Fungsi Trakea pada Sistem Pernapasan Manusia

(0)
09 Dec 2019|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fungsi trakea juga bisa membantu sistem pencernaan, yakni dengan menciptakan ruang besar bagi kerongkongan.Salah satu fungsi trakea yang paling utama ialah mengirimkan udara ke dalam paru-paru.
Fungsi trakea sangatlah penting dan tak bisa diremehkan. Trakea adalah tabung udara besar yang mengarah dari laring (kotak suara) menuju ke bronkus (saluran udara besar bercabang yang memasuki paru-paru). Trakea memegang peranan penting dalam sistem pernapasan manusia.Trakea memiliki panjang sekitar 11 cm dan lebar 2,5 cm. Organ pernapasan atau batang tenggorokan ini terdiri dari otot halus dan tulang rawan berbentuk cincin yang fleksibel serta kuat.Karena perannya sangat penting bagi tubuh manusia, mari kenali fungsi trakea dengan lengkap berikut ini.

Beragam fungsi trakea

Sebagai organ pernapasan yang sangat penting bagi manusia, fungsi trakea sangatlah beragam. Apa saja fungsi trakea itu?

1. Mengirim udara ke paru-paru

Fungsi trakea yang utama adalah menyuplai udara ke paru-paru. Selain itu, trakea juga mampu menghangatkan serta melembapkan udara, yang masuk ke paru-paru.

2. Menyaring benda asing

Lebih dari itu, trakea adalah organ pernapasan manusia yang dapat melakukan banyak pekerjaan, dalam waktu bersamaan. Fungsi trakea lainnya memang untuk “menangkap” partikel benda asing serta bakteri yang terhirup oleh manusia, sehingga paru-paru terjaga.Sel goblet dalam trakea, memproduksi lendir yang menahan benda asing, bakteri, hingga virus, agar tidak masuk ke dalam paru-paru. Silia (rambut kecil yang melapisi trakea) akan membawa benda asing berbahaya bagi kesehatan paru-paru, ke atas menuju mulut, agar dapat ditelan.

3. Membantu fungsi sistem pencernaan

Tulang rawan yang berbentuk cincin, memungkinkan trakea menciptakan ruang besar bagi kerongkongan agar bisa mengembang. Dengan demikian, Anda jadi lebih mudah menelan makanan.

4. Membantu batuk

Fungsi trakea selanjutnya ialah membantu batuk. Sebab, saat Anda batuk, otot-otot trakea akan berkontraksi untuk mempersempit lumen trakea, agar udara mengalir lebih cepat melalui trakea saat keluar. Alhasil, batuk Anda jadi lebih kuat, sehingga lendir dan partikel debu lebih mudah dikeluarkan.Keempat fungsi trakea di atas, bisa terganggu akibat berbagai kondisi medis, yang merusak trakea. Setelah mengetahui fungsi trakea, ada baiknya Anda memahami gangguan pada trakea, sebagai antisipasi.

Gangguan pada fungsi trakea

Fungsi trakea pada sistem pernapasan, dapat terganggu, akibat kondisi medis yang menyebabkannya “terluka”. Waspadai beberapa gangguan pada fungsi trakea, di bawah ini.
  • Stenosis (penyempitan) trakea

Peradangan yang terjadi di dalam trakea, mampu menyebabkan jaringan parut dan penyempitan batang tenggorokan. Pembedahan atau endoskopi harus dijalani, jika stenosis terjadi dengan tingkat yang parah.
  • Fistula trakea-esofagus (TEF)

Terbentuknya fistula atau saluran abnormal yang menghubungkan trakea dengan esofagus (kerongkongan), bisa menyebabkan masuknya makanan dari kerongkongan, ke dalam trakea, dan mampu menimbulkan masalah paru-paru serius.
  • Masuknya benda asing

Hal ini bisa terjadi, jika terdapat benda asing yang terhirup dan tertahan di dalam trakea. Prosedur medis bernama bronkoskopi, biasanya dilakukan untuk mengeluarkan benda asing tersebut, dari dalam trakea.
  • Kanker trakea

Kanker trakea memang terhitung jarang, tapi bukan berarti mustahil. Waspadai batuk-batuk dan kesulitan bernapas, yang memang juga menjadi beberapa gejala kanker trakea.
  • Trakeomalasia

Trakeomalasia adalah kondisi yang terjadi ketika trakea menjadi lunak. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat cacat lahir. Pada orang dewasa, trakeomalasia bisa muncul karena cedera atau kebiasaan merokok.
  • Obstruksi trakea

Tumbuhnya tumor yang dapat menekan atau membuat trakea sempit. Hal ini dapat mengakibatkan kesulitan bernapas bagi penderitanya. Pembedahan diperlukan untuk membuka trakea, sehingga udara yang masuk ke dalam paru-paru, bisa lebih lancar.Untuk melihat gangguan pada trakea, dokter biasanya akan melakukan beberapa prosedur pemeriksaan, seperti dengan bronkoskopi (memasukkan tabung dengan kamera ke dalam trakea), CT (computed tomography) scan, MRI (magnetic resonance imaging) scan, hingga rontgen paru-paru.Maka dari itu, agar fungsi trakea Anda tetap terjaga, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter. Kalau perlu, jalani tes untuk melihat kondisi medis yang mengganggu trakea Anda. Waspadalah, sebab kerusakan trakea, apalagi penyumbatan, bisa menyebabkan kondisi fatal, bahkan kematian.
penyakit paru-parusaluran pernapasanhidup sehat
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/trachea-function-and-conditions-and-diagram-2249207Diakses pada 9 Desember 2019 Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/lung-trachea-bronchial-tree#1Diakses pada 9 Desember 2019 The Respiratory Sistem. https://www.therespiratorysystem.com/trachea/Diakses pada 9 Desember 2019 Web MD. https://www.webmd.com/lung/picture-of-the-trachea#1Diakses pada 9 Desember 2019 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait