Kenali Ragam Gangguan Mata pada Anak agar Orang Tua Lebih Waspada

(0)
25 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Mengucek mata bisa menjadi salah satu gejala adanya Gangguan mata pada anakGangguan mata pada anak bisa ditandai dengan sering mengucek mata
Kesehatan mata termasuk hal penting dalam perkembangan anak, terutama dalam proses belajar. Terlebih, terdapat sejumlah gangguan mata yang umum terjadi pada anak-anak. Jadi penting untuk mengamati kesehatan mata Si Kecil dan memeriksakannya secara berkala.Anak-anak juga umumnya tidak mengerti bahwa perkembangan atau kondisi matanya tidak normal. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk mengenali tanda gangguan mata pada anak sedini mungkin.

Mengenali gangguan mata pada anak

Berikut adalah beberapa perilaku atau kondisi yang bisa menandakan bahwa penglihatan anak Anda terganggu:
  • Sering menggosok-gosok mata, meski saat tidak mengantuk
  • Sangat sensitif pada cahaya, seperti sering menutupi matanya di tempat terang
  • Sulit untuk fokus
  • Sulit mengikuti pergerakan suatu objek
  • Sering mengalami mata berair
  • Pergerakan mata atau posisi antar kedua bola mata tampak tidak seimbang
  • Sering mengalami mata merah
  • Terdapat titik putih di bagian hitam bola mata.
  • Sulit melihat benda atau tulisan pada jarak dekat seperti pelajaran di papan tulis
  • Kerap memicingkan mata
  • Duduk terlalu dekat dengan televisi ketika menonton
  • Menutup salah satu mata saat membaca atau menonton televisi
  • Kurang suka melakukan aktivitas yang membutuhkan penglihatan jarak dekat atau jarak jauh, seperti membaca, mewarnai, atau bermain tangkap bola
  • Sering mengeluh sakit kepala
  • Sering tersandung atau menabrak sesuatu
Anda perlu mengamati tanda-tanda di atas. Bila anak Anda sepertinya mengalami gangguan mata, segera periksakan ke dokter mata agar dapat ditangani segera.

Berbagai gangguan mata pada anak yang umum terjadi

Berikut adalah beberapa gangguan mata yang dapat terjadi pada anak:
  • Mata malas

Mata malas atau amblyopia adalah gangguan penglihatan yang umumnya terjadi hanya pada salah satu mata. Kondisi ini terjadi akibat adanya gangguan koordinasi atau informasi antara otak dan pergerakan mata, di mana otak tidak mengenali pandangan dari salah satu mata.Seiring berjalannya waktu, otak lebih suka menerima informasi dari mata yang sehat saja dan membuat mata yang sakit semakin lemah dan malas. Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak.Mata malas perlu diatasi sedini mungkin sebelum anak berusia 8 tahun. Pasalnya, gangguan mata ini bisa saja menyebabkan masalah penglihatan permanen pada mata yang malas.
  • Mata juling

Mata juling atau strabismus adalah kondisi di mana posisi mata satu dengan lainnya tidak selaras. Kondisi ini terjadi pada sekitar 4% anak-anak.Pada mata juling, bola mata mungkin tampak saling menjorok ke dalam atau menjauh keluar. Kondisi ini perlu diatasi sedini mungkin. Penanganannya bisa dilakukan dengan operasi atau penggunaan kacamata khusus.
  • Rabun jauh, rabun dekat, dan silinder

Rabun jauh (mata minus), rabun dekat (mata plus), dan mata silinder (astigmatisme) termasuk gangguan refraktif pada mata. Kondisi ini terjadi akibat bentuk mata yang tidak dapat menempatkan cahaya yang masuk dengan tepat sehingga pandangan tampak kabur.Gangguan refraktif perlu diatasi. Jika dibiarkan, gangguan penglihatan lain seperti mata malas bisa saja terjadi. Gangguan mata pada anak ini biasa diatasi dengan penggunaan kacamata sesuai kondisinya.
  • Penyumbatan saluran air mata

Sekitar 20% bayi lahir dengan saluran air mata yang tersumbat. Kondisi ini menyebabkan aliran air mata terhambat sehingga mata menjadi berair, iritasi, bahkan mengalami infeksi.Penyumbatan saluran air mata dapat ditangani dengan teknik pijat tertentu hingga tindakan medis guna membuka saluran air mata yang tersumbat.

Catatan dari SehatQ

Gangguan mata pada anak bisa menganggu proses perkembangannya, baik dalam proses belajar maupun bermain. Bila anak Anda mengalami gejala atau salah satu gangguan mata di atas, segera periksakan ke dokter mata untuk mendapatkan saran yang tepat.Tidak lupa, lakukan juga pemeriksaan kesehatan secara berkala agar kesehatan mata selalu terpantau. Anak perlu menjalani pemeriksaan mata secara berkala sejak usia 6 bulan, kemudian sekali lagi di usia 3-5 tahun. Setelah itu, lakukan pengecekan mata buah hati setiap tahun hingga ia berusia 17 tahun.Pemeriksaan mata mungkin dapat lebih jarang bila anak tidak mengalami gangguan mata apapun. Namun frekuensinya dapat lebih sering bila anak mengidap masalah mata tertentu. Dokter mata akan membantu Anda untuk menentukannya.
astigmatismegangguan matamata minus
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/parents/preschool.htm
Diakses pada 25 Agustus 2020
American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/common-childhood-diseases-conditions
Diakses pada 25 Agustus 2020
American Optometric Association. https://www.aoa.org/patients-and-public/caring-for-your-vision/comprehensive-eye-and-vision-examination/recommended-examination-frequency-for-pediatric-patients-and-adults
Diakses pada 25 Agustus 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/vision.html
Diakses pada 25 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait