Kenapa Vaksin Meningitis Penting untuk Jemaah Haji dan Umrah?

Sebelum berangkat ke tanah suci, peserta haji atau umrah wajib melakukan vaksin meningitis
Peserta haji dan umrah wajib melakukan vaksin meningitis sebelum berangkat (credit: Shutterstock/Mirzavisoko)

Memasuki musim ibadah haji, ada banyak hal yang harus disiapkan oleh para pesertanya, termasuk persiapan seputar kesehatan. Sebelum berangkat ke tanah suci, peserta wajib melakukan vaksin meningitis.

Meningitis adalah suatu peradangan yang menyerang selaput otak. Pada kondisi tertentu, meningitis bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Namun, tidak jarang, penyakit ini berkembang menjadi kondisi yang parah dan membahayakan nyawa.

Alasan jemaah haji wajib melakukan vaksin meningitis

Alasan jemaah haji wajib melakukan vaksin meningitis adalah lokasi ibadah yang ternyata merupakan daerah rawan meningitis. Arab Saudi merupakan negara epidemis terjadinya penyakit meningitis meningokokus.

Ditambah, jemaah haji yang datang ke Mekah berasal dari seluruh dunia dan sebagian di antaranya berasal dari negara-negara Sub-Sahara Afrika, seperti Senegal (area paling barat) sampai ke Ethiopia (area paling timur), yang merupakan daerah meningitis belt.

Area yang terbentang dari Senegal hingga Ethiopia disebut sebagai meningitis belt atau sabuk meningitis karena pada area tersebut wabah meningitis paling sering terjadi.

Sehingga, untuk mengantisipasi adanya penyebaran bakteri penyebab meningitis saat jutaan orang berkumpul pada saat bersamaan, vaksin meningitis diwajibkan bagi para jemaah haji.

Pemerintah baik Arab Saudi dan Indonesia mewajibkan pemberian imunisasi meningitis (ACYW135) bagi setiap calon jemaah haji dan umrah. Vaksin ini efektif mencegah penyakit meningitis sampai dengan 90 persen.

Vaksin sekurang-kurangnya diberikan 10 hari sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Setelah mendapatkan vaksin meningitis, jemaah haji atau umrah akan mendapatkan Sertifikat Internasional Vaksinasi yang akan dilampirkan sebagai persyaratan keberangkatan ibadah haji atau umrah.

Kenali lebih jauh tentang meningitis

Penyakit meningitis meningokokus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Nesseria meningitidis, yaitu 5 tipe bakteri atau serogrup A, B, C, Y, dan W-135. Penularannya dapat terjadi melalui air liur yang menyebar saat bersin, batuk, berciuman, atau menggunakan alat makan dan minum yang sama dengan penderita.

Bakteri tersebut kemudian akan menempel di lapisan kulit bagian dalam yang disebut mukosa, lalu masuk ke peredaran darah dan menyebabkan peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang.

Orang yang mengalami meningitis akan mengalami gejala-gejala tertentu, seperti:

  • Leher terasa kaku
  • Lebih sensitif terhadap cahaya
  • Muncul nyeri di kepala
  • Muntah
  • Mengalami penurunan kesadaran
  • Kejang-kejang
  • Demam tinggi
  • Tidak nafsu makan
  • Terkadang dapat muncul ruam merah di kulit (misalnya pada meningokokal meningitis).

Kondisi yang membuat jemaah haji lebih berisiko terkena meningitis

Terdapat beberapa kondisi yang membuat seseorang menjadi lebih berisiko terkena meningitis, seperti:

  • Berusia lebih dari 60 tahun
  • Memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti diabetes melitus dan gagal ginjal kronis
  • Terganggunya sistem imun di tubuh
  • Berada di area yang padat penduduk
  • Penah melakukan kontak dengan penderita meningitis secara langsung
  • Penderita HIV
  • Memiliki riwayat kecanduan alkohol dan sirosis hati
  • Sedang mengalami infeksi seperti sinusitis
  • Memiliki kelainan bentuk tulang kranial atau tengkorak.

Apabila ada jemaah yang masuk ke dalam salah satu dari kelompok di atas, maka sebaiknya lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan, agar tidak tertular meningitis saat beribadah di tanah suci.

Cegah penularan meningitis saat ibadah haji dengan cara ini

Agar ibadah yang dijalani bisa berjalan lebih tenang dan sehat, tidak ada salahnya para jemaah juga melakukan beberapa langkah pencegahan meningitis tambahan selain vaksin, seperti:

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun

Penyebaran bakteri bisa dicegah dengan rutin mencuci tangan dengan sabun. Cucilah tangan dengan benar menggunakan sabun, setiap sebelum dan setelah makan. Anda juga dianjurkan untuk mencuci tangan setelah berada di tempat ramai atau setelah menggunakan toilet umum.

  • Jaga kebersihan

 Jemaah disarankan untuk tidak makan atau minum menggunakan alat makan yang sama dengan orang yang tidak dikenal. Selain itu, hindari juga menggunakan kosmetik seperti lip balm, atau sikat gigi bersamaan dengan orang lain.

  • Jalani pola hidup sehat

Menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, olahraga, serta istirahat yang cukup, juga bisa membantu mencegah penularan meningitis. Jemaah disarankan untuk memperbanyak makan buah, sayur, dan gandum utuh.

Selain itu, apabila ingin bersin atau batuk di tempat umum, tutuplah mulut dan hidung menggunakan tangan atau tisu.

Langkah-langkah di atas, juga baik untuk menjaga kesehatan jemaah selama melaksanakan ibadah haji karena dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit lain selain meningitis. Tubuh yang sehat akan membantu ibadah berjalan lebih lancar.

Penulis:
dr. Dieni Ananda Putri
Dokter Umum
RS Azra Bogor

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/meningitis/symptoms-causes/syc-20350508
Diakses pada 11 Juli 2019

WHO. https://www.who.int/csr/disease/meningococcal/impact/en/
Diakses pada 11 Juli 2019

Medscape. https://www.medscape.com/answers/232915-10668/what-are-risk-factors-for-meningitis
Diakses pada 11 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed