Kenapa Antibiotik Harus Dihabiskan? Cek Bahayanya Bila Dilakukan


Banyak bahaya menanti jika Anda berhenti minum obat tanpa anjuran dokter. Itulah alasan kenapa antibiotik harus dihabiskan, bahkan meski Anda merasa sudah baikan.

(0)
05 Nov 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Alasan kenapa antibiotik harus dihabiskan adalah mencegah resistensi antibiotikMInum antibiotik harus sesuai dengan resep dokter
Ketika dokter meresepkan antibiotik, dosis dan lama konsumsi selalu didasarkan pada penelitian terbaik yang dilakukan para ahli. Mengonsumsinya sesuai resep akan membuat bakteri yang menjadi sumber penyakit mati sepenuhnya. Inilah jawaban utama kenapa antibiotik harus dihabiskan.Pada saat tubuh merasa lebih baik setelah mengonsumsi antibiotik bukan berarti infeksi hilang sepenuhnya. Bahkan jika gejala hilang pun tetap diragukan bahwa hal tersebut karena hilangnya infeksi. Menghentikan konsumsi obat berdasarkan perasaan pribadi bukan tindakan cerdas.Memang ada beberapa ahli yang berpendapat bahwa memberikan antibiotik juga harus memperhatikan respon tubuh. Artinya, jika memang tubuh sudah merasa sehat seharusnya penghentian konsumsi bisa dilakukan. Hanya saja, penelitian ini menyatakan bahwa hal itu mungkin bisa untuk kasus ringan. Selain itu, klaim ini masih memerlukan banyak bukti.

Beberapa jawaban kenapa antibiotik harus dihabiskan

Salah satu risiko jika konsumsi antibiotik dihentikan di tengah jalan adalah resistensi bakteri pada antibiotik. Isu ini kian mengkhawatirkan karena sudah menjadi masalah global. Yang dikhawatirkan dari resistensi ini karena bukan hanya memengaruhi pasien, namun kemungkinan juga pada orang-orang yang ada di sekitarnya.Semua orang susah menghinda dari risiko terinfeksi bakteri resisten Justru, risiko kian besar untuk orang-orang yang memiliki penyakit tertentu, misal penyakit kronis. Yang sangat ditakutkan adalah munculnya berbagai masalah kesehatan karena antibiotik tidak mempan mengatasi penyakit.Mereka yang menjalani pengobatan penyakit masih sangat tergantung pada efektivitas antibiotik. Pasien yang melakukan penggantian sendi, transplantasi organ, terapi kanker, dan pengobatan penyakit kronis seperti asma, diabetes, dan rheumatoid arthritis tentu akan kesulitan jika antibiotik tak ampuh lagi.Penghentian pemakaian antibiotik sebelum waktunya bisa mengubah bakteri menjadi lebih kuat. Bakteri ini kemudian dapat kebal dari antibiotik sehingga obat tidak bisa bekerja optimal. Selain mewariskan kekebalan pada turunannya, bakteri juga bisa menyebarkan kekebalan tersebut pada bakteri lainnya.Mereka yang terkena bakteri yang sudah resisten alias kebal antibiotik akan mengalami beberapa hal berikut:
  • Penyakit lebih parah
  • Lebih lama untuk sembuh
  • Harus mengunjungi dokter lebih sering
  • Dirawat di rumah sakit lebih lama dari biasanya
  • Harus mengonsumsi antibiotik dengan dosis lebih tinggi
  • Obat yang harus dikonsumsi kemungkinan lebih mahal
  • Makin rentan kehilangan nyawa jika terkena infeksi bakteri
Adapun beberapa bakteri yang sering ditemukan sudah mengalami resistensi antibiotik antara lain:
  • Bakteri penyebab meningitis
  • Bakteri penyebab penyakit menular seksual
  • Bakteri penyebab infeksi pada kulit
  • Bakteri penyebab infeksi saluran kencing
  • Bakteri penyebab infeksi pada saluran napas, seperti pneumonia

Langkah cerdas mengonsumsi antibiotik

Banyak bahaya yang menjadi alasan kenapa antibiotikl harus dihabiskan. Untuk menghindari bahaya tersebut, beberapa langkah yang harus dilakukan ketika memakai antibiotik adalah:
  • Tanyakan kepada dokter antibiotik apa yang tepat untuk infeksi yang Anda derita
  • Pastikan minum sesuai resep dokter
  • Pastikan mengonsumsi obat hingga habis
  • Jangan melewatkan waktu minum obat
  • Jangan mengonsumsi antibiotik sisa
  • Jangan mengonsumsi antibiotik untuk orang lain meski dengan kondisi medis yang sama
  • Segera beri tahu dokter jika ada efek samping saat mengonsumsi antibiotik
Langkah lain yang bisa diambil adalah jangan menggunakan antibiotik jika mengalami kondisi berikut:
  • Batuk
  • Pilek
  • Flu
  • Bronkitis
  • Flu perut
  • Infeksi sinus tertentu
  • Infeksi telingan tertentu
Selain tidak menolong, hal tersebut akan membuat penyakit di atas tetap menular dan mungkin akan menimbulkan efek samping yang berbahaya.Adapun antisipasi yang bisa dilakukan untuk mengurangi pemakaian antibiotik adalah:
  • Jangan pernah memaksa dokter memberi Anda antibiotik. Diskusikanlah mengenai alternatif lain yang mungkin efektif megobati penyakit yang diderita.
  • Hindarkan diri dari infeksi bakteri maupun virus dengan cara rajin menjaga kebersihan. Jika Anda tidak terinfeksi, maka tak ada alasan untuk mengonsumsi antibiotik.
  • Lakukan suntik vaksin sebagaimana yang direkomendasikan. Hal ini penting guna melindungi tubuh dari infeksi bakteri.
  • Konsumsilah makanan atau minuman yang diolah dengan baik agar terhindar dari bakteri. Caranya antara lain hindari mengonsumsi susu mentah, cuci tangan dengan sabun, dan simpan makanan dengan baik.
Deretan fakta di atas cukup untuk menjawab kenapa antibiotik harus dihabiskan. Setelah mengetahui deretan fakta di atas, sudah saatnya kita bahu-membahu menghindarkan bakteri mendapatkan kekebalan terhadap antibiotik.Penasaran kenapa antibiotic harus dihabiskan dan akibat buruknya? Anda bisa konsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
infeksi bakteriantibiotikminum obat
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5661683/
Diakses pada 5 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/consumer-health/in-depth/antibiotics/art-20045720
Diakses pada 5 November 2020
WHO. https://www.who.int/features/qa/stopping-antibiotic-treatment/en/
Diakses pada 5 November 2020
FDA. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/combating-antibiotic-resistance
Diakses pada 5 November 2020
CDC. https://www.cdc.gov/drugresistance/about.html
Diakses pada 5 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait