Kenali Penyebab Pneumonia Seperti yang Dialami oleh Pelatih Juventus

Bantuan alat pernapasan diperlukan jika pneumonia yang diderita menyebabkan gangguan napas
Cara mengobati pneumonia salah satunya dengan pergi ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat

Kabar mengejutkan datang dari pelatih sepakbola Juventus, Maurizio Sarri. Pelatih berusia 60 tahun tersebut dikabarkan menderita pneumonia sehingga harus melakukan perawatan khusus. Bahkan sebelumya, ia juga mengalami flu terus menerus.

Sebenarnya ada berbagai hal yang dapat menjadi penyebab pneumonia. Pada kasus Sarri, kebiasaan merokok yang berlebihan diduga menjadi penyebab dari penyakitnya tersebut.

Benarkah merokok menjadi penyebab pneumonia?

Pneumonia yang terjadi pada pelatih klub sepakbola Juventus digadang-gadang disebabkan oleh kebiasaannya dalam merokok. Namun, perlu Anda ketahui bahwa merokok bukanlah penyebab langsung dari pneumonia.

Akan tetapi, merokok menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena pneumonia. Merokok bisa merusak sistem kekebalan tubuh sehingga Anda lebih rentan terkena infeksi baik yang disebabkan oleh virus, bakteri ataupun yang lainnya.

Ketika Anda merokok, maka risiko Anda untuk terkena pneumonia lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Bukan hanya itu, merokok juga dapat merusak paru-paru Anda sehingga memicu berbagai penyakit paru-paru.

Oleh sebab itu, bahaya merokok tentu haruslah dicegah dengan cara berhenti merokok. Anda harus ingat bahwa memiliki kebiasaan merokok hanya akan membahayakan diri Anda sendiri. Selain merokok, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena pneumonia yaitu:

  • Memiliki penyakit kronis, seperti halnya asma parah, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau penyakit jantung
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti orang yang menderita HIV, orang yang menjalani kemoterapi atau orang yang pernah menjalani transplantasi organ
  • Mengonsumsi obat-obatan atau alkohol secara berlebihan

Apa saja penyebab pneumonia?

Pneumonia adalah infeksi yang menyerang kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada penderita pneumonia, kantung udara (alveoli) terisi oleh cairan ataupun nanah sehingga kondisi ini tentu harus diwaspadai.

Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai kuman, umumnya yaitu bakteri dan virus yang terdapat di udara. Biasanya sistem kekebalan tubuh akan melawan kuman tersebut, namun terkadang kuman dapat mengalahkan sistem kekebalan tubuh hingga terjadilah infeksi. Adapun penyebab pneumonia yang mungkin terjadi, di antaranya:

  • Bakteri

Bakteri Streptococcus pneumoniae menjadi penyebab pneumonia paling umum pada orang dewasa. Selain itu, ada juga bakteri Mycoplasma pneumoniae yang menyebabkan walking pneumonia dengan gejala lebih ringan.

Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri biasanya hanya menyerang satu area paru-paru. Selain itu, pneumonia karena bakteri juga kadang terjadi setelah Anda mengalami infeksi lain yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh seperti halnya flu. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi dengan sendirinya tanpa didahului oleh infeksi lain.

  • Virus

Setiap virus yang menyerang saluran pernapasan dapat menyebabkan pneumonia, termasuk virus yang menyebabkan flu ataupun virus pernapasan syncytial (RSV).

Pneumonia yang disebabkan oleh virus cenderung lebih ringan daripada yang disebabkan oleh bakteri, dan seringkali membaik dalam waktu 1-3 minggu. Kondisi ini paling umum terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun.

  • Jamur

Infeksi jamur dapat menyebabkan pneumonia, terutama pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau memiliki penyakit kronis seperti HIV dan kanker.

Pneumonia karena jamur cukup jarang terjadi, namun jamur yang menyebabkannya dapat ditemukan di tanah ataupun kotoran burung. Adapun jamur yang bisa menyebabkan pneumonia, salah satunya yaitu Pneumocystis pneumonia.

  • Aspirasi

Aspirasi terjadi ketika Anda menghirup partikel benda asing, seperti halnya air liur, sisa makanan, atau cairan tertentu yang selanjutnya terperangkap di salah satu atau kedua paru-paru.

Benda asing yang terperangkap tersebut, dapat meningkatkan keberadaan bakteri hingga menyebabkan infeksi yang memicu terjadinya pneumonia.

Mengenali gejala pneumonia

Gejala pneumonia bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung pada penyebab infeksi, dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Gejala pneumonia yang ringan mirip dengan gejala flu, namun akan berlangsung lebih lama. Sementara gejala pneumonia yang umum terjadi, yaitu:

  • Nyeri dada ketika bernapas atau batuk
  • Kebingungan atau penurunan kesadaran
  • Batuk berdahak
  • Kelelahan
  • Demam, berkeringat dan menggigil kedinginan
  • Suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh normal
  • Mual, muntah, dan diare
  • Sesak napas

Ketika Anda merasakan gejala pneumonia, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan mendiagnosa, dan menentukan penanganan yang tepat untuk Anda.

Cara mengobati pneumonia

Pneumonia tentu harus segera diobati agar tidak semakin berlarut, dan berujung pada komplikasi. Lakukan hal-hal berikut ini agar pneumonia yang Anda alami tidak semakin parah:

  • Pergi ke dokter. Dokter akan meresepkan obat yang sesuai dengan jenis pneumonia Anda. Selain obat untuk menyembuhkan pneumonia, dokter juga akan memberi obat untuk meringankan gejala yang Anda rasakan.
  • Istirahat cukup. Bila diperlukan, lakukan rawat inap di rumah sakit.
  • Minum banyak cairan agar tetap terhidrasi sehingga membantu menipiskan lendir yang kental.
  • Gunakan masker penutup mulut karena pneumonia dapat menular.

Selain tips yang sudah disebutkan di atas, mulailah melakukan gaya hidup sehat dengan menghindari rokok dan rajinlah berolahraga.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204
Diakses pada 21 Agustus 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/pneumonia-causes-risk-factors-770691
Diakses pada 21 Agustus 2019

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/pneumonia/
Diakses pada 21 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/aspiration-pneumonia#treatment
Diakses pada 21 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/walking-pneumonia-vs-pneumonia#treatment
Diakses pada 21 Agustus 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/151632.php
Diakses pada 21 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed