Kepala Bayi Lonjong Saat Baru Lahir, Bahayakah?


Ketika pertama kali bayi lahir ke dunia, kerap kali ada kesamaan berupa kepala bayi lonjong. Bentuk kepala cone-shaped ini terjadi karena mereka harus melewati vagina selama proses persalinan. Hal ini termasuk normal.

0,0
21 Jul 2021|Azelia Trifiana
Bayi baru lahir bisa berkepala lonjongBayi baru lahir bisa berkepala lonjong
Ketika pertama kali bayi lahir ke dunia, kerap kali ada kesamaan berupa kepala bayi lonjong. Bentuk kepala cone-shaped ini terjadi karena mereka harus melewati vagina selama proses persalinan. Namun mengingat tulang tengkoraknya belum terbentuk sepenuhnya, kemungkinan kembali normal tetap ada.Bahkan, sangat wajar jika kepala bayi yang lahir lewat vagina terlihat lonjong. Pada tahap akhir pembukaan persalinan, rata-rata berukuran 10 centimeter. Sementara kepala bayi baru lahir umumnya sekitar 35 centimeter.

Apakah berbahaya?

Kondisi kepala bayi lonjong sama sekali tidak berbahaya. Bahkan, itu juga tidak berarti bayi tengah mengalami rasa sakit atau terhambat perkembangannya. Bahkan, cone-shaped head ini merupakan salah satu tanda paling jelas bahwa bayi lahir lewat vagina.Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan mengapa kepala bayi bisa tampak lonjong selama proses persalinan:
  • Tulang di tengkorak kepala bayi belum terbentuk sempurna
  • Setiap tengkorak terdiri dari banyak tulang, dengan dua spot yang memungkinkan bentuknya berubah
  • Ketika bayi melewati serviks dan vagina, tengkorak kepala terkompres menyesuaikan dengan ruang yang ada
  • Perubahan bentuk kepala ini memungkinkan bayi lahir lewat vagina
  • Bayi yang menjalani persalinan cukup lama lebih rentan memiliki bentuk kepala lonjong
Menakjubkan sekali, bahwa kepala bayi bisa menyesuaikan liang vagina yang sempit agar dapat keluar. Proses ini disebut dengan head molding. Penjelasan di atas juga menjadi jawaban mengapa bayi yang lahir lewat prosedur C-section tidak memiliki bentuk kepala lonjong. Namun apabila posisi bayi sudah cukup lama berada di panggul sebelum persalinan terjadi, ada kemungkinan bentuk kepala lonjong semakin jelas.

Berapa lama kepala lonjong bertahan?

Biasanya, kondisi cone-shaped head ini hanya berlangsung selama beberapa hari atau beberapa pekan. Bahkan, dalam rentang waktu 48 jam saja bentuk kepalanya akan membulat.Jangan khawatir apabila bentuk cone-shaped head ini berlangsung lebih lama. Faktanya, lempeng di tengkorak kepala bayi tidak akan benar-benar menutup sempurna hingga mereka menginjak usia remaja.

Cara mengembalikan bentuk kepala bayi

Bagi orangtua yang ingin bentuk kepala lonjong bayi segera kembali normal, sebenarnya tinggal menunggu saja. Dalam beberapa minggu, kepala akan membulat.Namun apabila khawatir posisi tidur si kecil justru membuat kepalanya semakin lonjong, berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan:
  • Buat alternatif posisi tidur bayi antara menghadap kanan dan kiri secara bergantian
  • Hilangkan tekanan pada kepala bayi dari gendongan atau baby seat dengan memegang secara langsung
  • Lakukan tummy time di bawah pengawasan selama beberapa menit agar tekanan di tengkorak kepala bayi lebih merata
  • Ketika bayi terbangun, gunakan gendongan atau bouncer untuk berganti posisi

Kapan harus ke dokter?

Jika ada kekhawatiran dari orangtua terkait bentuk kepala si kecil, sebaiknya segera hubungi dokter. Beberapa indikator yang menandakan tanda bahaya adalah:
  • Congenital torticollis

Mobilitas leher terbatas ditandai dengan kepala tampak turun ke bawah  (congenital torticollis). Ini terjadi karena otot besar penghubung kepala dan leher memendek. Bukan hanya pada bayi baru lahir, kondisi ini bisa juga terjadi pada orang dewasa.
  • Craniosynostosis

Cacat genetik langka sehingga lempeng di tengkorak kepala bayi menyusut (craniosynostosis). Ini terjadi ketika tulang-tulang di tengkorak kepala bayi tergabung terlalu awal, bahkan sebelum otaknya benar-benar tumbuh sempurna.
  • Positional plagiocephaly

Sindrom flat head apabila bayi terus menerus berada di posisi berbaring sama sejak lahir (positional plagiocephaly). Sangat jarang kondisi ini menyebabkan komplikasi serius. Namun apabila merupakan bawaan lahir, mungkin saja terjadi cacat bentuk kepala yang parah dan permanen.
  • Cephalohematoma

Ada benjolan di atas kepala bayi akibat terperangkapnya pembuluh darah (cephalohematoma). Ini bisa terjadi apabila pembuluh darah pecah atau terjebak di antara tengkorak dan kulit kepala saat proses persalinan terjadi. Bukan isu serius dan tidak berdampak pada otaknya. Kondisi ini dapat mereda dengan sendirinya setelah beberapa bulan.Selain itu, apabila ada gejala dan keluhan lain yang muncul seiring dengan hari-hari awal kehadiran si kecil di dunia, sampaikan kepada dokter. Namun jika bentuk kepala lonjong hanya terjadi karena proses persalinan, tak perlu risau berlebihan.Dalam sebagian besar kasus, kepala bayi akan membulat dengan sendirinya tanpa Anda sadari.

Catatan dari SehatQ

Selama kondisi kepala bayi lonjong tidak disertai gejala dan keluhan lain, orangtua bisa rileks dan melupakan kekhawatiran itu. Justru, nikmati momen awal kelahirannya di dunia sebaik-baiknya.Apalagi mengingat kepala bayi masih bisa berubah bentuk dalam hitungan hari atau minggu. Lempeng di tengkoraknya pun belum benar-benar akan menutup hingga usianya menginjak remaja.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kapan perlu risau tentang kondisi kepala bayi lonjong, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
melahirkanbayi & menyusuitumbuh kembang bayi
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/newborns/conehead-baby/
Diakses pada 6 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/conehead-baby
Diakses pada 6 Juli 2021
Parents. https://www.parents.com/baby/care/why-does-my-baby-have-a-conehead/
Diakses pada 6 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait