina yang pada kondisi normal dapat membantu mejaga keseimbangan, tumbuh secara berlebihan.

Jamur yang bisa menyebabkan kondisi ini disebut sebagai Candida dan infeksinya dikenal juga dengan nama kandidiasis vagina.

Keputihan akibat infeksi jamur dapat terlihat kental dan berwarna putih. Teksturnya biasanya akan terlihat terpecah-pecah seperti keju cottage.

Infeksi jamur dapat menyebar melalui hubungan seks, tetapi Anda tetap bisa mengalami infeksi jamur tanpa melakukan hubungan seksual.

Jika keputihan yang Anda alami setelah berhubungan disebabkan oleh infeksi jamur, biasanya juga akan muncul beberapa gejala lain, seperti:

4. Klamidia

Klamidia adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan dapat menyebabkan keputihan yang tidak biasa. Keputihan akibat klamidia dapat berwarna putih kekuningan dan disertai gejala lain, meliputi:

  • Perdarahan dari vagina padahal sedang tidak haid
  • Sakit saat buang air kecil
  • Nyeri di area panggul

Jika keputihan yang keluar setelah Anda berhubungan intim punya ciri-ciri yang mirip dengan kondisi di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

5. Gonore

Jika keputihan yang keluar setelah berhubungan tidak terlihat normal, maka gonore juga bisa menjadi salah satu pemicu yang patut diwaspadai. Gonora adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Keputihan yang keluar karena gonore biasanya berwarna putih kekuningan atau hijau dan volumenya lebih banyak dari biasanya. Selain itu, ada juga beberapa gejala lain yang menyertai munculnya keputihan, seperti nyeri saat buang air kecil dan muncul perdarahan di luar siklus haid.

Baca Juga: Vagina Gatal Setelah Berhubungan Seksual Apakah Normal?

Ciri keputihan setelah berhubungan seks yang normal

Keputihan setelah berhubungan yang normal volumenya biasanya tidak banyak
Keputihan setelah berhubungan yang normal volumenya biasanya tidak banyak

Jika masih ragu apakah keputihan setelah berhubungan yang dialami mengindikasikan adanya infeksi atau tidak, acuannya adalah berapa jumlah keputihan yang keluar dari vagina.

Normalnya, keputihan yang keluar dari vagina dalam sehari sebanyak satu sendok teh. Warnanya bening atau putih susu. Jika volume keputihan yang keluar berlebihan atau lebih banyak dari biasanya, maka Anda perlu sedikit waspada.

Meski demikian, ada beberapa faktor yang mungkin memengaruhi keputihan seseorang. Di antaranya adalah siklus menstruasi, perubahan hormon, kontrasepsi yang digunakan, dan lain sebagainya.

Segera konsultasikan kepada dokter apabila Anda mencurigai ada penyebab keputihan tidak normal yang dialami. 

Baca Juga

  • Berhubungan Saat PMS, Benarkah Sudah Pasti Tidak Bisa Hamil?
  • 8 Cara Meningkatkan Performa Seks Pria
  • 4 Penyebab Vaginosis Bakteri (Bacterial Vaginosis), dan Cara Mencegahnya

Apabila Anda ingin konsultasi lebih jauh soal keputihan setelah berhubungan, konsultasikan langsung dengan dokter lewat fitur Chat Dokter yang ada di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh gratis di App Store dan Google Play.

Advertisement

hubungan sekskeputihanorgan intim wanita

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved