Dehidrasi dapat menyebabkan bayi susah BAB
Ketika bayi susah BAB, bayi akan menjadi lebih rewel dan sering menangis

Sebagai orangtua, tentu Anda akan memperhatikan segala sesuatu yang terjadi pada bayi Anda misalnya cegukan, sendawa, mengompol atau bahkan buang air besar. Semua hal tersebut dapat menjadi petunjuk bagi Anda mengenai kondisi bayi.

Seperti halnya orang dewasa, salah satu masalah yang dapat terjadi pada bayi, yaitu susah BAB. Bayi susah BAB dapat disebabkan oleh berbagai hal yang mungkin tak Anda sadari. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahuinya.

Penyebab bayi susah BAB

Pada umumnya, bayi usia 0-6 bulan yang mengonsumsi ASI secara eksklusif mungkin tidak akan BAB setiap hari karena seringkali hampir semua nutrisinya diserap. Sementara itu, bayi yang diberi susu formula bisa BAB sebanyak 3-4 kali dalam sehari atau setiap beberapa hari sekali.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa pola buang air besar pada bayi sangatlah bervariasi. Hal ini juga dipengaruhi oleh jenis susu yang dikonsumsi, makanan padat yang diperkenalkan ataupun kondisi bayi.

Susah BAB pada bayi bukan hanya tentang bayi yang jarang atau tidak bisa BAB, tapi juga betapa sulitnya bagi bayi untuk melakukan hal tersebut. Jika bayi memiliki tinja yang lunak, dan mudah dikeluarkan setiap 4-5 hari sekali, keadaan bayi mungkin baik-baik saja.

Namun, jika bayi susah BAB, maka dapat muncul tanda seperti, kentut yang sangat bau, perut bayi mengeras, nafsu makannya berkurang, tidak nyaman sehingga lebih rewel dan sering menangis, sulit mengeluarkan tinja, memiliki tinja yang keras, tidak BAB setidaknya sekali setiap 5-10 hari, bahkan kotorannya berdarah atau berwarna hitam pada kasus yang parah.

Hal ini tentu bisa membuat orangtua merasa khawatir dan bingung menghadapi bayinya yang susah BAB. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi susah BAB, di antaranya:

  • Makanan padat

Peralihan dari makanan cair ke makanan padat yang diberikan kepada bayi yang telah mendapatkan MPASI bisa membuat pencernaan bayi kaget karena belum terbiasa. Oleh sebab itu, pemberian makanan padat ini dapat menyebabkan bayi susah BAB. Apalagi jika makanan yang diberikan yaitu makanan rendah serat, seperti halnya nasi. Makanan rendah serat dapat membuat tinja menjadi padat dan keras, sehingga sulit dikeluarkan.

  • Dehidrasi

Jika bayi mengalami dehidrasi, sistem tubuhnya akan menyerap lebih banyak cairan dari makanan ataupun minuman yang dikonsumsinya, bahkan dari limbah di ususnya. Hal ini bisa membuat tinja bayi menjadi keras dan kering sehingga sulit dikeluarkan. Dehidrasi pada bayi dapat terjadi karena menyapih bayi dari ASI, sariawan di mulut bayi, gigi bayi tumbuh, ataupun masalah lain yang membuat bayi tidak mendapat cukup cairan.

  • Susu formula

ASI memiliki keseimbangan lemak dan protein yang sempurna, hingga menghasilkan tinja yang hampir selalu lunak. Sementara itu, susu formula tertentu mungkin saja memiliki kandungan yang dapat membuat bayi susah BAB. Oleh sebab itu, tak jarang jika komponen protein dalam susu formula yang berbeda, dapat menyebabkan sembelit pada bayi.

  • Kondisi medis

Meski tidak umum, bayi susah BAB juga dapat disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya, seperti hipotiroidisme, botulisme, alergi makanan tertentu, dan gangguan metabolisme. Bahkan pada kasus yang jarang, Hirschsprung (cacat lahir yang membuat usus bayi tidak berfungsi dengan baik) pun bisa menyebabkan bayi susah BAB.

Mengatasi bayi susah BAB

Ketika bayi Anda susah BAB, jangan dulu panik berlebihan karena hal ini hanya akan membuat Anda stres sehingga tidak dapat mengatasi masalah tersebut dengan baik. Sebaiknya, tetaplah tenang dan lakukan hal-hal berikut untuk mengatasi masalah bayi susah BAB.

  • Membuat bayi bergerak aktif

Membuat bayi bergerak aktif dapat merangsangnya untuk buang air besar. Jika bayi sudah bisa merangkak, maka biarkan ia merangkak untuk mendorong tinjanya agar lebih mudah keluar. Namun, jika belum bisa merangkak maka Anda dapat menggerakan kaki bayi seperti mengayuh sepeda ketika ia berbaring. Langkah ini dapat membantu fungsi ususnya bekerja dengan baik, dan meringankan sembelitnya.

  • Membuat bayi tetap terhidrasi

Tetap terhidrasi sangat penting untuk membantu buang air besar secara teratur. Berilah bayi lebih banyak ASI atau bila usianya di atas 6 bulan, maka Anda dapat memberinya air putih atau jus pir yang dapat mempercepat kontraksi ususnya, sehingga mudah BAB. Namun, sebelum memberi asupan tersebut pada bayi, akan lebih baik jika Anda mengkonsultasikannya dengan dokter.

  • Memberi makanan padat tinggi serat

Meski beberapa makanan padat dapat menyebabkan sembelit, namun sejumlah makanan padat lain bisa memperbaikinya. Jika Anda telah memperkenalkan makanan padat pada bayi, coba tambahkan beberapa makanan tinggi serat seperti brokoli, pir, apel tanpa kulit, dan lainnya. Makanan tinggi serat dapat membantu memperlancar BAB bayi.

  • Mandikan dengan air hangat

Memandikan bayi dengan air hangat dapat mengendurkan otot-otot perutnya, sehingga membuatnya lebih rileks dan dapat mengeluarkan tinja lebih mudah. Selain itu, mandi air hangat juga dapat meringankan rasa tidak nyaman pada bayi, akibat susah BAB.

  • Mengganti susu formula

Jika susah BAB terjadi ketika bayi diberi susu formula tertentu, maka cobalah untuk mengganti susu formula tersebut. Namun, sebaiknya berkonsultasilah pada dokter untuk mendapat rekomendasi mengenai susu formula yang baik bagi bayi Anda.

  • Memijat perut bayi

Memijat perut bagian bawah bayi dengan lembut dapat merangsang ususnya untuk buang air besar. Lakukanlah dengan perlahan, dan pijatlah menggunakan ujung jari dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Jika bayi terlihat tidak nyaman atau kesakitan, segeralah berhenti.

Melakukan langkah-langkah tersebut dapat membantu mengatasi susah BAB pada bayi. Namun, periksakan bayi Anda pada dokter jika sembelit bayi tak kunjung membaik, terdapat darah pada popoknya, bayi sangat rewel, atau nampak sakit perut.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324543.php#summary. Diakses pada 22 Oktober 2019.
Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-constipation. Diakses pada 22 Oktober 2019.
Healthline. https://www.healthline.com/health/childrens-health/remedies-for-baby-constipation#seeking-help. Diakses pada 22 Oktober 2019.
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_constipation-in-babies_79.bc. Diakses pada 22 Oktober 2019.
Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/constipation-in-babies. Diakses pada 22 Oktober 2019.

Artikel Terkait

Banner Telemed