Masih Kecil Sudah Kencing Manis, Waspadai Gejala Diabetes pada Anak

02 Sep 2019 | Oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Diabetes pada anak tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol
Diabetes tipe 1 adalah jenis diabetes yang paling umum terjadi pada anak

Selama ini, diabetes masih identik sebagai penyakit orang tua. Padahal, diabetes pada anak bukanlah hal yang mustahil terjadi. Pada anak, jenis diabetes yang paling sering diderita adalah diabetes tipe 1.

Diabetes pada anak dapat disebut sebagai juvenil diabetes. Meski tidak bisa disembuhkan, kondisi ini bisa dikontrol agar Si Kecil bisa beraktivitas layaknya teman sebayanya dan tumbuh dengan baik.

Penyebab diabetes pada anak bisa muncul

Diabetes juga bisa terjadi pada anak-anak karena adanya kelainan pada produksi insulin

Penyakit diabetes atau kencing manis yang selama ini dikenal banyak orang adalah diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 disebabkan oleh pola makan kurang sehat, yang menyebabkan kadar gula darah naik di atas batas normal.

Sementara itu, diabetes tipe 1 diakibatkan oleh gangguan di tubuh yang membuat pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sementara itu, hormon insulin diperlukan untuk membantu mengolah gula menjadi energi di tubuh. Saat gula tidak dapat diolah, zat tersebut akan menumpuk di dalam darah, membuat kadar gula darah menjadi tinggi.

Gejala diabetes tipe 1 bisa muncul pada segala usia, namun puncak gangguan umumnya terjadi pada usia 5-6 tahun, lalu kembali muncul saat usia 11-13 tahun.

Sejauh ini, belum ada yang mengetahui penyebab awal gangguan tersebut terjadi. Namun, para ahli percaya bahwa munculnya diabetes tipe 1 ada kaitannya dengan gen. Berbeda dari diabetes tipe 2, diabetes tipe 1 tidak bisa dicegah.

Mengenali gejala diabetes pada anak

Mudah lelah merupakan salah satu gejala diabetes pada anak

Gejala diabetes tipe 1 pada anak, bisa muncul kapan saja. Umumnya, gejala ini pun terjadi secara cepat, dalam hitungan minggu. Kenali gejala diabetes pada anak berikut ini, supaya Anda lebih waspada.

1. Sering haus dan kerap buang air kecil

Kelebihan kadar gula di darah menyebabkan cairan yang ada di jaringan berkurang. Sehingga, anak akan sering merasa haus. Akibatnya, anak akan lebih sering minum lalu lebih kerap buang air kecil.

2. Selalu merasa lapar

Kurangnya kadar insulin di tubuh, membuat gula yang masuk tidak dapat diolah dan dipindahkan ke sel. Akibatnya, otot serta organ-organ di tubuh anak kekurangan energi. Hal ini lah yang kemudian akan memicu rasa lapar.

3. Berat badan terus turun

Anak yang menderita diabetes tipe 1, akan lebih sering makan, namun, berat badannya justru terus menurun. Tanpa asupan energi dari gula, jaringan otot dan lemak akan terus mengecil.

4. Mudah lelah

Kurangnya kadar gula yang bisa diolah tubuh, membuat anak yang diabetes cepat merasa lelah atau tidak memiliki energi.

5. Perubahan perilaku

Tidak hanya tanda secara fisik, diabetes pada anak juga bisa berpengaruh pada kondisi psikologisnya. Diabetes bisa membuat penderitanya memiliki gangguan suasana hati (mood swings). Selain itu, anak juga mungkin akan mengalami penurunan performa di sekolah.

6. Napas berbau seperti buah

Karena tubuh tidak bisa mencerna gula yang dikonsumsi, maka sebagai gantinya, tubuh akan membakar lemak. Pembakaran ini akan menghasilkan suatu zat yang disebut keton. Zat ini lah yang bisa menyebabkan napas berbau seperti buah.

7. Pandangan menjadi kabur

Seperti yang telah disebutkan di atas, tingginya kandungan gula dalam darah bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan, termasuk pada lensa mata. Saat hal ini terjadi, anak akan merasa kesulitan untuk memfokuskan penglihatannya.

8. Muncul infeksi jamur

Diabetes tipe 1 yang muncul pada anak perempuan, dapat menyebabkan munculnya infeksi jamur pada alat kelaminnya. Pada bayi, kondisi ini juga bisa terjadi, dan ditandai dengan munculnya ruam popok.

Mengontrol diabetes pada anak

Anak yang menderita diabetes tipe 1 perlu menerima suntikan insulin secara berkala

Karena tidak dapat disembuhkan, maka perawatan untuk diabetes pada anak bertujuan untuk mengontrol kadar gula darah di tubuh. Karena dilakukan seumur hidup, maka jenis perawatan pun dapat mengalami perubahan, seiring bertambahnya usia.

Berikut ini langkah-langkah perawatan untuk diabetes tipe 1 pada anak.

• Pengamatan kadar gula darah berkala

Anda perlu memeriksa kadar gula darah anak setidaknya empat kali sehari. Pemeriksaan dilakukan dengan menusukkan jarum kecil ke ujung jari untuk mengambil sampel darah.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau kadar gula darah anak, dan memastikannya tetap terjaga pada rentang yang direkomendasikan. Rentang kadar gula darah ini akan berubah seiring bertambahnya usia.

• Pemberian insulin

Diabetes tipe 1 membuat tubuh tidak lagi dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup. Sehingga, perlu dilakukan pemberian insulin melalui suntikan secara berkala untuk menjaga kadar gula darah di tubuh.

Dosis insulin yang dibutuhkan dapat bersifat individual, tergantung dari jumlah karbohidrat yang dikonsumsi, dan aktivitas fisik yang dijalankan anak.

• Jalani pola hidup sehat

Sebagai penderita diabetes, anak Anda perlu menjalani pola hidup yang sehat dengan:

  • Mengonsumsi makanan sehat

Perlu diingat bahwa makanan sehat tidak berarti makanan yang membosankan dan tidak memiliki rasa. Anda bisa menambahkan buah-buahan, sayur, dan makanan yang terbuat dari gandum utuh sebagai menu asupan Si Kecil.

Berikan makanan yang tinggi nutrisi dan rendah lemak serta kalori. Jaga juga jumlah asupan karbohidratnya agar selalu konsisten, tidak terlalu banyak, namun juga tidak terlalu sedikit.

Kurangi konsumsi makanan yang berasal dari hewani dan makanan manis. Jika memungkinkan, jalani pola makan sehat ini secara bersama-sama di dalam keluarga, agar anak lebih mudah mengikutinya.

  • Berolahraga secara teratur

Olahraga teratur sangat penting untuk dilakukan oleh anak penderita diabetes tipe 1. Jadikan olahraga teratur sebagai bagian dari keseharian anak.

Namun, Anda perlu ingat bahwa olahraga bisa menyebabkan kadar gula di dalam darah menurun hingga 12 jam setelah olahraga. Sehingga, Anda perlu tetap memeriksa kadar gula darah secara berkala setelah olahraga.

Jangan sampai olahraga menyebabkan anak mengalami hipoglikemia atau kurangnya kadar gula darah.

Diabetes pada anak memang jarang terjadi.Namun Anda tetap harus mewaspadainya. Jika anak sudah mulai mengalami kondisi yang serupa dengan gejala diabetes tipe 1 di atas, maka segeralah memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-1-diabetes-in-children/diagnosis-treatment/drc-20355312
Diakses pada 2 September 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/type1.html
Diakses pada 2 September 2019

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chronic/Pages/Diabetes.aspx
Diakses pada 2 September 2019

Kids Health. https://www.kidshealth.org.nz/diabetes-children-overview
Diakses pada 2 September 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top