Kenali Jenis Obat Darah Tinggi yang Aman Dikonsumsi Ini

Obat darah tinggi digunakan berdasarkan keluhan yang dialami
Obat darah tinggi dapat digunakan berdasarkan keluhan yang diderita

Selalu ada alasan kuat di balik larangan mengonsumsi obat tanpa resep dokter, apalagi untuk beberapa penyakit sensitif seperti tekanan darah tinggi. Obat darah tinggi sendiri memiliki banyak jenis yang penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi Anda, serta dipantau secara intensif oleh dokter agar Anda terhindar dari risiko efek-efek negatifnya.

Tekanan darah normal adalah ketika sistolik (angka atas) berada di kisaran 120 atau kurang, sedangkan diastolik (angka bawah) pada angka 80 atau kurang. Anda dikatakan menderita kenaikan tekanan darah ketika sistolik berada pada kisaran 121-129, sedangkan diastolik pada kurang dari 80.

Ketika sistolik/diastolik melebihi 130/80, maka Anda dikatakan menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi sendiri dibagi lagi dalam tiga tahap, yakni hipertensi tahap 1 dengan sistolik 130-139 dan diastolik 80-89, hipertensi tahap 2 dengan sistolik di atas 140 dan diastolik di atas 90, serta krisis hipertensi dengan sistolik di atas 180 dan diastolik di atas 120.

Obat darah tinggi alami

Pada dasarnya, tidak ada obat darah tinggi alami yang direkomendasikan oleh dokter. Beberapa tanaman atau suplemen herbal yang diklaim dapat menurunkan tekanan darah belum terbukti secara medis, bahkan dikhawatirkan memiliki efek samping jika dikonsumsi berlebihan.

Meski demikian, Anda tetap dapat mencoba berbagai bahan alami berikut untuk membantu menurunkan tekanan darah:

  • Seledri

Seledri bisa dijus atau dimakan begitu saja dan telah lama dipercaya dapat menurunkan angka tekanan darah karena bersifat diuretik.

  • Daun kemangi

Kandungan senyawa kimia dalam kemangi bernama eugenol dipercaya dapat mencegah darah untuk menggumpal sehingga menekan dinding jantung dan mengakibatkan hipertensi.

  • Kayu manis

Kayu manis dapat menjadi obat darah tinggi alami jika diberikan lewat pembuluh vena (infus).

  • Flax seed

Biji-bijian ini dipercaya dapat mencegah terjadinya atherosclerotic cardiovascular disease (penumpukan plak di arteri jantung) dengan mengurangi kolesterol, menaikkan toleransi glukosa, dan bertindak sebagai antioksidan.

Obat penurun darah tinggi yang diresepkan dokter

Seperti diutarakan di atas, banyak jenis obat darah tinggi sintetis yang akan diresepkan oleh dokter berdasarkan keluhan Anda. Berikut adalah beberapa jenis obat penurun darah tinggi yang biasanya diberikan kepada Anda:

  • Thiazide diuretik

Obat ini disebut juga sebagai pil air (chlorthalidone, hydrochlorothiazide, dan lain-lain) adalah obat yang membantu ginjal mengeluarkan kelebihan sodium dan air di ginjal sehingga tekanan darah akan berkurang. Obat darah tinggi ini biasanya menjadi pilihan pertama dalam mengatasi hipertensi Anda.

  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors

Beberapa contoh dari obat ini adalah lisinopril, benazepril, captopril, dan lain-lain. Obat-obatan ACE inhibitors bekerja paling efektif pada orang yang juga memiliki masalah ginjal kronis.

Cara kerja obat ini adalah menghambat pengeluaran hormon angiotensin, yaitu hormon yang bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan kerja jantung.

  • Angiotensin II reseptor blockers (ARBs)

Obat ini juga bisa diberikan pada penderita ginjal kronis dengan jenis obat darah tinggi berupa candesartan, losartan, dan lain-lain.

  • Calcium channel blockers

Beberapa contoh obat-obatan calcium channel blockers meliputi amlodipine, diltiazem, dan lain-lain. Obat ini bekerja dengan membuat rileks otot jantung atau menurunkan detak jantung, dan biasanya diberikan pada penderita hipertensi usia lanjut.

Obat penurun darah tinggi di atas bisa juga diberikan secara kombinasi, tergantung kondisi Anda. Bila obat-obatan tersebut tidak berhasil mengatasi hipertensi Anda, dokter akan meresepkan obat darah tinggi lainnya, seperti:

  • Alpha blockers

Beberapa contoh dari obat ini adalah doxazosin, prazosin, dan lain-lain. Alpha blockers merupakan obat yang mengurangi respons saraf di pembuluh darah jantung.

  • Alpha-beta blockers

Khusus untuk alpha-beta blockers (carvedilol dan labelatol), selain mengurangi respons saraf, obat darah tinggi ini juga memperlambat denyut jantung.

  • Beta blockers

Obat-obatan untuk penyakit hipertensi yang tergolong dalam beta blockers memiliki fungsi melebarkan pembuluh darah.

  • Aldosterone antagonists

Beberapa contoh dari aldosterone antagonist adalah spironolactone dan eplerenone. Obat ini berfungsi mengurangi efek buruk dari penumpukan garam dan air di dalam tubuh.

  • Renin inhibitors

Obat darah tinggi renin inhibitors dipercaya mampu menurunkan produksi renin (enzim yang diproduksi ginjal) yang dapat menaikkan angka tekanan darah.

  • Vasodilators

Obat-obatan vasodilators, seperti hydralazine dan minoxidil, dianggap mampu mencegah penyempitan arteri jantung.

  • Central-acting agents

Obat-obatan yang tergolong central-acting agents adalah clonidine, guanfacine, dan methyldopa. Obat penurun darah tinggi jenis ini mampu mengirim sinyal ke otak agar tidak mempercepat detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah.

Untuk meningkatkan efektivitas, dokter biasanya akan memberi Anda lebih dari satu jenis obat darah tinggi, namun dalam dosis rendah.

Dalam pemberian obat, dokter juga akan mempertimbangkan kondisi organ lainnya dari pasien sehingga konsumsi obat darah tinggi ini tidak merusak kerja organ lainnya.

American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/changes-you-can-make-to-manage-high-blood-pressure/types-of-blood-pressure-medications
Diakses pada 3 Desember 2019

American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/understanding-blood-pressure-readings
Diakses pada 3 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/high-blood-pressure-hypertension/herbs-to-lower
Diakses pada 3 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/diagnosis-treatment/drc-20373417
Diakses pada 3 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed