Stroke adalah penyakit yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak sehingga pasokan darah ke otak terhambat
Penyebab stroke adalah terhambatnya pasokan darah ke otak akibat adanya penyumbatan pembuluh darah di otak

Stroke adalah penyakit tak menular yang menyebabkan kematian. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi dan kerusakan pada otak. Hakikatnya, penyebab stroke adalah terhambatnya pasokan darah ke otak.

Stroke ada banyak jenisnya dan meskipun penyebab stroke secara umum sama, tetapi jenis yang berbeda memberikan karakteristik yang berbeda pula.

[[artikel-terkait]]

Jenis-jenis dan penyebab stroke

Ada berbagai jenis stroke yang terjadi di dunia:

  • Stroke perdarahan (hemorrhagic stroke)

Penyebab stroke perdarahan adalah karena keluarnya darah dari pembuluh darah yang robek atau rusak. Stroke perdarahan dapat menyebabkan iritasi dan pembengkakan yang berujung pada kerusakan otak.

Munculnya stroke pendarahan dapat diakibatkan oleh hipertensi atau adanya benjolan di pembuluh arteri yang dapat melebar dan pecah (aneurisma). Stroke perdarahan terbagi menjadi dua jenis, yaitu perdarahan intraserebral dan perdarahan subarachnoid.

Pada pendarahan intraserebral, penyebab stroke adalah karena pecahnya pembuluh arteri di jaringan otak itu sendiri. Pendarahan intraserebral adalah jenis stroke pendarahan yang umum terjadi.

Sementara perdarahan subarachnoid lebih jarang terjadi dan pendarahan terjadi pada daerah di antara otak dan jaringan tipis yang melapisi otak.

  • Stroke iskemik

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling sering terjadi di dunia. Sekitar 87% stroke yang terjadi merupakan jenis iskemik Penyebab stroke iskemik adalah adanya gumpalan darah yang menghalangi penyaluran darah ke otak.

Gumpalan darah muncul karena adanya tumpukan lemak pada bagian dalam dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Bagian dari tumpukan lemak tersebut bisa patah dan menyumbat pembuluh darah. Saat itulah penderita membutuhkan penanganan khusus.

Sama seperti stroke pendarahan, stroke iskemik juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke trombotik dan stroke embolik. Penyebab stroke trombotik adalah penyumbatan gumpalan darah di pembuluh darah pada otak.

Sedangkan penyebab stroke embolik adalah berpindahnya gumpalan darah atau plak pada bagian tubuh tertentu ke pembuluh darah otak. Gumpalan darah atau plak tersebut nantinya akan menyumbat pembuluh darah otak.

  • Stroke ringan (transient ischemic attack)

Penyebab stroke ringan adalah tersumbatnya pembuluh darah di otak yang terjadi selama kurang dari lima menit.

Meskipun hanya terjadi sementara, stroke ringan merupakan kondisi yang gawat dan merupakan pertanda akan terjadinya stroke yang lebih parah.

  • Stroke batang otak

Penyebab stroke batang otak dapat berupa penyumbatan ataupun perdarahan. Pada kasus yang jarang terjadi, penyebab stroke batang otak adalah cedera pada pembuluh darah akibat pergerakan kepala dan leher yang dilakukan secara mendadak.

Jika penyebab stroke batang otak adalah karena penyumbatan, maka melancarkan pembuluh darah harus segera dilakukan agar penderita dapat segera pulih kembali.

Gejala stroke batang otak sulit dideteksi, tetapi berikut adalah gejalanya, yaitu pusing, vertigo, ketidakseimbangan tubuh, kesulitan berbicara, berkurangnya kesadaran akan sekitar, dan melihat benda secara berbayang (double vision).

Bagaimana mencegah stroke?

Mengindari penyebab stroke dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup Anda sejak dini! Beberapa gaya hidup sehat yang bisa diterapkan adalah:

  • Berhenti merokok

    Merokok tidak hanya dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan kanker paru, tetapi juga bisa menambah kemungkinan terserang stroke.

    Hal ini karena perilaku merokok mampu mengecilkan pembuluh arteri dan meningkatkan risiko menggumpalnya darah. Dengan berhenti merokok, Anda bisa menjaga kesehatan fisik dan mencegah salah satu penyebab stroke.
  • Mengurangi konsumi alkohol

Tidak hanya menambah berat badan, konsumsi alkohol yang berlebih bisa memicu hipertensi dan detak jantung yang tak beraturan. Kedua hal tersebut bisa mengarah ke stroke.



  • Pola makan sehat

    Pola makan yang sehat mampu menurunkan risiko stroke, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. Pola makan yang bisa diterapkan adalah pola makan yang rendah lemak dan tinggi serat dengan memperbanyak konsumsi biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayur-mayur.

    Selain menerapkan pola makan sehat, Anda juga perlu menghindari konsumsi makanan yang tinggi garam dan makanan yang diproses. Sebaiknya jangan konsumsi lebih dari enam gram garam yang setara dengan satu sendok teh garam.
  • Mengatasi kondisi medis yang meningkatkan risiko stroke

Kondisi medis tertentu, seperti hipertensi mampu meningkatkan risiko mengidap stroke. Oleh karenanya, segera atasi kondisi medis yang dialami dengan mengunjungi dokter.


  • Olahraga teratur

    Olahraga secara teratur mampu menghindarkan Anda dari kolesterol dan tekanan darah tinggi yang bisa mengarah ke stroke. Anda sangat dianjurkan untuk berolahraga ringan ataupun intens setidaknya 150 menit per minggunya 

Kenali ciri-cirinya!

Segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda atau kerabat Anda mengalami tanda-tanda dari stroke, seperti kesulitan untuk tersenyum kesulitan mengangkat lengan, serta kesulitan untuk berbicara atau mengulang kalimat.

Penanganan dini dapat mengurangi risiko komplikasi dan kerusakan otak yang dapat dialami oleh penderita stroke.

Artikel Terkait

Banner Telemed