Mengenal Penyebab Bayi Susah BAB dan Cara Mengatasinya

(0)
22 Oct 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyebab bayi susah BABKetika bayi susah BAB, bayi akan menjadi lebih rewel dan sering menangis
Sebagai orangtua, tentu Anda akan memperhatikan segala sesuatu yang terjadi pada si Kecil misalnya seperti cegukan, sendawa, mengompol hingga kondisi saat bayi susah BAB. Semua hal tersebut dapat menjadi petunjuk bagi Anda mengenai kesehatan bayi.
Bicara perihal sembelit, seperti layaknya orang dewasa, salah satu masalah yang dapat terjadi pada bayi dan harus diperhatikan, yaitu susah BAB. Bayi susah BAB dapat disebabkan oleh berbagai hal yang mungkin tak Anda sadari. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahuinya.

Mengenal gejala bayi susah BAB atau sembelit

Pada umumnya, bayi tidak BAB setiap hari saat berusia 0-6 bulan dan masih mengonsumsi ASI secara eksklusif. Ini karena pada bayi baru lahir, seringkali hampir semua nutrisinya diserap dengan mudah. Sementara itu, bayi yang diberi susu formula bisa BAB sebanyak 3-4 kali dalam sehari atau setiap beberapa hari sekali.
Namun, perlu Anda ketahui bahwa pola buang air besar pada bayi sangatlah bervariasi. Hal ini juga dipengaruhi oleh jenis susu yang dikonsumsi, makanan padat yang diperkenalkan ataupun kondisi bayi.
Susah BAB pada bayi bukan hanya tentang bayi yang jarang atau tidak bisa BAB, tapi juga betapa sulitnya bagi bayi untuk melakukan hal tersebut. Jika bayi memiliki tinja yang lunak, dan mudah dikeluarkan setiap 4-5 hari sekali, keadaan bayi mungkin baik-baik saja.
Namun, jika bayi susah BAB atau mengalami konstipasi, maka dapat muncul tanda seperti, kentut yang sangat bau, perut bayi mengeras, nafsu makannya berkurang, tidak nyaman sehingga lebih rewel dan sering menangis, sulit mengeluarkan tinja, memiliki tinja yang keras dan kering, tidak BAB setidaknya sekali setiap 5-10 hari atau kurang dari 2 kali dalam seminggu, bahkan kotorannya berdarah atau berwarna hitam pada kasus yang parah.

Penyebab bayi susah BAB atau sembelit pada bayi

Saat bayi sembelit, si Kecil akan merasa tidak nyaman dan bisa mengganggu perkembangan serta kesehatan pencernaannya. Untuk itu, penting bagi orangtua mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan bayi susah BAB agar bisa mengatasi sembelit pada bayi dengan baik. Beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi susah BAB, di antaranya:

1. Makanan padat

Peralihan dari makanan cair ke makanan padat yang diberikan kepada bayi yang telah mendapatkan MPASI bisa membuat pencernaan bayi kaget karena belum terbiasa. Oleh sebab itu, pemberian makanan padat ini dapat menyebabkan bayi susah BAB. Apalagi jika makanan yang diberikan yaitu makanan rendah serat, seperti halnya nasi. Makanan rendah serat dapat membuat tinja menjadi padat dan keras, sehingga sulit dikeluarkan.

2. Dehidrasi

Jika bayi mengalami dehidrasi, sistem tubuhnya akan menyerap lebih banyak cairan dari makanan ataupun minuman yang dikonsumsinya, bahkan dari limbah di ususnya. Hal ini bisa membuat tinja bayi menjadi keras dan kering sehingga sulit dikeluarkan. Dehidrasi pada bayi dapat terjadi karena menyapih bayi dari ASI, sariawan di mulut bayi, gigi bayi tumbuh, ataupun masalah lain yang membuat bayi tidak mendapat cukup cairan.

3. Susu formula

ASI memiliki keseimbangan lemak dan protein yang sempurna, hingga menghasilkan tinja yang hampir selalu lunak. Sementara itu, susu formula tertentu mungkin saja memiliki kandungan yang dapat membuat bayi sembelit. Oleh sebab itu, tak jarang jika komponen protein dalam susu formula yang berbeda, dapat menyebabkan sembelit pada bayi.

4. Kondisi medis

Meski tidak umum, bayi susah BAB juga dapat disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya, seperti hipotiroidisme, botulisme, alergi makanan tertentu, dan gangguan metabolisme. Bahkan pada kasus yang jarang, Hirschsprung (cacat lahir yang membuat usus bayi tidak berfungsi dengan baik) pun bisa menyebabkan sembelit pada bayi.

Mengatasi bayi susah BAB

Ketika bayi Anda mengalami susah BAB, jangan dulu panik berlebihan karena hal ini hanya akan membuat Anda stres sehingga tidak dapat mengatasi masalah tersebut dengan baik. Sebaiknya, tetaplah tenang dan lakukan hal-hal berikut untuk mengatasi masalah susah buang air besar pada bayi.

1. Membuat bayi bergerak aktif

Dikutip dari IDAI, membuat bayi bergerak aktif dapat merangsangnya untuk buang air besar. Jika bayi sudah bisa merangkak, maka biarkan ia merangkak untuk mendorong tinjanya agar lebih mudah keluar. Namun, jika belum bisa merangkak maka Anda dapat menggerakan kaki bayi seperti mengayuh sepeda ketika ia berbaring. Langkah ini dapat membantu fungsi ususnya bekerja dengan baik, dan meringankan sembelitnya.

2. Membuat bayi tetap terhidrasi

Tetap terhidrasi sangat penting untuk membantu buang air besar secara teratur. Berilah bayi lebih banyak ASI atau bila usianya di atas 6 bulan, maka Anda dapat memberi bayi air putih atau jus pir yang dapat mempercepat kontraksi ususnya, sehingga mudah BAB. Namun, sebelum memberi asupan tersebut pada bayi, akan lebih baik jika Anda mengkonsultasikannya dengan dokter.

3. Memberi makanan padat tinggi serat

Meski beberapa makanan padat dapat menyebabkan sembelit, namun sejumlah makanan padat lain bisa memperbaikinya. Jika Anda telah memperkenalkan makanan padat pada bayi, coba tambahkan beberapa makanan tinggi serat seperti brokoli, pir, apel tanpa kulit, jus buah tanpa gula dan lainnya. Makanan tinggi serat dapat membantu memperlancar BAB bayi. Selain itu, haluskan tekstur makanan pada MPASI bayi agar lebih mudah dicerna dan menghindari sembelit.

4. Mandikan dengan air hangat

Memandikan bayi dengan air hangat dapat mengendurkan otot-otot perutnya, sehingga membuatnya lebih rileks dan dapat mengeluarkan tinja lebih mudah. Selain itu, mandi air hangat juga dapat meringankan rasa tidak nyaman pada bayi, akibat susah BAB.

5. Mengganti susu formula

Jika susah BAB terjadi ketika bayi diberi susu formula tertentu, maka cobalah untuk mengganti susu formula tersebut. Namun, sebaiknya berkonsultasilah pada dokter untuk mendapat rekomendasi mengenai susu formula yang baik bagi bayi Anda.

6. Memijat perut bayi

Memijat bayi  lembut di bagian perut bawah dapat merangsang ususnya untuk buang air besar. Lakukanlah dengan perlahan, dan pijatlah menggunakan ujung jari dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Jika bayi terlihat tidak nyaman atau kesakitan, segeralah berhenti.
Jika hal ini terjadi pada bayi berusia 1 - 2 tahun, Anda dapat menambahkan penanganan berikut:

7. Biasakan duduk di toilet secara teratur

Kebiasaan ini dapat Anda dilakukan sekitar 3-5 menit setelah makan. Minta anak Anda untuk duduk di toilet meski tidak merasa ingin buang air besar. Ciptakan suasana yang nyaman agar anak Anda merasa nyaman setiap buang air besar di toilet.Dengan cara ini juga anak Anda dapat belajar merespons keinginannya sendiri untuk buang air besar dengan posisi duduk di toilet.

8. Berikan susu sapi yang diformulasi khusus

Meski anak usia 1-2 tahun masih dianjurkan untuk tetap mengonsumsi ASI, tidak ada salahnya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk memberikan Si Kecil susu tinggi serat agar pencernaannya lebih sehat.

Kapan harus ke dokter?

Menerapkan cara mengatasi sembelit seperti yang telah disebutkan dapat membantu mengatasi susah BAB pada bayi. Namun, segera berkonsultasi dengan dokter jika kondisi bayi susah BAB tak kunjung membaik dan disetai dengan tanda-tanda seperti berikut:
  • Terdapat darah pada popoknya
  • Bayi sangat rewel atau nampak sakit perut
  • Bayi menolak untuk makan
  • Demam dan muntah
  • Perut bayi terasa keras dan bengkak
  • BAB bayi keras diikuti tinja berwarna merah darah, putih atau hitam
Dokter akan memeriksa bayi Anda apabila gejala-gejala tersebut mulai muncul. Rontgen perut juga mungkin perlu dilakukan untuk memeriksa apabila terdapat penyumbatan usus.
bayi & menyusuibayidehidrasisusu formula
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324543.php#summary. Diakses pada 22 Oktober 2019.
Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-constipation. Diakses pada 22 Oktober 2019.
Healthline. https://www.healthline.com/health/childrens-health/remedies-for-baby-constipation#seeking-help. Diakses pada 22 Oktober 2019.
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_constipation-in-babies_79.bc. Diakses pada 22 Oktober 2019.
Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/constipation-in-babies. Diakses pada 22 Oktober 2019.
NIH. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/3397847/ Diakses pada 27 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait