logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Kehamilan

Kencing Berbusa Saat Hamil, Waspada Preeklampsia hingga Kerusakan Ginjal

open-summary

Penyebab kencing berbusa saat hamil antara lain kerusakan ginjal, dehidrasi, infeksi saluran kemih, hingga preeklampsia. Preeklampsia pada masa kehamilan berbahaya untuk ibu dan janin karena dapat menimbulkan komplikasi seperti persalinan prematur.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Reni Utari

8 Jul 2023

Kencing berbusa saat hamil bisa menendakan kerusakan ginjal

Kencing berbusa saat hamil bisa menendakan kerusakan ginjal

Table of Content

  • Penyebab kencing berbusa saat hamil
  • Cara mengatasi kencing berbusa saat hamil
  • Pesan dari SehatQ

Normalnya, kencing berbusa saat hamil bisa terjadi karena kecepatan buang air yang tinggi, sehingga ketika urine bercampur dengan air di toilet, timbul busa. Namun, pada beberapa kasus, kencing berbusa juga bisa jadi tanda penyakit yang perlu diwaspadai ibu hamil. 

Advertisement

Pada kondisi tidak normal, kencing yangbusa terjadi karena kandungan protein di dalam urine terlalu tinggi. Sebenarnya hal ini bisa terjadi baik saat hamil atau di luar kehamilan. Namun, jika terjadi saat hamil, risikonya harus lebih diperhatikan. 

Penyebab kencing berbusa saat hamil

Kencing berbusa saat hamil bisa disebabkan oleh kerusakan ginjal
Kencing berbusa saat hamil bisa disebabkan oleh kerusakan ginjal

Penyebab kencing berbusa adalah karena protein masuk ke dalam urine. Dalam kondisi normal di luar kehamilan, hal ini dapat dipicu oleh stres emosional atau fisik, dehidrasi, demam, hingga paparan suhu ekstrem.

Penyebab kencing berbusa saat hamil di awal dan akhir masa kehamilan adalah:

1. Kerusakan ginjal

Salah satu penyebab kencing berbusa saat hamil muda adalah karena kerusakan ginjal. Kondisi ini bisa terjadi sebagai akibat dari penyakit lain, seperti diabetes hingga lupus. Jika dibiarkan, maka berpotensi meningkatkan kadar protein dalam urin

2. Infeksi saluran kemih

Peningkatan protein dalam urin selama awal kehamilan juga dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan lain yang tidak terlalu serius, seperti infeksi saluran kemih ringan atau dehidrasi. Penyakit jantung saat hamil juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. 

3. Preeklampsia

Jika kencing berbusa terjadi ketika usia kehamilan sudah di atas 20 minggu, maka preeklampsia bisa jadi salah satu penyebabnya. Ini merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat memicu komplikasi kehamilan yang berbahaya untuk ibu dan janin dalam kandungan.

Meski tidak semua ibu hamil dengan protein dalam urin mengalami preeklampsia, namun kondisi ini tetap perlu diperhatikan dengan baik.

Setelah mengalami kencing berbusa, ibu hamil di usia kandungan lebih dari 20 minggu perlu melakukan pemeriksaan preeklampsia lebih lanjut. Ibu hamil yang didiagnosis preeklampsia adalah mereka yang mengalami peningkatan tekanan darah di atas 140/90 mm Hg setidaknya dua kali dan adanya proteinuria.

4. Sindrom HELLP

Penyebab kencing berbusa juga bisa menjadi tanda Sindrom HELLP (hemolisis, peningkatan enzim hati, dan jumlah trombosit yang rendah). Ini merupakan bentuk preeklamsia yang serupa namun lebih parah.

Tanpa perawatan, kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu hamil dan bayi yang dikandung.

Baca juga: Penyebab Kencing Bau yang Bisa Berpengaruh dari Kesehatan

Cara mengatasi kencing berbusa saat hamil

Cara mengatasi kencing berbusa saat hamil
Cara mengatasi kencing berbusa saat hamil

Cara mengatasi kencing berbusa saat hamil harus disesuaikan dengan penyebabnya. Kamu perlu segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Jika kencing berbusa disebabkan oleh dehidrasi, dokter mungkin akan menyarankan ibu hamil untuk lebih banyak minum setiap harinya. Namun, jika disebabkan oleh kondisi medis tertentu, pemberian obat-obatan mungkin diperlukan.

Perawatan kencing berbusa yang mungkin didapatkan saat hamil adalah:

  • Pemberian antibiotik. Jika penyebabnya adalah infeksi saluran kemih (ISK)
  • Obat penurun tekanan darah. Dokter mungkin akan meresepkan obat antihipertensi untuk menurunkan tekanan darah tinggi jika penyebabnya preeklampsia.
  • Obat kortikosteroid. Mungkin diresepkan untuk mengatasi sindrom HELLP. Obat ini berfungsi untuk membantu kinerja hati dan trombosit. 

Ibu hamil yang sudah memasuki usia akhir kehamilan dan didiagnosis menderita preeklampsia, perlu dirawat di rumah sakit. 

Dokter mungkin akan merekomendasikan induksi dan persalinan jika preeklampsia terjadi di usia kehamilan lebih dari 37 minggu. Jika kehamilan kurang dari 37 minggu, dokter mungkin akan meminta ibu hamil untuk istirahat total dan diberi obat suntik seperti magnesium sulfat untuk mencegah kejang. Selanjutnya kesehatan ibu hamil dan bayi akan dipantau secara ketat hingga melahirkan.

Baca juga: Susah Buang Air Kecil: Penyebab dan Cara Mengatasi yang Paling Ampuh

Pesan dari SehatQ

Pemeriksaan urin dibutuhkan untuk mengetahui kadar protein di dalamnya. Ibu hamil biasanya mendapatkan tes urin di awal masa kehamilan. Namun, jika kamu mengalami kencing berbusa yang diikuti dengan gejala lain seperti tanda preeklampsia hingga kerusakan ginjal, pemeriksaan urin menyeluruh mungkin saja dilakukan.

Menurut penelitian, kadar protein dalam urin yang dianggap tinggi adalah lebih dari 300 mg/hari. Jika nilainya di bawah angka tersebut, maka kamu tidak perlu khawatir. 

Advertisement

menjaga kehamilaninfeksi saluran kencingurine

Ditulis oleh Rianti Dea Rizky Pratiwi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved