Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Jerawat di Payudara

(0)
Jerawat di payudara bisa terjadi akibat penyumbatan pori-pori kulitMuncul jerawat di payudara merupakan hal yang wajar terjadi
Selain pada wajah, jerawat juga dapat muncul di area tubuh lainnya, termasuk di area payudara. Munculnya jerawat di payudara tentu membuat Anda cemas sehingga timbul pertanyaan, apakah jerawat di payudara merupakan hal yang normal terjadi? Lantas, apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi jerawat di payudara? 

Apakah normal jika tumbuh jerawat di payudara? 

Jerawat dapat tumbuh di bagian tubuh mana pun, tak terkecuali area payudara. Meski letaknya tidak terlihat jelas seperti jerawat di wajah, jerawat di payudara tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Terutama bagi perempuan yang sedang menyusui. Pada dasarnya, tumbuhnya jerawat di payudara dapat dialami oleh siapa saja, baik pria dan wanita, serta masih tergolong normal. Akan tetapi, bukan berarti Anda boleh menyepelekannya begitu saja. Jerawat pada umumnya akan membentuk titik putih di bagian tengahnya dan mudah diobati. Namun, apabila jerawat di payudara semakin terasa nyeri, keras, gatal, kemerahan, hingga keluar cairan asing, kemungkinan ini bukan jerawat melainkan kondisi kesehatan lain yang harus Anda waspadai. Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna mengetahui penyebabnya lebih lanjut. 

Penyebab jerawat di payudara

Umumnya, penyebab jerawat di payudara dapat terjadi akibat penyumbatan pori-pori kulit. Penyumbatan pori-pori kulit bisa disebabkan oleh folikel rambut dan penumpukan sel-sel kulit mati oleh produksi minyak berlebih atau sebum. Jika hal tersebut terjadi, bakteri akan mudah berkembang dan memicu peradangan sehingga menimbulkan jerawat. Selain itu, penyebab jerawat di payudara bisa diakibatkan oleh perubahan hormon atau meningkatnya hormon androgen yang disebabkan oleh siklus menstruasi.Meski peradangan merah yang menyebabkan benjolan pada kulit sering dikenal dengan jerawat, munculnya jerawat di payudara juga disebabkan oleh faktor pemicu dan kondisi lainnya, seperti: 

1. Kurang menjaga kebersihan tubuh

Salah satu penyebab jerawat di payudara adalah kurang menjaga kebersihan tubuh sendiri. Pasalnya, area payudara tertutup, mudah berkeringat, dan lembap sehingga menjadi tempat yang disukai bakteri untuk berkembang biak. Jadi, jika Anda jarang mandi atau jarang mengganti bra atau kaos, kulit di area payudara akan semakin kotor sehingga menumpuk bersama sel-sel kulit mati, sebum, dan keringat yang menyebabkan tumbuhnya jerawat. 

2. Adanya gesekan di area kulit payudara

Jerawat di payudara juga bisa disebabkan oleh gesekan berlebihan dari pakaian pada kulit sekitar area puting payudara. Hal tersebut mungkin dapat terjadi ketika Anda mengenakan pakaian yang terlalu ketat, misalnya terlalu sering memakai bra khusus olahraga.Mulanya, gesekan dapat menyebabkan kulit jadi kasar dan lecet. Lalu, kulit di area puting payudara mengalami peradangan dan membentuk jerawat di payudara. 

3. Folikel rambut tumbuh ke dalam

Folikel juga terdapat di area puting dan areola (area gelap di sekitar puting). Folikel adalah tempat tumbuhnya rambut di kulit. Normalnya, rambut akan tumbuh keluar folikel dan muncul di permukaan kulit. Akan tetapi, ketika folikel tersumbat, rambut akan tumbuh ke dalam sehingga menyebabkan tumbuhnya benjolan. Tapi jangan khawatir, folikel rambut yang tersumbat biasanya akan sembuh sendiri. 

4. Puting susu lecet

Puting susu lecet merupakan penyebab jerawat di puting payudara yang sering dialami oleh ibu menyusui. Kondisi ini dapat disebabkan oleh produksi susu yang berlebihan, proses pelekatan yang kurang tepat oleh bayi, hingga adanya infeksi jamur. Puting susu lecet atau milk blister perlu ditangani dengan tepat karena dapat berisiko menyakitkan dan menyebabkan saluran susu tersumbat sehingga terjadi pembengkakan payudara. Maka dari itu, penting untuk menyusui bayi secara rutin agar air susu tidak terperangkap di bawah kulit, menyeka area setelah menyusui untuk mengurangi iritasi, serta menyusui bayi menggunakan kedua payudara secara bergantian. 

5. Kelenjar montgomery bengkak

Kelenjar montgomery adalah kelenjar kulit normal yang bentuknya menyerupai benjolan kecil tetapi tidak terasa nyeri. Letaknya berada di sekitar areola pada payudara. Kelenjar montgomery berperan dalam memproduksi minyak untuk menjaga kulit di sekitar payudara agar dapat terlumasi dengan baik. Kelenjar montgomery bengkak bukan kondisi yang umum serta lebih banyak dialami oleh ibu hamil dan menyusui. 

6. Infeksi jamur

Jerawat di payudara yang disertai dengan gejala ruam kulit serta kulit gatal dan memerah dapat menjadi tanda infeksi jamur. Ya, area kulit payudara yang lembap dan mudah berkeringat dapat membuat jamur lebih mudah berkembang biak. Jika jerawat di payudara disebabkan oleh infeksi jamur maka Anda harus segera menemui dokter guna mendapatkan pengobatan yang tepat. Sebab, infeksi jamur dapat menyebar ke area tubuh lainnya dengan cepat. 

7. Abses

Pada beberapa kasus, apa yang terlihat sebagai jerawat di puting payudara ternyata merupakan kondisi medis yang serius, seperti abses. Abses subareolar adalah ketika benjolan di area puting payudara membentuk cairan nanah yang disertai rasa nyeri serta perubahan kulit dan pembengkakan. Abses subareolar dapat disebabkan oleh kondisi mastitis pada ibu menyusui yang tidak diobati dengan benar. Namun, apabila abses subaerolar dialami oleh perempuan tidak menyusui maka Anda sebaiknya perlu waspada. Sebab, ini dapat menandakan pertumbuhan sel-sel abnormal pada jaringan payudara. 

Bagaimana cara mengatasi jerawat di payudara? 

Cara mengatasi jerawat di payudara sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pengobatan jerawat biasa yang terletak di wajah maupun bagian tubuh lainnya. Kendati demikian, cara mengatasi jerawat yang tepat harus disesuaikan dengan penyebabnya. Sebagian kasus jerawat di payudara dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, bahkan tanpa pengobatan apa pun. Akan tetapi, ada pula yang membutuhkan pengobatan agar proses pemulihan jerawat di payudara dapat lebih efektif dan cepat. Penting untuk diingat agar tidak memencet jerawat baik pada area payudara maupun di area tubuh lainnya. Pasalnya, memencet jerawat terutama di area kulit yang sensitif seperti payudara dapat menimbulkan luka dan perih. Terlebih memencet jerawat bisa saja berisiko menimbulkan infeksi dan meninggalkan bekas jerawat sehingga mengurangi tampilan kulit. Sebagai solusinya, cara mengatasi jerawat di payudara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan air hangat dan sabun mandi yang mengandung asam salisilat. Asam salisilat bertujuan untuk mempercepat pemulihan jerawat di payudara sekaligus mencegah timbulnya infeksi. Jika Anda sering mengalami jerawat di payudara atau jerawat di dada, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan obat antibiotik dengan dosis rendah, seperti doxycycline, untuk membersihkan area tersebut dari penumpukan sel-sel kulit mati. Apabila jerawat di payudara disebabkan oleh infeksi jamur, dokter akan meresepkan krim obat antijamur untuk mengobatinya. Kalau Anda mengalami jerawat di payudara saat menyusui, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat jerawat yang tepat. 

Cara mencegah jerawat di payudara agar tidak muncul lagi

Ingin jerawat di payudara tidak muncul lagi di kemudian hari? Nah, Anda dapat melakukan beberapa hal sebagai cara mencegah jerawat di payudara. Pertama, menjaga kebersihan tubuh dengan cara mandi dengan rutin. Pastikan untuk membersihkan area payudara dan lipatan tubuh lainnya dengan tepat. Mandi, terutama setelah berkeringat, dapat meminimalisir penumpukan sel-sel kulit mati dan sebum. Kedua, apabila pakaian Anda basah, sebaiknya segera ganti dengan pakaian yang bersih dan kering, terutama setelah berolahraga. Hal ini berlaku juga untuk penggunaan bra khusus olahraga. Mengganti pakaian dalam secara rutin dapat menjaga kulit area payudara tetap bersih. Bagi ibu menyusui, munculnya jerawat di puting payudara tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Jadi, agar kondisi ini tidak kembali kambuh, rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui, serta menyusui dengan kedua payudara secara bergantian.Pada dasarnya, jerawat di payudara merupakan kondisi yang umum terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan. Jerawat di payudara yang disebabkan oleh kurang menjaga kebersihan, penyumbatan folikel rambut, dan puting lecet biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, apabila jerawat di puting payudara disertai dengan gejala nyeri, ruam kulit, serta kulit memerah dan bengkak, sebaiknya segera temui dokter.Dengan begitu, dokter akan memberikan diagnosis dan penanganan yang tepat sesuai jerawat di payudara yang Anda alami. 
jerawatpayudara
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321013#when-to-see-a-doctor
Diakses pada 23 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pimple-on-nipple#causes
Diakses pada 23 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait