logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Memahami Penyebab dan Gejala Diabetes pada Anak hingga Pengobatannya

open-summary

Diabetes pada anak perlu diwaspadai. Kondisi ini dapat disebabkan gaya hidup yang tidak sehat, genetik, berat badan berlebih, hingga jarang berolahraga. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan diabetes. Meski begitu, dokter bisa memberikan obat-obatan untuk mengontrol gejalanya.


close-summary

3.55

(11)

14 Apr 2022

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Diabetes pada anak

Diabetes pada anak perlu diwaspadai agar tidak terjadi komplikasi.

Table of Content

  • Penyebab diabetes pada anak
  • Gejala diabetes pada anak yang perlu diwaspadai
  • Cara mendiagnosis diabetes pada anak
  • Bagaimana cara mengontrol diabetes pada anak?
  • Cara mencegah diabetes pada anak

Diabetes adalah penyakit yang tidak pandang bulu. Selain orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalaminya. Jika tidak segera ditangani, diabetes pada anak dapat merusak organ jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, hingga menyebabkan kematian dini.

Advertisement

Kenali lebih lanjut seputar diabetes pada anak dengan memahami gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Penyebab diabetes pada anak

Terdapat dua jenis diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Anak-anak dinilai lebih berisiko mengalami diabetes tipe 1, yang juga dikenal sebagai juvenile diabetes pada anak.

Namun, menurut World Health Organization (WHO), kini mulai banyak anak-anak dan remaja yang mengidap diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 1 adalah penyakit yang membuat tubuh anak tidak mampu memproduksi hormon insulin. Sementara itu, diabetes tipe 2 adalah penyakit kronis yang berdampak terhadap cara tubuh untuk memproses gula (glukosa). 

Penyebab diabetes tipe 1 dan tipe 2 pada anak berbeda-beda. Berikut adalah masing-masing penjelasannya.

  • Penyebab diabetes tipe 1

Sistem imun tubuh anak bertanggung jawab untuk melawan virus dan bakteri. Diabetes melitus tipe 1 atau DM tipe 1 pada anak dapat membuat sistem imunnya melihat sel sehat sebagai ancaman.

Hasilnya, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang dan menghancurkan sel beta penghasil insulin di pankreas. Ketika sel ini telah hancur, tubuh anak tidak dapat memproduksi insulin.

Hingga saat ini, para ahli belum berhasil mengungkap alasan mengapa sistem imun terkadang menyerang sel tubuhnya sendiri.

Beberapa spekulasi menyatakan, hal ini dapat terjadi akibat faktor genetik atau lingkungan, seperti paparan terhadap virus.

  • Penyebab diabetes tipe 2

Anak penderita diabetes tipe 2 memiliki resistensi insulin. Itu artinya, tubuh mereka masih memproduksi insulin tetapi tidak dapat menggunakannya secara efisien.

Para ahli juga belum mengetahui mengapa sebagian orang mengalami resistensi insulin dan sebagian lainnya tidak. Namun, sederet faktor gaya hidup dinilai dapat menyebabkannya, seperti berat badan berlebih hingga jarang bergerak.

Tidak hanya itu, terdapat beberapa makanan penyebab diabetes pada anak, misalnya daging berlemak tinggi, produk olahan susu berlemak tinggi, makanan manis (permen, kue, es krim), hingga minuman manis (jus, soda, teh manis, dan minuman olahraga).

Faktor genetik dan lingkungan juga memiliki peran terhadap kemunculan diabetes tipe 2. Ketika anak menderita jenis diabetes ini, pankreasnya dapat mencoba memproduksi lebih banyak insulin.

Sayangnya, tubuh penderita diabetes tipe 2 tidak bisa menggunakan insulin secara efektif. Hasilnya, gula atau glukosa dapat menumpuk di aliran darah. 

Gejala diabetes pada anak yang perlu diwaspadai

no caption
Diabetes juga bisa terjadi pada anak-anak karena adanya kelainan pada produksi insulin

Meski diabetes terbagi dalam dua jenis, terdapat ciri-ciri diabetes di usia muda yang umumnya sama pada kedua jenis tersebut. Berikut adalah gejala diabetes yang perlu diwaspadai.

  • Sering buang air kecil
  • Merasa sangat haus sehingga harus banyak minum
  • Merasa sangat lapar
  • Merasa sangat lelah
  • Memiliki penglihatan yang buram
  • Memiliki luka yang tidak sembuh dengan baik
  • Mati rasa dan kesemutan di bagian tangan serta kaki.

Selain itu, masih ada ciri-ciri diabetes pada anak lainnya, seperti perubahan suasana hati, penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, hingga mudah marah.

Meskipun berbagai gejala diabetes tipe 1 dan 2 di atas cukup mirip, kemunculannya pada anak dapat berbeda.

Gejala diabetes tipe 2 pada anak dapat muncul bertahun-tahun setelah anak mengidapnya. Dikutip dari Healthline, gejala diabetes tipe ini cenderung muncul secara perlahan seiring berjalannya waktu.

Beberapa penderita diabetes tipe 2 bahkan tidak mengalami kemunculan gejala apa pun sampai akhirnya mengalami komplikasi akibat penyakit tersebut.

Di sisi lain, gejala diabetes tipe 1 cenderung muncul lebih cepat, umumnya hanya membutuhkan waktu beberapa minggu saja setelah anak mengidapnya.

Jika ciri-ciri diabetes di usia muda tersebut terjadi pada anak Anda, segera periksakan diri mereka ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika perlu, lakukan cek gula darah pada anak untuk memastikan apakah gejala di atas disebabkan diabetes atau kondisi medis lainnya.

Cara mendiagnosis diabetes pada anak

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dokter untuk mendiagnosis diabetes pada anak, di antaranya:

  • HbA1C

HbAIC adalah tes yang dilakukan untuk mengukur gula darah rata-rata si kecil selama dua hingga tiga bulan terakhir.

Salah satu kelebihan dari tes AIC adalah anak tidak perlu berpuasa atau minum apa pun sebelum melakukannya.

Dikutip dari American Diabetes Association, hasil AIC yang normal akan menunjukkan angka kurang dari 5,7 persen.

Sementara itu, anak masuk dalam tahap prediabetes jika hasilnya adalah 5,7 hingga 6,4 persen. Dan, jika anak menderita diabetes, maka hasil A1C-nya adalah 6,5 persen ke atas.

  • Glukosa plasma puasa

Glukosa plasma puasa atau gula darah puasa adalah tes yang dilakukan untuk mengukur kadar gula darah atau glukosa puasa anak. Itu artinya, gula darah anak akan dicek setelah mereka berpuasa selama minimal 8 jam sebelum tes.

Tes ini umumnya dilakukan di pagi hari sebelum anak menyantap sarapan paginya.

Jika hasilnya normal, maka glukosa plasma puasa anak akan menunjukkan angka kurang dari 100 mg/dl.

Anak masuk dalam tahap prediabetes jika angka yang keluar adalah 100-125 mg/dl. Sementara itu, jika anak menderita diabetes, hasil yang keluar adalah 126 mg/dl atau lebih.

  • Oral glucose tolerance test

Oral glucose tolerance test atau OGTT adalah tes berdurasi 2 jam yang dapat mengukur kadar gula darah sebelum atau sesudah anak mengonsumsi minuman yang sangat manis.

Hasilnya dapat membantu dokter untuk mengetahui bagaimana tubuh anak memproses gula. 

Jika hasilnya normal, maka angka dari OGTT yang keluar adalah kurang dari 140 mg/dl. Sedangkan, jika anak memasuki tahap pradiabetes, angka yang keluar adalah 140-199 mg/dl.

Terakhir, anak akan didiagnosis menderita diabetes jika hasil dari OGTT-nya adalah 200 mg/dl atau lebih.

Bagaimana cara mengontrol diabetes pada anak?

no caption
Anak yang menderita diabetes tipe 1 perlu menerima suntikan insulin secara berkala

Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan diabetes tipe 1. Tubuh anak yang menderita diabetes jenis ini tidak mampu memproduksi insulin sehingga hormon tersebut perlu disuntikkan secara berkala ke dalam tubuhnya.

Pada kasus diabetes tipe 1, cek gula darah pada anak perlu dilakukan secara teratur karena dapat naik dan turun dengan cepat.

Diabetes tipe 2 dapat dikontrol dengan pola makan dan olahraga. Akan tetapi, jika kedua hal tersebut tidak membuahkan hasil positif, dokter dapat meresepkan obat-obatan yang merangsang tubuh untuk menggunakan insulin lebih efektif.

Mengecek kadar gula darah juga menjadi bagian penting untuk mengontrol diabetes tipe 2 pada anak. Ini menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kadar gula darahnya mencapai target yang ditentukan atau belum.

Jika gula darah anak terlalu tinggi, dokter bisa merekomendasikan injeksi insulin.

Cara mencegah diabetes pada anak

no caption
Mudah lelah merupakan salah satu gejala diabetes pada anak

Diabetes tipe 1 tidak bisa dicegah, sedangkan risiko diabetes tipe 2 dapat diturunkan dengan menerapkan berbagai kebiasaan sehat berikut ini:

  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Bekerja sama dengan dokter untuk membuat rencana penurunan berat badan apabila anak mengalami obesitas
  • Meningkatkan jumlah aktivitas fisik
  • Menjalani pola makan sehat yang bergizi seimbang
  • Mengurangi makanan bergula atau yang diproses berlebihan.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar diabetes pada anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

gula darahdiabetes melitus tipe 1diabetes melitus tipe 2diabetes gestasional

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved