Uji panggul dan pap smear bisa mendeteksi kanker vagina lebih awal
Meski tidak ada langkah pasti untuk mencegah kanker vagina, Anda tetap bisa mengurangi risikonya.

Kanker vagina terjadi ketika sel-sel ganas terbentuk di vagina, yang merupakan saluran penghubung rahim dengan bagian luar tubuh. Vagina disebut pula sebagai jalan lahir, karena merupakan jalur keluarnya bayi, dalam persalinan spontan.

Kanker yang dimulai dari vagina sangatlah jarang terjadi. Biasanya, beberapa jenis kanker dari tempat lain di tubuh, menyebar ke vagina. Kanker vagina yang terdeteksi pada tahap awal, memiliki peluang untuk sembuh.

Sayangnya, kanker vagina yang telah menyebar ke luar vagina, lebih sulit untuk diobati.

Kanker vagina dimulai saat terjadi mutasi genetik

Penyebab kanker vagina belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, kanker dimulai ketika sel-sel mengalami mutasi genetik, yang mengubahnya menjadi abnormal, sehingga berkembang di luar kendali, dan tidak mati.

Meski belum diketahui secara pasti penyebabnya, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terhadap kanker vagina, sebagai berikut.

  • Usia di atas 60 tahun
  • Infeksi human papillomavirus (HPV), yang dapat menyebabkan kelainan prakanker.
  • Paparan obat pencegah keguguran, yaitu diethylstilbestrol (DES), yang digunakan pada bulan-bulan awal kehamilan.
  • Riwayat kanker serviks atau prakanker
  • Memiliki banyak pasangan seksual
  • Melakukan hubungan intim pada usia dini
  • Konsumsi alkohol
  • Merokok
  • Infeksi HIV

Gejala kanker vagina

Kanker vagina awal mungkin tidak menyebabkan gejala apapun. Akan tetapi, seiring perkembangannya kanker vagina dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Perdarahan vagina yang tidak biasa, terutama saat berhubungan intim atau setelah menopause
  • Terdapat benjolan di vagina
  • Cairan vagina yang berbau menyengat
  • Pendarahan pada vagina yang tidak normal
  • Nyeri panggul
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Sering buang air kecil
  • Buang air kecil yang menyakitkan
  • Sembelit

Jika memiliki gejala di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter. Perlu diingat, kanker vagina tidak selalu menunjukkan gejala. Jadi, berkonsultasilah pada dokter tentang kemungkinan pemeriksaan kanker vagina.

4 Jenis kanker vagina

Ada 4 jenis kanker vagina, yaitu karsinoma sel skuamosa vagina, adenokarsinoma vagina, melanoma vagina, serta sarcoma vagina.

1. Karsinoma sel skuamosa vagina

Kanker ini dimulai pada sel datar dan tipis, yang melapisi permukaan vagina. Ini merupakan jenis kanker vagina yang paling umum terjadi.

2. Adenokarsinoma vagina

Kanker ini dimulai pada sel kelenjar di permukaan vagina. Sel-sel ini lebih cenderung menyebar ke daerah lain.

3. Melanoma vagina

Kanker ini dimulai pada sel-sel penghasil pigmen (melanosit), atau warna kulit vagina. Melanoma cenderung memengaruhi bagian bawah atau luar vagina.

4. Sarkoma vagina

Kanker ini dimulai pada sel-sel jaringan ikat, tulang atau otot di dinding vagina. Sarkoma terbentuk jauh di dinding vagina, bukan di permukaanya.

Kanker vagina dapat menyebar (bermetastasis) ke area yang jauh, seperti paru-paru, hati, dan tulang. Dokter bisa menyarankan pemeriksaan pap smear, kolposkopi, serta biopsi, untuk mendiagnosis kanker vagina.

Jika menemukan kanker dalam vagina Anda, dokter akan merekomendasikan operasi, terapi radiasi, atau kemoterapi.

Langkah-langkah pencegahan kanker vagina

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker vagina. Akan tetapi, Anda dapat mengurangi risiko terhadap penyakit tersebut dengan cara berikut ini.

1. Menjalani uji panggul dan tes pap smear

Dengan menjalani tes tersebut, maka kanker vagina dapat terdeteksi lebih awal. Diskusikan dengan dokter mengenai waktu pemeriksaan tersebut.

2. Menerima vaksin HPV

Pemberian vaksin HPV dilakukan untuk mencegah infeksi HPV, sehingga dapat mengurangi risiko kanker vagina, dan kanker lainnya.

3. Menghindari rokok dan alkohol

Merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, dapat meningkatkan risiko kanker vagina. Biasakan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, dan rutinlah berolahraga.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginal-cancer/symptoms-causes/syc-20352447
Diakses pada 20 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/what-is-vaginal-cancer
Diakses pada 20 April 2019

Cancer.org. https://www.cancer.org/cancer/vaginal-cancer/about/what-is-vaginal-cancer.html
Diakses pada 20 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed