Kenali Tahapan Penyakit Hati Hingga Menyebabkan Gagal Hati

Penderita gagal hati berisiko mengalami peradangan hati, koma, hingga kematian
Penyakit hati yang parah dapat menyebabkan gagal hati

Gagal hati terjadi ketika organ hati tidak lagi bisa menjalankan fungsinya seperti menghasilkan protein darah atau menyaring substansi berbahaya bagi tubuh. Sebelum gagal hati terjadi, ada tahapan penyakit hati yang dialami penderitanya.

Data Kementerian Kesehatan RI pertengahan tahun 2018 lalu, setidaknya 20 juta pasien di Indonesia menderita penyakit hati kronis. Mari kenali penyakit hati lebih jauh.

[[artikel-terkait]]

Tahapan penyakit hati

Kerusakan pada hati bisa terakumulasi lewat beberapa tahapan. Setiap tahapan akan berpengaruh terhadap fungsi hati dengan cara yang berbeda-beda.

Berikut ini tahapan penyakit hati hingga menyebabkan gagal hati:

1. Peradangan

Tahap awal ini disebut juga inflamasi yang belum terlalu parah. Sebenarnya, peradangan adalah reaksi tubuh ketika akan melawan infeksi atau menyembuhkan luka.

Namun apabila peradangan ini terus berlanjut, maka hati akan mengalami kerusakan. Mengingat tahapan ini masih sangat awal, penderitanya biasanya tidak merasakan apa-apa.

2. Fibrosis

Apabila peradangan hati tidak ditangani, akan timbul luka atau scar pada hati. Jaringan parut akan menggantikan jaringan hati yang sehat. Proses ini disebut fibrosis.

Kondisi ini tak hanya menghambat kinerja hati, tapi juga mencegah darah mengalir lewat hati. Konsekuensinya, bagian hati yang luka harus bekerja keras mengambil alih kinerja bagian yang rusak.

3. Sirosis

Tahap penyakit hati selanjutnya disebut sirosis. Di titik ini, jaringan sehat hati semakin sedikit. Jika dibiarkan, akan terjadi gagal hati.

Beberapa gejala yang dirasakan antara lain mudah mengalami luka atau berdarah, penumpukan air di abdomen atau lutut, kuning pada kulit dan mata, hingga kulit kerap terasa gatal.

Tak hanya itu, racun juga bisa menumpuk pada penderita penyakit hati tahap ini. Akibatnya, penderita akan sulit untuk menjaga konsentrasi, daya ingat, kualitas tidur, dan fungsi mental lainnya.

Lebih jauh lagi, sirosis bisa menyebabkan komplikasi termasuk kanker hati. Bagi banyak orang, mereka baru menyadari gangguan hati saat sudah ada di tahap ini karena gejalanya semakin nyata.

4. End-Stage Liver Disease (ESLD)

Ini adalah tahapan keempat dari penyakit hati. Umumnya, penderitanya tak bisa lagi mengembalikan fungsi hati seperti semula selain dengan cara transplantasi hati.

5. Kanker Hati

Ketika sel tidak sehat terus bertumbuh di hati, maka kanker hati bisa terjadi. Biasanya, faktor risiko utamanya adalah sirosis dan hepatitis B. Meski demikian, kanker hati bisa terjadi pada tahap apapun seperti sirosis.

Tahap akhir: gagal hati

Saat seseorang sudah melewati beberapa tahapan penyakit hati di atas, artinya gagal hati sudah semakin nyata. Semua fungsi hati tidak lagi bisa dijalankan dan mengancam nyawa.

Gejala awal yang terjadi biasanya rasa mual, hilang nafsu makan, hingga diare. Semakin serius, penderitanya akan merasakan disorientasi dan kantuk berlebihan hingga berisiko menyebabkan koma dan kematian.

Perawatan harus segera diberikan, termasuk dengan memberikan transplantasi hati. Dokter akan mengambil diagnosis lewat beberapa tahapan seperti melihat rekam medis, tes darah, CT scan, hingga biopsi.

Artikel Terkait

Banner Telemed