Kenali Penyebab Vagina Bau Bawang dan Cara Mengatasinya


Kondisi vagina bau bawang bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk di antaranya adalah makanan, kebersihan yang tidak terjaga, perubahan hormon, infeksi, hingga fistula.

0,0
14 Jul 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Vagina bau bawang dapat disebabkan karena makanan hingga infeksiVagina bau bawang dapat disebabkan oleh sejumlah hal
Vagina atau secara alami mengeluarkan keputihan untuk menjaga kesehatannya dan mencegah infeksi bakteri atau penyebab iritasi. Namun, sebagian wanita dapat mengalami vagina bau bawang atau aroma menyengat lainnya akibat cairan keputihan yang keluar.Keputihan bau bawang dapat mengindikasikan adanya infeksi atau gangguan kesehatan lainnya yang perlu diwaspadai. Maka dari itu, mari kenali lebih lanjut berbagai penyebab dan cara mengatasi keputihan bau bawang.

Penyebab vagina bau bawang

Vagina yang sehat tidak memiliki aroma yang spesifik. Setiap wanita memiliki aroma yang unik dan bisa berubah sepanjang bulan. Meski demikian, vagina biasanya memiliki aroma yang ringan dan alami.Maka dari itu, kondisi Miss V bau bawang sebaiknya tidak disepelekan. Berikut adalah sejumlah kemungkinan penyebabnya.

1. Bawang

Mengonsumsi makanan yang beraroma tajam, misalnya bawang bombay atau bawang putih, bisa memengaruhi aroma tubuh seseorang. Oleh karena itu, mengonsumsi banyak bawang juga dapat membuat keringat bau bawang.Saat keringat bercampur dengan keputihan, kondisi ini dapat memicu vagina bau bawang. Akan tetapi, makanan hanya dapat memengaruhi bau badan jika seseorang mengonsumsinya secara rutin dan berlebihan.

2. Kebersihan vagina yang buruk

Vagina memiliki cara membersihkan diri secara alami dengan mengeluarkan keputihan. Namun, menjaga kebersihan di area ini juga sangat penting, khususnya karena vagina terletak dekat dengan uretra atau saluran keluarnya urine.Vagina bau bawang bisa terjadi saat Anda tidak membersihkan sisa urine dengan baik dan menyeluruh. Sehingga, sisa urine yang mengering ditambah bakteri vagina memicu munculnya aroma tidak sedap seperti bawang.

3. Perubahan hormon

Saat terjadi perubahan siklus menstruasi, seperti kehamilan atau perimenopause, kadar hormon juga dapat mengalami perubahan.Aroma keputihan biasanya semakin kentara saat terjadi peningkatan kadar estrogen di dalam tubuh. Kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab keputihan bau bawang.

4. Infeksi patogen

Keputihan bau bawang bisa juga menjadi tanda adanya gangguan kesehatan atau infeksi pada area Miss V. Berikut adalah beberapa infeksi yang mungkin dapat menyebabkan masalah ini.
  • Vaginosis bakter

Vaginosis bakteri adalah infeksi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di vagina. Kondisi ini paling umum terjadi pada wanita berusia 15-44 tahun.Selain vagina bau bawang atau beraroma tajam, gejala vaginosis bakteri lainnya meliputi cairan keputihan encer berwarna putih atau abu-abu, terasa sakit, dan sensasi terbakar (menyengat).
  • Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menyebabkan keputihan bau bawang. Keputihan akibat trikomoniasis bisa berwarna kuning atau hijau dan dapat disertai dengan iritasi vulva.
  • Infeksi jamur

Perkembangbiakan jamur di atas normal pada vagina dapat menyebabkan infeksi. Miss V bau bawang yang disebabkan infeksi jamur dapat ditandai dengan keputihan kental berwarna putih, gatal, terbakar, dan kemerahan di sekitar vulva. Meskipun demikian, infeksi jamur umumnya tidak berbau.

5. Fistula rektovaginal

Fistula rektovaginal adalah lubang abnormal antara rektum dan vagina. Kondisi ini terjadi saat bagian bawah usus besar bocor ke dalam vagina. Isi usus dapat bocor melalui fistula dan menyebabkan gas atau tinja keluar melalui vagina.Kondisi ini dapat menyebabkan bau tidak biasa yang sering dikira sebagai bau vagina. Fistula rektovaginal merupakan kondisi yang jarang terjadi dan dapat disebabkan oleh cedera atau penyakit pencernaan, seperti penyakit Crohn dan radang usus.Berbagai penyebab di atas sebenarnya tidak hanya berlaku pada vagina bau bawang saja, melainkan juga kondisi vagina berbau pada umumnya.

Cara mengatasi vagina bau bawang

Celana dalam wanita
Mengganti celana dalam secara rutin bantu jaga kebersihan vagina
Cara mengatasi keputihan bau bawang dilakukan berdasarkan penyebabnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi vagina bau bawang, di antaranya:
  • Keputihan bau bawang yang disebabkan makanan dapat kembali normal dalam 48 jam. Anda bisa minum air putih yang banyak untuk membantu membersihkannya.
  • Menjaga kebersihan di area sekitar vagina secara rutin dapat menjadi cara mengatasi keputihan bau bawang. Mandilah dengan sabun yang lembut dan ganti celana dalam secara teratur, gunakan celana dalam dari katun yang bersih dan tidak ketat, serta jaga agar kondisi vagina dan celana Anda dalam tidak lembap.
  • Vagina bau bawang akibat infeksi harus didiagnosis oleh dokter. Dokter dapat memberikan pengobatan sesuai dengan jenis infeksinya, termasuk obat antibiotik.
  • Cara mengatasi keputihan bau bawang akibat fistula rektovaginal umumnya diatasi dengan pembedahan. Dokter juga dapat meresepkan obat untuk mencegah infeksi dan peradangan.
Jika kondisi vagina bau bawang tidak berubah setelah mengubah diet dan meningkatkan kebersihan di area vagina, sebaiknya konsultasikan masalah ini ke dokter.Begitu juga jika masalah ini disertai dengan gejala lain, seperti iritasi, peradangan, demam, atau keputihan yang tidak biasa, segera periksakan kondisi ini ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
keputihankesehatan vagina
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/vagina-smells-like-onions#rectovaginal-fistula
Diakses 14 Juli 2021
Metro United Kingdom. https://metro.co.uk/2020/02/24/vagina-smell-like-garlic-onions-12291739/
Diakses 14 Juli 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322059#diagnosis-and-treatment
Diakses 14 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait