Kenali Penyebab Osteoporosis, Faktor Risiko, dan Cara Mencegahnya


Osteoporosis ditandai dengan kerapuhan tulang dan terkait dengan asupan kalsium yang kurang. Penyebab osteoporosis, bisa karena gangguan hormon, obat-obatan, hingga gaya hidup tidak sehat.

0,0
08 Apr 2019|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab osteoporosisKurang kalsium merupakan salah satu penyebab osteoporosis
Osteoporosis adalah penyakit yang ditandai dengan menurunnya tingkat kepadatan tulang. Salah satu penyakit muskuloskeletal ini lebih rentan dialami oleh wanita yang sudah memasuki usia lanjut. Namun, bukan berarti kaum pria bisa benar-benar 'bebas' dari ancamannya. Lantas, apa penyebab osteoporosis dan bagaimana cara mencegahnya?

Penyebab Osteoporosis

Menurut laporan dari National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseasessekitar 53 juta orang di Amerika Serikat menderita osteoporosis atau setidaknya berisiko besar untuk mengalami penyakit tersebut.Osteoporosis memang kerap dikaitkan dengan lansia. Kendati tidak sepenuhnya salah, Anda perlu memahami bahwasanya penyakit ini turut dipengaruhi oleh tingkat kepadatan tulang saat masih berusia muda. Mengapa demikian?Idealnya, tulang akan mengalami regenerasi secara berkala, Tulang yang mengeropos lantas akan diganti dengan tulang yang baru agar massanya tetap terjadi atau bahkan mengalami peningkatan. Namun, proses regenerasi ini mulai mengalami perlambatan dari sejak usia 20 tahun-an.Akibatnya, terjadi penurunan massa tulang karena lambatnya pertumbuhan tulang 'pengganti'. Hal ini tak lepas dari sejumlah faktor penyebab osteoporosis, yaitu:

1. Gangguan hormon

Banyak hormon dalam tubuh yang dapat memengaruhi proses pergantian tulang. Jika seseorang memiliki masalah pada kelenjar penghasil hormon, maka mereka memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis.Kondisi-kondisi hormon yang dapat menjadi penyebab osteoporosis, di antaranya:
  • Hipotiroidisme
  • Gangguan pada kelenjar adrenal, seperti sindrom Cushing
  • Hormon seks yang berkurang (estrogen dan testosteron)
  • Gangguan pada kelenjar di bawah otak
  • Hiperparatirodisme

2. Kekurangan kalsium

Kekurangan kalsium juga menjadi penyebab tulang keropos pada lansia. Seperti yang kita ketahui, kalsium adalah mineral yang berperan penting dalam proses pembentukan tulang.Penelitian telah membuktikan bahwa kurangnya asupan kalsium berdampak signifikan terhadap kesehatan tulang. Tak heran, pada penderita osteoporosis acap kali ditemukan rendahnya kadar kalsium di dalam tubuh. 

3. Kekurangan vitamin D

Selain kalsium, kurangnya kadar nutrisi lain yakni vitamin D juga turut menjadi faktor penyebab osteoporosis pada lansia. Pasalnya, vitamin D ini berperan dalam membantu penyerapan kalsium oleh tubuh.Akibat kurangnya asupan vitamin D, otomatis penyerapan kalsium menjadi terhambat sehingga berujung pada menipisnya kadar mineral tersebut di dalam tulang. 

4. Efek samping obat-obatan

Osteoporosis juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat antikejang dan sejumlah kortikosteroid (kortison, hidrokortison, prednison, glukokortisoid).

5. Kondisi medis tertentu

Sejumlah kondisi medis seperti gangguan pencernaan, fibrosis kistik, dan multiple myeloma pun tak luput dari faktor penyebab penyakit osteoporosis pada lansia. Masalah lainnya yang dianggap sebagai penyebab pengeroposan tulang adalah ekskresi kalsium abnormal. Ini merupakan kondisi ketika kalsium sulit diserap oleh tubuh sehingga yang terjadi justru mineral tersebut keluar dengan mudahnya melalui urine. 

6. Rokok dan Alkohol

Gaya hidup tidak sehat juga menjadi faktor penyebab osteoporosis pada lansia bahkan orang yang masih dalam usia produktif sekalipun. Salah satu gaya hidup tidak sehat yang dimaksud adalah mengonsumsi rokok dan minuman beralkohol dalam jumlah banyak. Menurut penelitian, baik rokok maupun alkohol sama-sama mengandung zat yang jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menghambat proses penyerapan kalsium oleh tubuh.

7. Jarang berolahraga

Selain rokok dan alkohol, jarang berolahraga adalah contoh gaya hidup tidak sehat lainnya yang bisa menjadi penyebab osteoporosis. Sama seperti organ tubuh lainnya, tulang juga harus senantiasa dilatih agar tetap sehat dan kuat. Olahraga adalah salah satu cara untuk melatih tulang tersebut. Itu sebabnya, jarang berolahraga bisa menyebabkan risiko tulang keropos meningkat. Mulai dari sekarang, lakukan olahraga untuk mencegah osteoprosis agar risiko Anda terkena penyakit ini di usia senja kelak dapat diminimalisir. 

Faktor risiko osteoporosis

Selain penyebab osteoporosis di atas, faktor-faktor lainnya yang meningkatkan risiko penyakit tulang ini antara lain:
  • Riwayat osteoporosis dalam keluarga
  • Riwayat patah tulang pinggul orang tua
  • Jumlah BMI 19 atau di bawahnya
  • Penggunaan jangka panjang kortikosteroid oral yang dapat memengaruhi kekuatan tulang
  • Memiliki gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia
  • Sering merokok dan mengonsumsi alkohol
  • Rematik
  • Masalah malabsorpsi, seperti yang ditemui dalam penyakit Celiac dan Crohn
  • Beberapa obat-obatan untuk kanker payudara dan prostat yang memengaruhi tingkat hormon

Cara mencegah osteoporosis

Mengingat dampak negatifnya bagi tubuh, maka sudah selayaknya Anda melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap penyakit ini. Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah osteoporosis antara lain sebagai berikut:
  • Olahraga teratur
  • Mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D
  • Mencukupi kebutuhan protein
  • Tidak merokok dan minum minuman beralkohol
  • Menjalani pemeriksaan medis secara rutin
Untuk mengetahui lebih lanjut seputar penyebab osteoporosis dan cara mencegahnya, silahkan chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ agar lebih mudah dan cepat. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play. 
osteoporosispenyakit tulanggangguan lansiakesehatan lansia
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/osteoporosis/causes/
Diakses pada Oktober 2018
NIH. https://www.bones.nih.gov/health-info/bone/osteoporosis/conditions-behaviors/bone-smoking
Diakses pada Oktober 2018
NIH. https://www.bones.nih.gov/health-info/bone/osteoporosis/overview
Diakses pada Oktober 2018
Grand Times. http://www.grandtimes.com/articles/Osteoporosis.html
Diakses pada Oktober 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait