logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Kenali Penyebab dan Gejala Kista di Ginjal agar Tak Terlambat Diobati

open-summary

Kista di ginjal dapat dialami oleh siapa saja dan berisiko mengganggu fungsi ginjal. Dengan mengetahui penyebab hingga cara mengobati yang tepat, Anda dapat lebih peduli dan waspada.


close-summary

30 Jun 2020

| Annisa Trimirasti

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Ada tidaknya kista di ginjal perlu diagnosis dari dokter

Diagnosis kista di ginjal perlu pemeriksaan medis

Table of Content

  • Apa penyebab kista di ginjal?
  • Tanda-tanda kista di ginjal
  • Apa yang bisa dilakukan bila mengalami kista di ginjal?

Kista di ginjal adalah kantung bundar berisi cairan yang terbentuk dan berkembang di ginjal. Kista ini bisa berjumlah satu atau lebih.

Advertisement

Kista pada ginjal umumnya tidak berbahaya dan mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Meski demikian, risiko kista ini mengganggu fungsi ginjal tetap ada. Karena itu, penting untuk mengetahui mengapa kondisi ini bisa terjadi, gejalanya, hingga cara mengobatinya.

Apa penyebab kista di ginjal?

Hingga saat ini, penyebab munculnya kista di ginjal belum diketahui secara pasti. Namun terdapat sejumlah dugaan mengapa kondisi ini dapat terjadi.

Salah satu dugaan penyebab kista di ginjal adalah gangguan pada tabung-tabung kecil yang menyimpan urine di ginjal. Tabung-tabung ini bisa tersumbat atau bengkak sehingga memicu pembentukan kista.

Tidak hanya itu, otot atau lapisan pada salah satu tabung tersebut juga mungkin melemah. Akibatnya, tabung lebih mungkin terisi cairan dan berkembang menjadi kista.

Seseorang dinilai lebih berisiko untuk terkena kista di ginjal bila ia termasuk dalam salah satu kategori di bawah ini:

  • Berusia 40 tahun ke atas. Risiko kista ginjal akan meningkat seiring pertambahan usia.
  • Berjenis kelamin pria. Pria lebih berisiko mengalami kista ginjal daripada wanita.
  • Memiliki orang tua atau anggota keluarga dengan kondisi serupa.

Tanda-tanda kista di ginjal

Kista pada ginjal tidak selalu menimbulkan gejala. Namun kista ini bisa bergejala bila ukuran kista termasuk besar atau mengalami infeksi. Beberapa keluhan yang dapat Anda alami jika kondisi ini terjadi meliputi:

  • Nyeri tumpul pada area pinggang
  • Demam
  • Menggigil
  • Nyeri di perut bagian atas
  • Pembengkakan pada perut
  • Lebih sering buang air kecil dari biasanya
  • Darah dalam urine
  • Warna urine menjadi lebih gelap dari biasanya

Apa yang bisa dilakukan bila mengalami kista di ginjal?

Kista ginjal yang tidak menyebabkan gejala tertentu dan tidak mengganggu fungsi ginjal umumnya tidak memerlukan penanganan khusus. Meski demikian, kondisi ini tetap perlu dipantau secara berkala oleh dokter.

Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk rutin menjalani pemeriksaan ginjal dengan USG atau teknologi pindai lain. Langkah ini bertujuan melihat kondisi organ ini dalam kurun waktu tertentu.

Bila kista di ginjal menimbulkan gejala dan berpotensi mengganggu kinerja ginjal, sejumlah penanganan di bawah ini bisa disarankan oleh dokter:

  • Memecah benjolan kista

Pada prosedur ini, dokter akan memecah atau membocorkan benjolan kista dengan jarum tipis yang panjang. Dokter dapat menggerakan jarum ini hingga sampai tepat di area kista dengan bimbingan teknologi pemindaian seperti USG.

  • Menyedot cairan dari kista

Dokter akan menyedot keluar cairan dari dalam kista sebagai langah penanganan kista di ginjal. Selanjutnya, kantung kista yang kosong akan diisi dengan cairan beralkohol.

Cairan beralkohol dapat menyebabkan jaringan pada kantung mengeras, sehingga mencegahnya terisi kembali atau kambuhnya kista di kemudian hari.

Baca Juga

  • Mengenal Berbagai Jenis Kista yang Dapat Terjadi pada Tubuh
  • Vidi Aldino Didiagnosis Terkena Kanker Ginjal Stadium 3
  • Mengangkat kista

Pada beberapa kasus, kista bisa muncul kembali, bahkan di lokasi yang sama. Bila ini terjadi, dokter dapat menyarankan prosedur pengangkatan kista.

Operasi pengangkatan kista lebih sering dilakukan dengan teknik laparoskopi. Pada teknik ini, beberapa sayatan kecil akan dibuat di sekitar kista.

Dokter lalu memasukkan laparoskop (selang panjang dengan kamera dan lampu di ujungnya) pada satu sayatan dan alat bedah di sayatan lainnya. Melalui alat-alat ini, dokter akan menyedot cairan dari dalam kista.

Kantung kista yang kosong kemudian akan di angkat atau permukaannya dibakar supaya tidak dapat terbentuk kembali.

Pasien yang menjalani operasi laparoskopi untuk mengangkat kista di ginjal, mungkin memerlukan rawat inap selama 1-2 hari setelah operasi.

Kista di ginjal mungkin saja tidak menimbulkan gejala dan tidak berbahaya. Namun bukan berarti Anda bisa mengabaikannya begitu saja.

Segala bentuk kista tetap membutuhkan penanganan medis, termasuk kista di ginjal. Bila dibiarkan, kista ini dapat terus berkembang dan mengalami infeksi.

Jadi jika Anda mengalami gejala kista di ginjal atau dokter tidak sengaja menemukan kista ini saat pemeriksaan kesehatan, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Dokter dapat memberi pilihan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Advertisement

kista ginjal

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved