Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Penyakit Moon Face

Moon face dapat disebabkan oleh obesitas
Moonface adalah penyakit yang bisa membuat wajah Anda bengkak, layaknya bentuk bulan yang bulat.

Pernahkah Anda mendengar penyakit yang bisa membuat wajah seseorang terlihat bulat, layaknya bulan? Dalam dunia medis, hal ini dikenal dengan sebutan moon face atau moon facies. Moon face adalah kondisi medis yang bisa berdampak buruk pada kepercayaan diri pengidapnya.

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa moon face bisa terjadi? Sebenarnya, moon face muncul saat lemak ekstra, tertumpuk di bagian sisi wajah seseorang. Akibatnya, wajah seseorang bisa membengkak dan berbentuk bulat. Bagaimana penjelasannya secara lebih lanjut?

Moon face adalah penyakit akibat hormon kortisol, apa gejala dan penyebabnya?

Jika wajah seseorang terlihat bulat, atau bengkak, maka tentu saja, rasa percaya diri akan menurun. Bisa jadi, penderitanya malu untuk bersosialisasi atau sekeadar ke luar rumah.

Penyakit moon face adalah kondisi medis yang bisa disebabkan oleh obesitas ataupun Cushing syndrome. Itulah sebabnya, orang-orang sering menyebutnya sebagai Cushingoid.

Pelepasan hormon kortisol tinggi, juga bisa menjadi penyebab dari moon face. Kondisi ini disebut juga dengan hyperadrenocorticalism atau hypercortisolism. Kortisol diproduksi oleh kelenjar adrenal, yang ada di atas ginjal.

Kortisol atau yang juga dikenal sebagai hormon stres, memiliki peran sebagai respons tubuh terhadap stres. Hormon ini sangat penting bagi tubuh. Namun jika kadarnya berlebihan, ada banyak gejala buruk yang bisa dirasakan. Tidak hanya moon face, tapi juga munculnya jerawat, sakit kepala, tekanan darah tinggi, mudah memar, berat badan bertambah, hingga kulit menipis.

Beberapa hal di bawah ini juga bisa menyebabkan wajah bengkak atau moon face:

  • Angioedema (pembengkakan di bawah lapisan kulit akibat reaksi alergi)
  • Reaksi transfusi darah
  • Reaksi alergi, seperti rhinitis alergi, disengat lebah, hingga demam
  • Selulitis (infeksi bakteri pada kulit)
  • Konjungtivitis (radang mata)
  • Reaksi obat, termasuk yang disebabkan oleh aspirin, penisilin, sulfa, serta glukokortikoid
  • Operasi rahang, hidung, hingga kepala
  • Cedera pada wajah
  • Malnutrisi yang sudah parah
  • Obesitas
  • Abses gigi
  • Infeksi pada rongga sinus (sinusitis)

Jika beberapa gejala di bawah ini muncul, bisa jadi penyakit moon face sedang Anda rasakan:

  • Wajah membulat secara bertahap
  • Wajah membengkak
  • Sisi-sisi wajah menjadi bulat
  • Telinga tidak dapat terlihat, jika wajah dilihat dari depan
  • Lemak menumpuk di sisi tulang tengkorak

Beberapa penyebab lain, juga bisa “mengundang” datangnya hypercortisolism dan gejala moon face, seperti:

  • Peningkatan jumlah hormon adrenokortikotropik (ACTH) dari kelenjar hipofisis, yang membuat ACTH mendorong kelenjar adrenal untuk memproduksi kortisol
  • Tumor non-hipofisis, misalnya tumor paru-paru, pankreas, atau timus, yang juga dapat mengakibatkan pelepasan homron ACTH dalam jumlah besar
  • Munculnya kanker, hingga tumor jinak di kelenjar adrenal
  • Penggunaan jangka panjang obat steroid, seperti prednison, yang mampu mengatasi kondisi rheumatoid arthritis dan penyakit autoimun lainnya.

Apakah gejala moon face selalu sama pada setiap orang?

Gejala yang ditimbulkan moon face pada tiap orang dapat berbeda-beda pada anak-anak, wanita, ataupun pria.

  • Pada anak-anak

Tak hanya bagi orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami moon face meskipun perkembangannya lebih jarang jika dibandingkan dengan orang dewasa. Menurut sebuah studi tahun 2019, sekitar 10 persen kasus moon face baru terjadi pada anak-anak. Gejala tambahan yang kerap terjadi pada anak-anak adalah kegemukan, tingkat pertumbuhan yang lebih lambat, dan munculnya tekanan darah tinggi (hipertensi)

  • Pada wanita

Moon face memang lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria. Bahkan menurut National Institutes of Health (NIH), kondisi moon face bisa terjadi tiga kali lebih banyak pada wanita. Gejala tambahan wanita dengan kondisi moon face adalah tumbuhnya rambut berlebihan pada area-area wajah, leher
dada, perut, paha, dan disertaimenstruasi yang tidak teratur. Dalam beberapa kasus, menstruasi bahkan bisa sama sekali tidak terjadi.

  • Pada pria

Sama halnya dengan anak-anak dan wanita, pria dengan kondisi moon face juga dapat mengalami beberapa gejala tambahan. Biasanya gejala tambahan yang terjadi pada pria adalah disfungsi ereksi, hilangnya minat seksual, dan penurunan kesuburan.

Moon face dan penggunaan steroid

Penggunaan steroid jangka panjang, seperti prednison, bisa menyebabkan banyak tanda dan gejala, yang sama seperti Cushing syndrome, hingga moon face. Walaupun penggunaan obat steroid jenis ini umum dipakai, banyak dari penggunanya tidak mengetahui penyebab dari pembengkakan wajah yang terjadi.

Prednison tidak hanya menyebabkan lemak berkumpul di sisi wajah (moon face), tapi juga pada belakang leher (buffalo hump). Untuk menghindari moon face, sebaiknya pelajari dosis normal dan jangka waktu rekomendasi penggunaan obat kostikosteroid.

Dosis normal dari obat-obatan kortikosteroid berbeda-beda. Sebagai contoh, obat kortikosteroid jenis prednison, yang sering menyebabkan moon face.

Bagi remaja dan orang dewasa, dosis normal dari prednison oral (sirup dan tablet) adalah 5-200 miligram (mg). Tentu saja, frekuensi Anda dalam mengonsumsinya, harus sesuai dengan anjuran dokter.

Untuk anak-anak, dosisnya sangat beragam, tergantung dari usia, berat badan, dan harus di bawah anjuran dokter.

Moon face adalah salah satu gejala paling umum, dari penggunaan steroid. Jangka waktu dan dosis penggunaan steroid, mampu memengaruhi risiko munculnya moon face dan gejala Cushing syndrome.

Gejala moon face biasanya akan muncul akibat dari penggunaan steroid oral jangka panjang. Dalam kasus yang langka, penggunaan steroid dengan cara disuntik atau dihisap, juga bisa menyebabkan gejala seperti moon face.

Pengobatan moon face

Cara terbaik untuk mengobati moon face ialah mengurangi dosis steroid yang sedang dikonsumsi, atau bahkan berhenti mengonsumsinya. Namun, Anda tidak diperkenankan melakukan ini sendirian. Harus ada arahan dari dokter, yang bisa memberikan solusi terbaik, untuk mengobati moon face.

Kalaupun Anda harus tetap mengonsumsi steroid, dokter biasanya akan menyarankan dosis terendah. Sebab, mengurangi dosis steroid yang dikonsumsi, dapat meredakan gejala moon face. Namun, jika cara ini tetap tidak berhasil dalam menghilangkan moon face, dokter akan memberikan terapi lain untuk mengobatinya.

Di rumah, moon face juga bisa diredakan, dengan cara memberikan kompres dingin pada wajah yang bengkak. Menaikkan bantal, sebagai penyangga kepala saat tidur, juga bisa membantu Anda meredakan wajah bengkak akibat moon face.

Beberapa obat seperti ketoconazole, metotrapone, hingga mitotane, bisa mengontrol produksi kortisol pada kelenjar adrenal, sehingga moon face dapat diatasi. Namun, akan ada beberapa efek samping, akibat dari penggunaan obat-obatan ini, seperti kelelahan, muntah-muntah, sakit kepala, sakit otot, hingga tekanan darah tinggi.

Jika moon face atau pembengkakan wajah tidak kunjung sembuh, walau sudah menghentikan atau mengurangi menggunakan obat-obatan steroid, berkonsultasilah dengan dokter, untuk memeriksa penyebab moon face pada Anda.

Di rumah sakit, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, untuk mengetahui kondisi medis yang bisa menyebabkan moon face. Dengan begitu obat-obatan dan penanangan tepat, bisa diberikan.

Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/moon-facies#1
Diakses pada 25 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/high-cortisol-symptoms#symptoms
Diakses pada 25 November 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003105.htm
Diakses pada 25 November 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/prednisone-facial-mooning-1942983
Diakses pada 25 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/cushings-syndrome#symptoms
Diakses 26 Mei 2020

Artikel Terkait