Kenali Penyebab Mata Merah yang Paling Sering Terjadi

Penyebab mata merah yang tidak serius masih bisa diatasi dengan obat tetes mata dari apotek
Penyebab mata merah bisa diakibatkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah karena sindrom mata kering

Saat sedang fokus bekerja atau sedang asyik melakukan aktivitas yang disukai, tiba-tiba salah satu teman Anda menatap dengan cemas dan menunjuk mata Anda seraya menanyakan apa yang terjadi dengan mata Anda.

Mata merah adalah salah satu jenis gangguan pada mata yang umum terjadi. Penyebab mata merah yang tidak diketahui tentunya dapat membuat resah, karena tidak hanya mengundang perhatian, mata merah bisa jadi indikasi dari adanya gangguan pada mata.

Apa saja penyebab mata merah?

Penyebab mata merah tidak serta merta terjadi begitu saja. Terdapat beragam penyebab mata merah, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Berikut adalah beberapa penyebab mata merah yang mungkin dialami.

  • Sindrom mata kering (dry eyes)

Sindrom mata kering dapat menjadi penyebab mata merah. Sindrom mata kering diakibatkan oleh rendahnya produksi air mata, komposisi air mata yang tidak tepat untuk menutrisi dan melembabkan mata, atau karena air mata yang cepat menguap.

Mungkin sindrom mata kering terdengar remeh, tetapi bila dibiarkan, sindrom mata kering tidak hanya sekedar menjadi penyebab mata merah, tetapi juga bisa memicu luka di kornea atau bahkan kebutaan.

Beberapa gejala sindrom mata kering yang dapat dialami adalah sensasi panas atau menusuk di mata, mata merah dan sakit, kelopak mata yang berat, penglihatan yang kabur, kelelahan di mata, sensasi seperti ada benda asing di mata.

Sindrom mata kering akan makin terasa tidak nyaman saat Anda sedang menonton televisi atau membaca. Sindrom mata kering juga bisa membuat Anda merasa tidak nyaman saat sedang menggunakan lensa kontak.

  • Alergi

Apabila Anda memiliki alergi tertentu, seperti alergi debu, serbuk sari, dan sebagainya, penyebab mata merah yang dialami bisa dikarenakan alergi tersebut. Alergi yang menjadi penyebab mata merah bisa diiringi dengan keluarnya air mata, sensasi panas di mata, dan rasa gatal.

Anda juga bisa merasakan gejala alergi lainnya, seperti hidung tersumbat ataupun bersin-bersin.

  • Konjungtivitis

Konjungtivitis atau peradangan pada permukaan kelopak mata bagian dalam dan lapisan yang melapisi bagian mata yang berwarna putih bisa menimbulkan iritasi pada pembuluh darah di mata yang menjadi penyebab mata merah.

Umumnya, konjungtivitis disebabkan oleh infeksi virus, tetapi infeksi bakteri, senyawa klorin dalam kolam renang, alergi, ataupun iritan dapat memicu terjadinya konjungtivitis. Konjungtivitis karena infeksi bakteri atau virus bisa menyebar melalui kontak langsung.

Gejala konjungtivitis umumnya meliputi adanya kerak pada kelopak mata atau bulu mata, adanya kotoran berwarna putih, hijau, atau kuning yang keluar dari mata, keluar banyak air mata, mata yang terasa panas atau gatal, menurunnya penglihatan, dan mata yang menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.

  • Perdarahan subkonjungtiva

Perdarahan subkonjungtiva adalah kondisi saat pembuluh darah di mata pecah dan menjadi penyebab mata merah. Pecahnya pembuluh darah dapat membuat darah menumpuk dan menimbulkan warna merah pada bagian mata yang berwarna putih.

Pecahnya pembuluh darah di mata bisa diakibatkan karena mengucek mata secara berlebih, cedera di mata, mengangkat beban yang terlalu berat, mata yang terlalu tegang karena fokus dalam waktu yang lama, bersin atau batuk yang terlalu keras, atau muntah secara berlebih.

Perdarahan subkonjungtiva biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak menimbulkan gangguan penglihatan. Saat Anda mengalami perdarahan subkonjungtiva, Anda akan mengalami mata merah dan sensasi gatal.

Meskipun terlihat dan terdengar mengerikan, tetapi perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri setelah beberapa hari.

  • Luka di kornea

Luka di kornea merupakan penyebab mata merah yang diakibatkan oleh cedera pada mata yang kemudian dapat terinfeksi oleh bakteri, virus, jamur, dan sebagainya. Luka di kornea juga dapat disebabkan oleh penggunaan lensa kontak.

Luka di kornea yang tidak ditangani secara tepat bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan dan bahkan kehilangan mata.

Luka di kornea dapat menimbulkan gejala seperti, rasa sakit dan nyeri di mata, adanya kotoran yang keluar dari mata, mata merah, mata yang sensitif terhadap cahaya, adanya titik putih pada kornea, dan penglihatan yang berkurang.

  • Glaukoma

Glaukoma tidak hanya menjadi penyebab mata merah, tetapi juga menjadi salah satu penyebab dari kebutaan pada orang yang berusia 60 tahun ke atas. Umumnya, glaukoma tidak menimbulkan rasa sakit.

Glaukoma diakibatkan oleh adanya penumpukan cairan di bagian depan mata yang menimbulkan tekanan di mata dan merusak saraf optik mata.

Gejala dari glaukoma yang akut dan jarang terjadi adalah sakit kepala, mual dan muntah, penglihatan yang menurun atau kabur, rasa sakit di mata yang parah, adanya lingkaran cahaya atau pelangi di penglihatan.

Bagaimana penanganan mata merah?

Penanganan dan pengobatan tergantung dari penyebab mata merah. Apabila mata merah disebabkan oleh konjungtivitis, maka mata merah masih bisa ditangani dengan kompresan air hangat di rumah.

Bila Anda mengalami konjungtivitis, selalu cuci tangan dengan sabun sebelum memegang benda-benda di sekitar untuk mencegah penularan. Apabila mata merah diiringi dengan rasa sakit dan perubahan pada penglihatan, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter.

Dokter dapat memberikan penanganan berupa pemberian larutan NaCL atau cairan infus untuk membersihkan mata dari iritan, antibiotik, ataupun obat tetes mata.

Bila mata merah yang dialami sudah parah, dokter mungkin akan menyarankan menggunakan penutup mata untuk meminimalisasi paparan cahaya, mencegah infeksi dari luar dan mendukung penyembuhan mata yang lebih cepat.

Apa saja pencegahan mata merah?

Tentunya mengetahui penyebab mata merah tidaklah cukup, Anda perlu mengetahui beberapa tips untuk mencegah munculnya mata merah. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Bersihkan make-up dari wajah tiap harinya
  • Selalu cuci tangan, terutama setelah bersentuhan dengan orang yang mengalami infeksi mata
  • Bersihkan lensa kontak secara teratur
  • Saat mata terkontaminasi dengan iritan atau senyawa tertentu, segera basuh dengan obat cuci mata atau air
  • Hindari iritan atau senyawa yang bisa memicu mata merah
  • Jangan gunakan lensa kontak terlalu lama atau lebih dari yang direkomendasikan
  • Hindari aktivitas yang menyebabkan ketegangan pada mata

Catatan dari SehatQ

Umumnya, penyebab mata merah bukanlah sesuatu yang serius, tetapi Anda tetap perlu ke dokter apabila:

  • Mata merah yang dialami tidak kunjung sembuh lebih dari satu minggu
  • Rasa sakit di mata yang parah
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Ada perubahan pada penglihatan, seperti penurunan atau mengaburnya penglihatan
  • Mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin atau heparin
  • Adanya kotoran yang keluar dari mata
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Ada lingkaran putih atau halo di sekitar sumber cahaya, seperti lampu, dan sebagainya

Anda tidak perlu sungkan ke dokter, karena pemeriksaan dan penanganan yang tepat dapat menghindarkan Anda dari masalah mata yang lebih parah. Anda wajib pergi ke dokter apabila Anda mengalami cedera di mata.

Healthline. https://www.healthline.com/health/eye-redness#seeing-a-doctor
Diakses pada 07 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/316179.php
Diakses pada 07 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/why-eyes-red#1
Diakses pada 07 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed