Kondisi pra menopause setiap perempuan berbeda satu dengan lainnya
Wanita tidak hanya mengalami periode menopause, tetapi juga periode pra menopause.

Ketika seorang perempuan menginjak usia lebih dari 40 atau 50 tahun, ada satu “tamu” yang kedatangannya tak terelakkan, yaitu menopause. Namun sebelum memasuki masa menopause, Anda akan melewati periode pra menopause.

Apa Itu Pra Menopause?

Ada banyak versi yang mendefinisikan apa itu pra menopause. Para ahli kesehatan sepakat bahwa pra menopause adalah periode ketika fungsi ovarium mulai menurun. Tentu saja, kondisi pra menopause setiap perempuan berbeda satu dengan lainnya.

Bagi sebagian orang, pra menopause bisa berlangsung selama tiga sampai empat tahun, ada juga yang hanya beberapa bulan saja.

Beberapa wanita tidak terlalu merasakan perubahan signifikan pada periode ini dan langsung memasuki masa menopause.

Hormon dan Pra Menopause

Lebih jauh lagi, pra menopause terkait dengan perubahan hormon. Salah satu hormon yang sangat berperan dalam periode ini adalah hormon utama perempuan, yaitu estrogen.

Ingat ketika Anda setiap bulan mendapatkan menstruasi? Itu artinya sirkulasi hormon estrogen sedang naik dan turun secara stabil. Memprediksinya pun mudah, rata-rata selama 27-30 hari masa ovulasi.

Namun ketika memasuki masa pra menopause, sirkulasi hormon estrogen tak lagi bisa diprediksi dengan mudah. Periode menstruasi bisa jadi lebih singkat atau lebih lama, diiringi dengan berbagai gejala lainnya.

Tanda-tanda Pra Menopause

Transisi dari periode menstruasi bulanan menuju menopause ini bisa berbeda-beda pada setiap perempuan. Ada yang mulai merasakan di pertengahan usia 30-an atau terkadang ketika menginjak usia kepala 4 dan 5.

Berikut ini beberapa tanda-tanda pra menopause yang dirasakan tubuh:

  1. Menstruasi Tidak Lancar

Ketika periode menstruasi semakin tak bisa diprediksi dan hal ini terjadi terus menerus, bisa jadi Anda sedang mengalami pra menopause. Contohnya, bulan ini Anda mendapat menstruasi tanggal 15. Namun bulan depan, mundur hingga tanggal 29.

Jika selisih hanya sekitar tujuh hari, bisa jadi Anda mengalami awal pra menopause. Namun, semakin jauh jarak antarperiode menstruasi, semisal mencapai 60 hari, itu artinya Anda berada di periode akhir pra menopause.

  1. Sensasi Panas (Hot Flashes)

Familiarkah Anda dengan istilah hot flashes? Ini adalah kondisi ketika tubuh merasakan sensasi panas dari dalam dan luar. Durasinya pun bervariasi dan bisa terjadi ketika tidur di malam hari.

Jadi, jika Anda terbangun dengan tubuh berkeringat, bisa jadi merupakan tanda-tanda pra menopause.

  1. Perubahan Mood

Mood perempuan saat PMS bisa jadi adalah hal yang paling dihindari orang di sekitar Anda. Perubahan moodnya benar-benar tak bisa ditebak. Rupanya, hal ini juga akan berlanjut ketika masa pra menopause.

  1. Kesuburan Menurun

Saat proses ovulasi menjadi tak stabil, kesuburan Anda akan menurun. Meski demikian, selama Anda masih berada dalam siklus menstruasi, kemungkinan untuk hamil masih terbuka lebar.

Perbedaan Pra Menopause dengan Menopause Dini

Meski sama-sama berhubungan dengan menopause, pra menopause adalah hal yang berbeda dengan menopause dini. Pra menopause adalah periode “transisi” dari masa menstruasi teratur hingga menopause.

Sedangkan menopause dini adalah ketika ovarium berhenti menghasilkan hormon di usia yang lebih muda. Biasanya hal ini terjadi ketika usia masih belum menginjak 40 tahun. Penyebabnya pun beragam, seperti faktor keturunan, gaya hidup, hingga gangguan organ reproduksi.

Hal terpenting yang perlu dilakukan menjelang periode pra menopause adalah membekali diri dengan apa saja yang akan terjadi. Semakin Anda siap dan tahu apa tanda-tanda pra menopause serta efek sampingnya, semakin mulus pula transisi jelang menopause yang Anda alami.

Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/womens-health/perimenopause-rocky-road-to-menopause
Diakses pada 30 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/perimenopause/symptoms-causes/syc-20354666
Diakses pada 30 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/menopause/guide/guide-perimenopause#1
Diakses pada 30 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed