Kenali Marasmus, Kondisi Akibat Kurang Nutrisi dan Kalori

Penderita marasmus cenderung kurus dan mudah mengalami infeksi pernapasan
Penderita marasmus rentan mengalam ipusing, diare kronis hingga, infeksi pernapasan.

Masalah kesulitan mendapatkan makanan bergizi yang memadai seringnya dialami oleh orang-orang di negara berkembang. Permasalahan ini tidak hanya menimbulkan kelaparan, tetapi juga dapat menyebabkan kondisi marasmus.

Kondisi marasmus terjadi saat seseorang tidak mendapatkan asupan nutrisi harian yang memadai, karenanya marasmus tidak hanya terjadi pada orang-orang yang kekurangan pangan, tetapi juga pada penderita anoreksia nervosa ataupun gangguan makan lainnya.

Mengenal marasmus

Kondisi marasmus dapat terjadi saat seseorang kekurangan protein, nutrisi, atau kalori yang dibutuhkan untuk kelangsungan kinerja tubuh. Saat seseorang menderita marasmus, tubuh akan kesulitan dalam mengembangkan sel baru ataupun melawan penyakit.

Perlahan-lahan, fungsi organ vital dalam tubuh akan berhenti dan dapat memicu kematian. Umumnya, marasmus menghantui anak-anak yang berada di daerah kekurangan pangan.

Ciri utama dari penderita marasmus adalah memiliki berat badan di bawah ideal. Hal ini karena penderita marasmus telah kehilangan banyak massa otot dan lemak di bawah kulit (subcutaneous fat).

Lama-kelamaan, penderita marasmus akan kehilangan lemak dan jaringan tubuh di wajah dan badan yang membuat tulang-tulang di bawah kulit terlihat. Hilangnya lemak tubuh juga memunculkan gelambir dan membuat mata penderita terlihat cekung.

Anak-anak yang menderita marasmus akan terlihat tidak berenergi, tampak lebih tua dari usianya, serta mudah kesal dan marah. Berikut adalah beberapa gejala lain dari marasmus:

  • Kulit kering
  • Pusing
  • Rambut yang rapuh
  • Infeksi pernapasan
  • Diare kronis
  • Tumbuh kembang yang terhambat
  • Disabilitas intelektual

Apa yang memicu marasmus?

Biasanya, kekurangan iodin, vitamin A, zat besi, dan zinc adalah penyebab dari kemunculan kondisi marasmus.

Namun, marasmus tidak hanya dikarenakan kurangnya konsumsi nutrisi atau makanan serta gangguan makan, karena marasmus juga bisa muncul saat Anda tidak mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang imbang, misalnya mengonsumsi lebih banyak karbohidrat dan sedikit protein.

Selain itu, kondisi medis tertentu juga dapat membuat Anda menderita marasmus, contohnya memiliki masalah dalam penyerapan atau proses pencernaan nutrisi tertentu. Akan tetapi kondisi medis dan kekurangan satu nutrisi tertentu bukanlah faktor utama penyebab marasmus.

Marasmus baru akan terjadi jika Anda kekurangan nutrisi tertentu dan mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori di bawah kalori harian Anda.

Bayi rentan mengalami kondisi marasmus jika hanya mendapatkan asupan ASI selama enam bulan, karena Si Kecil juga tentunya membutuhkan makanan padat lainnya. Bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan rendah juga berisiko menderita marasmus.

Bagaimana cara mengatasi marasmus?

Marasmus yang tidak segera ditangani berpotensi bukan hanya menyebabkan penurunan berat badan, tetapi juga bisa memicu berbagai komplikasi berbahaya, seperti terhambatnya tumbuh kembang, hipotensi, dan mengidap berbagai infeksi.

Saat seseorang mengidap marasmus, langkah pertama yang akan dilakukan adalah pemberian susu bubuk skim yang dicampur air panas. Setelahnya, susu skim akan ditambahkan dengan minyak sayur, kasein, dan gula.

Ketika kondisi penderita sudah mulai stabil, penderita akan diberikan pola makan spesifik yang berperan untuk memenuhi kandungan nutrisi dan kalori harian. Bahkan, orang yang mengalami marasmus akan diberikan asupan kalori yang lebih banyak dari biasanya secara bertahap.

Terkadang, makanan akan diberikan secara perlahan dalam porsi kecil yang diberikan banyak kali dalam satu harinya. Dokter juga bisa memberikan asupan nutrisi dan kalori melalui tabung yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah atau perut. Penderita marasmus tidak boleh langsung diberi asupan banyak pada awal, karena justru akan membahayakan metabolisme tubuhnya yang tidak biasa menerima dalam jumlah banyak.

Penderita marasmus membutuhkan waktu beberapa bulan untuk pulih. Selama penanganan, penderita akan diberikan banyak cairan untuk mencegah dehidrasi dan diminta untuk mengonsumsi antibiotik yang dapat mengatasi infeksi akibat marasmus.

Apabila marasmus diakibatkan oleh gangguan makan tertentu, maka penderitanya juga akan diberikan penanganan secara psikologis, seperti konseling.

Catatan dari SehatQ

Marasmus muncul akibat kurangnya asupan nutrisi dan kalori harian. Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena bisa berdampak pada kesehatan dan bahkan dapat memicu kematian.

Apabila Anda atau orang di sekitar mengalami gejala marasmus, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/marasmus#symptoms
Diakses pada 22 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/313185
Diakses pada 22 Februari 2020

Artikel Terkait