Kencing Sakit Belum Tentu Akibat Infeksi Saluran Kemih

Kencing sakit bisa menjadi pertanda infeksi pada saluran kemih maupun penyakit lainnya
Jangan remehkan kencing sakit karena bisa menjadi pertanda gangguan medis

Kencing sakit atau istilah medisnya dysuria bisa disebabkan oleh bermacam-macam kondisi. Rasa sakitnya bisa berasal dari kandung kemih, uretra, maupun perineum.

Keluhan nyeri saat buang air kecil merupakan gejala umum dari beberapa penyakit. Tipe sakit yang muncul biasanya berupa nyeri, sensasi panas atau terbakar, serta tidak nyaman. 

Kencing sakit dan gejala penyertanya

Gejala kencing sakit bisa berbeda antara pria dan wanita. Tetapi penderita tetap akan merasakan nyeri, sensasi panas atau menyengat, dan kadangkala gatal. Rasa sakit bisa timbul saat Anda mulai buang air kecil atau sesudahnya. 

Bila sakit dirasakan saat mulai buang air kecil, kondisi ini biasanya merupakan gejala infeksi saluran kemih (ISK). Sementara rasa sakit yang timbul setelah buang air kecil bisa mengindikasikan adanya masalah pada kandung kemih atau kelenjar prostat.

Bagi banyak penderita laki-laki, rasa sakit seringkali terus-menerus terasa di penis saat mulai buang air kecil hingga sesudahnya.

Sedangkan gejala kencing sakit pada wanita bisa dirasakan di bagian dalam atau luar vagina. Jika nyeri terasa di bagian luar area vagina, gejala ini kemungkinan akibat iritasi pada kulit yang sensitif. Sedangkan sakit yang terasa di bagian dalam vagina atau di saluran kencing, bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih. 

Kenapa kencing sakit bisa terjadi?

Banyak kondisi medis yang bisa ditandai dengan gejala kencing sakit. Apa sajakah jenisnya?

1. Infeksi saluran kemih

Kencing sakit adalah gejala paling umum dari infeksi saluran kencing. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri maupun peradangan pada saluran kencing (uretra). 

Sistem perkemiihan manusia memiliki beberapa organ, seperti uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal. Ureter adalah organ dalam yang mengalirkan air seni atau urine dari ginjal ke kandung kemih. Infeksi pada organ-organ tersebut bisa menimbulkan kencing sakit. 

Penyakit infeksi saluran kemih lebih banyak dialami oleh wanita ketimbang pria. Apa alasannya?

Uretra pada wanita lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih. Wanita hamil dan wanita yang sudah menopause berisiko lebih tinggi untuk terkena infeksi saluran kemih. 

2. Prostatitis

Pada pria, penyebab lain kencing sakit adalah peradangan pada kelenjar prostat atau prostatitis. Gejalanya mirip infeksi saluran kencing yaitu sensasi panas dan nyeri saat berkemih. 

3. Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual bisa menimbulkan gejala kencing sakit. Contohnya, herpes kelamin, gonore, dan klamidia.

Infeksi-infeksi tersebut umumnya ditularkan melalui perilaku seksual berisiko. Misalnya, sering berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom saat berhubungan seks. 

Bagi Anda yang termasuk kalangan dengan perilaku berisiko, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mendeteksi infeksi menular seksual bila mengalami keluhan sakit saat berkemih. 

4. Interstitial cystitis

Penyebab lainnya dari kencing sakit adalah interstitial cystitis atau peradangan pada permukaan kandung kemih. Kondisi ini dkenal juga dengan nama painful bladder syndrome.

Gejala tambahan dari interstitial cystitis meliputi sakit di daerah panggul dan kandung kemih. Sampai saat ini, penyebab peradangan pada kandung kemih ini belum diketahui secara pasti. 

5. Batu ginjal

Adanya batu ginjal dapat pula menjadi penyebab kencing sakit. Nyeri bisa terasa amat parah saat batu tersebut ikut dikeluarkan bersama urine melalui uretra.

Batu ginjal muncul dan terbentuk dari pengendapan dan pengkristalan mineral-mineral dalam urine di dalam ginjal. 

6. Produk pembersih kelamin

Kencing sakit kadang-kadang bukanlah disebabkan oleh infeksi atau penyakit lain. Namun gejala ini bisa muncul akibat penggunaan produk-produk pembersih area kelamin.

Sabun dan pewangi area kewanitaan bisa menimbulkan iritasi pada kulit vagina yang sensitif. Akibatnya, Anda bisa mengalami kencing sakit. 

Penanganan dan pengobatan kencing sakit

Dokter akan menegakkan diagnosis penyebab keluhan kencing sakit berdasarkan deskripsi gejala dan analisis sampel urine. Jika tidak ada tanda infeksi yang ditemukan dalam sampel urine, pasien biasanya diminta untuk menjalani beberapa tes lain guna membantu proses diagnosis kencing sakit. 

Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan pasien. Misalnya, penyakit apa saja yang pernah diderita, bagaimana prilaku seksualnya, apakah ada risiko terkena infeksi menular seksual atau tidak. 

Pengobatan yang diberikan untuk dysuria akan tergantung dari penyebab rasa sakitnya. Berikut contohnya:

  • Jika terdeteksi infeksi saluran kencing, dokter akan meresepkan obat antibiotik.
  • Jika kencing sakit disebabkan oleh iritasi dari produk pembersih area kelamin, Anda sebaiknya menghindari penggunaan produk tersebut. 
  • Jika kencing sakit terjadi karena penyakit pada prostat atau kandung kemih, dokter akan mengobati gangguan medis untuk mengatasi keluhan sakit saat berkemih.

Ada satu hal yang harus Anda ingat, gejala kencing sakit sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Kondisi ini bisa jadi merupakan gejala dari gangguan kesehatan lebih serius yang perlu ditangani secepatnya.

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15176-dysuria-painful-urination
Diakses pada 30 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/urination-painful#causes
Diakses pada 30 Oktober 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed