Kenali Penyebab Wasting pada Anak dan Cara Mengatasinya

(0)
23 Apr 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Wasting ditandai dengan tubuh anak yang tidak proporsionalBerat badan anak yang mengalami wasting tidak sebanding dengan tinggi badannya
Selain stunting, wasting juga bisa terjadi pada anak-anak. Di tahun 2018, prevalensi balita wasting di Indonesia mencapai angka 10,19 persen. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai permasalahan serius, bahkan hingga meningkatkan risiko kematian anak.Sayangnya, tidak semua orangtua memahami apa itu wasting sehingga banyak yang abai atau tidak tahu mengenai permasalahan gizi pada balita ini. Untuk memahami apa itu wasting, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Apa itu wasting?

Wasting adalah kondisi kekurangan gizi yang disebabkan tidak terpenuhinya asupan nutrisi atau adanya penyakit pada anak. Kondisi ini bisa menyebabkan berat badan anak berkurang drastis atau berada di bawah angka normal.Akibatnya, tubuh anak menjadi tidak proporsional karena berat badannya yang kurus tidak sepadan dengan tinggi badannya. Usia dan jenis kelamin juga berperan dalam memengaruhi wasting pada anak.Anak-anak yang berada pada kelompok usia 0-5 tahun cenderung memiliki kemungkinan yang lebih tinggi mengalami wasting, dibandingkan anak-anak pada kelompok usia 5-9 tahun. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, kondisi ini lebih sering dialami anak laki-laki.

Tanda-tanda wasting pada anak

anak wasting
Anak wasting terlihat lebih lesu
Secara fisik, tubuh anak yang mengalami wasting akan terlihat tidak proporsional. Maksudnya, tinggi badan mereka terus bertambah, tapi berat badannya terlalu kurus. Tak jarang, mereka juga terlihat lebih lesu atau lemas dan tulang-tulang di tubuhnya pun bisa menonjol. Selain itu, berikut adalah tanda-tanda wasting lainnya yang perlu diwaspadai:
  • Persentil indeks massa tubuh (IMT) anak kurang dari 5 persen
  • Bagi anak balita, perbandingan berat badan terhadap tinggi badannya kurang dari -2 standar deviasi (SD)
  • Lingkar lengan atas kurang dari 110 mm.
Jika anak menunjukkan tanda tersebut, segera bawa ke dokter supaya wasting tidak berkembang lebih parah dan membahayakan anak. Selain itu, ingatlah bahwa gizi yang cukup sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak.

Penyebab wasting pada anak

Penyebab wasting adalah asupan gizi yang kurang atau terjadinya penyakit. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan wasting, yaitu infeksi pencernaan dan infeksi saluran pernapasan.Selain itu, infeksi pada mulut dan gigi, gangguan fungsi usus, hiperaktivitas, perubahan metabolisme, gangguan nafsu makan, atau efek samping obat tertentu, juga bisa memengaruhi wasting pada anak. Beberapa faktor risiko wasting pada anak yang harus orangtua perhatikan, yaitu:

1. Asupan makanan tidak bergizi

Anak yang sering diberi makanan tidak bergizi memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami wasting. Sebab, asupan makanan yang dikonsumsi tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisnya. 

2. Makanan terbatas dan pilihannya tidak beragam

Wasting juga bisa terjadi apabila jumlah makanan yang ada terbatas atau tidak banyak pilihan makanan. Hal ini menyebabkan anak tidak bisa mendapatkan asupan gizi yang mencukupi sehingga berat badannya bisa semakin menurun.

3. Kebersihan lingkungan yang buruk

Kebersihan lingkungan yang buruk, terutama sulit mendapatkan air bersih, dapat menjadi penyebab balita wasting. Jika air yang tercemar digunakan untuk minum, memasak, atau mencuci sayur dan buah, maka anak lebih berisiko terkena infeksi yang memicu wasting.

4. Kurangnya akses ke pelayanan kesehatan.

Akses ke pelayanan kesehatan yang tidak memadai juga dapat menyebabkan wasting pada anak tidak terdeteksi atau tertangani dengan baik. 

Dampak wasting pada anak

anak wasting sakit perut
Anak wasting mengalami peurunan sekresi asam lambung
Wasting pada anak tidak boleh disepelekan. Berat badan yang tidak proporsional jika dibandingkan dengan tinggi badan dapat menyebabkan sejumlah dampak, yaitu:
  • Pergerakan lambung melambat 
  • Penurunan sekresi asam lambung
  • Anemia
  • Trombositopenia
  • Berkurangnya volume jantung
  • Hilangnya kekuatan otot-otot pernapasan
  • Penumpukan lemak dalam hati
  • Mudah terserang infeksi TBC, bronkitis, dan pneumonia
  • Sering menangis
  • Cenderung menjadi apatis
  • Gangguan kognitif
  • Menurunnya prestasi belajar
  • Kurang bergaul dengan sesama anak
  • Gangguan tingkah laku
  • Meningkatnya risiko kematian.
Berdasarkan data WHO, secara global, wasting menyumbang sekitar 4,7 persen dari seluruh kematian anak berusia di bawah 5 tahun. Untuk menghindarinya, sejumlah cara dapat Anda lakukan.

Cara mengatasi wasting pada anak

Karena wasting merupakan masalah gizi pada balita yang cukup serius, penanganan yang tepat perlu dilakukan untuk mengatasinya. Berikut adalah langkah-langkah penanganan wasting yang bisa Anda lakukan.
  • Memberi anak makanan padat energi untuk membantu meningkatkan berat badannya, seperti kacang-kacangan dan produk yang berasal dari hewan
  • Memberi makanan bergizi seimbang yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur-mayur, dan buah-buahan
  • Memberi formula ready to use therapeutic food (RUTF), yaitu makanan padat bentuk pasta yang diperkaya dengan zat gizi berupa vitamin dan mineral untuk memulihkan balita wasting
  • Memberi suplemen penambah berat badan jika diperlukan
  • Berkonsultasi pada layanan konseling gizi
  • Mengobati penyakit yang mendasari wasting pada anak
  • Pantau berat badan anak menggunakan Kartu Menuju Sehat. Kartu ini digunakan untuk mencatat perkembangan anak.
Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut seputar wasting, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
berat badan idealkesehatan anakgizi anak
WHO. https://www.who.int/health-topics/malnutrition#tab=tab_1
Diakses pada 09 April 2021
WHO. https://www.who.int/nutrition/topics/globaltargets_wasting_policybrief.pdf
Diakses pada 09 April 2021
Kemkes. https://www.kemkes.go.id/article/view/19081600004/kemenkes-tingkatkan-status-gizi-masyarakat.html
Diakses pada 09 April 2021
Kemkes. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20190613/3130528/fomula-ready-to-use-therapeutic-atasi-balita-wasting/
Diakses pada 09 April 2021
Lib UI. http://lib.ui.ac.id/naskahringkas/2016-06/S-PDF-Abdulla%20Emir%20Pramudya#:~:text=Wasting%20adalah%20suatu%20keadaan%20kekurangan,yang%20inadekuat%20dan%20adanya%20penyakit.
Diakses pada 09 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait