Kenali Paget’s Disease, Salah Satu Penyebab Sakit Pinggang pada Lansia

Mengenali penyebab sakit pinggang pada lansia bisa membantu Anda menemukan perawatan yang tepat
Penyebab sakit pinggang pada lansia bisa beragam, salah satunya Paget's disease

Sakit pinggang pada lansia umumnya disebabkan oleh kondisi seperti radang sendi, atau saraf kejepit. Namun, penyebab sakit pinggang pada lansia tidak hanya itu. Salah satu kondisi yang jarang didengar, namun bisa menjadi penyebabnya, adalah Paget’s disease.

Paget’s disease adalah suatu kondisi kelainan, yang bisa menyebabkan tulang menjadi membesar dan berubah bentuk. Orang dengan kondisi ini, bisa mengalami komplikasi yang membuat kaki atau tangannya terlihat bengkok.

Bagaimana Paget’s disease bisa menjadi penyebab sakit pinggang?

Pada penderita Paget’s disease, sirkulasi pergantian jaringan tulang lama dengan yang baru secara bertahap, menjadi terganggu.

Gangguan sirkulasi pergantian jaringan tulang tersebut juga membuat jaringan tulang yang baru, terbentuk jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Akibatnya, jaringan tidak terbentuk dengan sempurna.

Kondisi ini membuat tulang menjadi lebih lunak dan rapuh, sehingga menimbulkan nyeri, perubahan bentuk tulang, dan tulang menjadi lebih mudah patah. Rasa nyeri tersebut juga bisa timbul di pinggang, apabila penyakit ini menyerang tulang pinggul.

Sakit pinggang juga bisa timbul apabila Paget’s disease menyerang tulang kaki. Tulang kaki yang semakin lama semakin membesar dan bergeser, akan menambah tekanan pada sendi-sendi di sekitarnya, termasuk pinggang dan lutut.

Penyakit ini bisa menjadi salah satu penyebab sakit pinggang pada lansia. Sebab seiring bertambahnya usia, risiko seseorang terkena kondisi ini menjadi meningkat.

Penyebab sakit pinggang lain pada lansia

Selain Paget’s disease, masih ada beberapa peyebab sakit pinggang lain pada lansia, yang juga perlu Anda waspadai, seperti:

1. Gangguan pada otot dan ligamen

Gerakan tubuh yang salah, seperti jatuh, cedera saat olahraga, atau mengangkat barang yang berat, bisa membuat otot dan ligamen di tubuh meregang. Regangan berlebih inilah yang kemudian menyebabkan pinggang terasa sakit.

2. Gangguan pada tulang belakang

Salah satu gangguan pada tulang belakang yang cukup sering menjadi penyebab sakit pinggang adalah herniasi diskus. Herniasi diskus merupakan kondisi yang terjadi apabila diskus, atau bantalan yang berada di antara susunan tulang belakang, bergeser posisinya.

Hal ini mengakibatkan tekanan pada saraf di sekitar area. Saraf yang tertekan ini kemudian menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada punggung, pinggang, hingga kaki.

Lansia rentan terkena kondisi ini, karena diskus bisa terkikis seiring bertambahnya usia.

3. Peradangan pada sendi (rheumatoid arthritis)

Rheumatoid arthritis adalah kondisi peradangan kronis pada sendi yang disebabkan oleh kesalahan kerja sistem imun di tubuh. Pada orang yang mengalami kondisi ini, sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi, justru menyerang jaringan yang melapisi sendi.

Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan rasa nyeri, kemerahan pada lokasi sendi tersebut, dan bahkan pembengkakan.

4. Infeksi pada sendi (septic arthritis)

Septic arthritis adalah suatu kondisi infeksi yang menyerang sendi. Infeksi bisa terjadi, saat bakteri yang terdapat di aliran darah, kemudian menyebar ke area sendi. Infeksi ini juga terkadang bisa disebabkan oleh virus atau jamur.

5. Tulang belakang yang kaku

Kondisi ini disebut juga sebagai akylosing spondilitis dan merupakan infeksi yang menyerang tulang belakang. Infeksi tersebut kemudian menyebabkan tulang belakang menjadi kaku dan terus menerus terasa sakit.

Tidak jarang, ankylosing spondylitis (radang sendi pada punggung), juga memengaruhi sendi-sendi di sekitar tulang belakang. Salah satu sendi yang cukup sering terkena dampaknya adalah sendi pinggul.

Cara mengatasi sakit pinggang pada lansia

Perawatan untuk sakit punggung pada lansia bisa beragam, tergantung dari penyebabnya. Namun secara umum, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu meredakan nyeri yang dirasakan, seperti:

1. Beristirahat dengan cukup

Untuk sementara waktu, hindari kegiatan yang mengharuskan Anda membungkuk, atau memberikan banyak tekanan pada pinggul. Hindari juga tidur menghadap samping, maupun duduk terlalu lama dalam satu waktu.

2. Mengonsumsi obat pereda rasa sakit

Untuk membantu meredakan rasa sakit sementara waktu, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti acetaminofen, ibuprofen, atau naproxen sodium. Obat-obatan tersebut dapat membantu meredakan peradangan, yang menjadi penyebab sakit pinggang.

3. Mengompres dengan air dingin dan panas

Mengompres pinggang dengan kompres dingin bisa membantu meredakan rasa nyeri. Sementara itu, kompres panas atau mandi dengan air hangat bisa membantu otot yang kaku, menjadi kembali lentur seperti semula.

4. Melakukan gerakan peregangan

Melakukan gerakan peregangan sebagai pemanasan secara perlahan, bisa membantu mengurangi rasa sakit di pinggang, terutama apabila rasa sakit yang muncul disebabkan oleh gangguan pada ligamen atau saraf.

5. Berolahraga

Melakukan olahraga seperti tai chi atau yoga, bisa membantu mengurangi rasa sakit di pinggang. Olahraga seperti bersepeda dan berenang juga dapat membantu sendi menjadi lebih fleksibel.

Selain itu, melakukan aktivitas fisik juga bisa membantu menurunkan berat badan, agar tekanan yang diberikan pada pinggang juga berkurang.

Mengenali penyebab sakit pinggang pada lansia, bisa membantu Anda untuk mencari perawatan yang paling tepat. Apabila setelah melakukan perawatan di atas, sakit pinggang tidak kunjung hilang, maka Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

NIH. https://www.bones.nih.gov/health-info/bone/pagets/patient-info#b
Diakses pada 17 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pagets-disease-of-bone/symptoms-causes/syc-20350811
Diakses pada 17 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325433.php
Diakses pada 17 Juli 2019

Arthritis. https://www.arthritis.org/about-arthritis/where-it-hurts/hip-pain/causes/hip-joint-pain.php
Diakses pada 17 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/hip-pain-treatment
Diakses pada 17 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed