Kenali Penyebab Osteoporosis Berikut untuk Mencegahnya di Kemudian Hari

Penyebab osteoporosis, yaitu hipotiridisme, gangguan pada kelenjar adrenal, dan hormon seks yang berkurang
Kurang kalsium dapat menyebabkan osteoporosis

Jika Anda adalah perempuan dan berumur lebih dari 50 tahun, Anda memiliki risiko 40% kemungkinan menderita osteoporosis. Potensi ini lebih tinggi dibandingkan dengan risiko terkena kanker payudara ataupun ovarium. Lebih buruk lagi, sekitar 50% pasien tidak akan kembali pulih dari penyakit tulang keropos ini dan lebih 20% akan meninggal dalam kurun waktu 6 bulan.

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa osteoporosis ditandai dengan kerapuhan tulang dan terkait dengan asupan kalsium yang kurang. Kalsium berguna untuk membangun tulang dan gigi. Sejak lahir hingga pertengahan usia 20-an, tulang kita akan terus tumbuh dan membutuhkan kalsium untuk melakukannya. Tujuan periode pertumbuhan ini adalah untuk mencapai massa tulang puncak yang tebal, padat dengan mineral, dan bertulang.

Massa tulang puncak ini hanya dapat dikendalikan hingga usia pertengahan 20-an. Bagaimana cara Anda menjaganya akan memengaruhi risiko osteoporosis di kemudian hari. Dari pertengahan 20-an hingga usia 50 tahun, kepadatan tulang relatif stabil. Ini menandakan bahwa seberapa banyak kalsium yang Anda konsumsi tidak akan membuat tulang Anda semakin padat. Tujuan selanjutnya adalah menjaganya untuk tetap kuat dan meminimalkan pengeroposan tulang yang terkait dengan penuaan.

Penyebab Osteoporosis

Banyak hormon dalam tubuh yang dapat memengaruhi proses pergantian tulang. Jika seseorang memiliki masalah pada kelenjar penghasil hormon, maka mereka memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis.

Kondisi-kondisi hormon yang dapat menjadi penyebab osteoporosis, di antaranya:

  • Hipotiroidisme
  • Gangguan pada kelenjar adrenal, seperti sindrom Cushing
  • Hormon seks yang berkurang (estrogen dan testosteron)
  • Gangguan pada kelenjar di bawah otak
  • Hiperparatirodisme

Sementara itu, faktor-faktor lainnya yang meningkatkan risiko osteoporosis, antara lain:

  • Riwayat osteoporosis dalam keluarga
  • Riwayat patah tulang pinggul orang tua
  • Jumlah BMI 19 atau di bawahnya
  • Penggunaan jangka panjang kortikosteroid oral yang dapat memengaruhi kekuatan tulang
  • Memiliki gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia
  • Sering merokok dan mengonsumsi alkohol
  • Rematik
  • Masalah malabsorpsi, seperti yang ditemui dalam penyakit Celiac dan Crohn
  • Beberapa obat-obatan untuk kanker payudara dan prostat yang memengaruhi tingkat hormon
  • Tidak aktif secara fisik dalam waktu lama, seperti bed rest jangka panjang

Mengatasi Osteoporosis dengan Diet

Tubuh kita sebenarnya hanya menyerap sekitar 30-35% dari total kalsium yang terdapat pada makanan. Kalsium yang tidak dapat terserap sebagian besar dikeluarkan dalam urine atau feses.

Maka dari itu, Anda perlu melakukan diet untuk osteoporosis yang bertujuan untuk mencegah atau mengatasi masalah tulang rapuh. Diet ini bermanfaat untuk membangun serta memertahankan tulang yang kuat sepanjang sisa hidup Anda.

Sesuaikan diet Anda dengan beberapa cara di bawah ini untuk mengatasi osteoporosis:

1. Mengonsumsi Kalsium dan Vitamin D

Kalsium dan vitamin D merupakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tulang. Mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D akan sangat membantu dalam memertahankan kesehatan tulang.

2. Konsumsi Protein Secukupnya

Terlalu banyak mengonsumsi protein akan menganggu kesehatan tulang. Konsumsi protein secukupnya sesuai dengan kebutuhan tubuh.

3. Perhatikan Kandungan Natrium

Natrium yang berlebihan akan mengganggu tulang. Batasi natrium sebanyak 2400 mg dalam sehari dan hindari makanan dengan natrium tinggi.

4. Kurangi Kafein dan Alkohol

Kafein dan alkohol dapat memengaruhi metabolisme dan massa tulang puncak. Kurangi dan batasi konsumsi kafein dan alkohol demi kesehatan tulang.

5. Mengonsumsi Buah dan Sayur

Buah dan sayur memiliki peran penting dalam kesehatan tulang. Maka dari itu, mulailah diet sehat dengan mengonsumsi buah dan sayuran untuk mencegah osteporosis. Manfaatnya tidak hanya untuk tulang, namun juga dapat dirasakan untuk tubuh Anda.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/osteoporosis/causes/
Diakses pada Oktober 2018

Grand Times. http://www.grandtimes.com/articles/Osteoporosis.html
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed