Kenali Gejala Stroke Ringan dan Waspadai Potensinya Menjadi Stroke

Otot mati rasa di satu sisi tubuh dapat menjadi salah satu gejala stroke ringan
Stroke ringan merupakan gejala awal terjadinya penyakit stroke

Sedang asyik beraktivitas, tiba-tiba otot di wajah atau tangan terasa mati rasa. Tapi, hal ini hanya berlangsung selama beberapa menit dan hilang begitu saja. Sadarkah Anda bahwa yang baru saja terjadi adalah salah satu gejala stroke ringan?

Sangatlah wajar jika seseorang yang pernah mengalami gejala serupa tidak menyadari bahwa dirinya dilanda stroke ringan. Sebuah studi yang dilakukan di Inggris mengungkap bahwa 70% pasien tidak menyadari bahwa dirinya mengalami stroke ringan.

Itu sebabnya, sangat jarang pula yang langsung memeriksakan diri dalam waktu tiga jam sejak mengalami gejalanya. Padahal, stroke ringan yang dalam istilah medis disebut transient ischemic attack (TIA) adalah tanda-tanda yang serius.

Siapa yang Rentan Terkena Stroke Ringan?

Dalam penelitian Minor Ischemic Stroke dari Neurology Clinical Practice, bisa dipetakan bahwa orang-orang yang pernah mengalami stroke ringan memiliki kemiripan demografi dengan mereka yang juga mengalami stroke parah.

Angka prevalensinya 0,4% pada orang berusia 45-64 tahun hingga 4,1% bagi mereka yang berusia 75-79 tahun. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan stroke ringan terjadi di usia yang lebih muda.

Apa Itu Stroke Ringan?

Stroke ringan atau transient ischemic attack adalah kondisi ketika aliran darah ke otak, sumsum tulang belakang, atau retina mengalami interupsi sesaat.

Gejalanya sangat mirip dengan stroke namun tidak merusak otak. Selain itu, juga tidak ada disabilitas permanen pada mereka yang mengalaminya.

Stroke ringan bisa menjadi sinyal terjadinya stroke. Satu dari tiga orang yang mengalami stroke ringan kerap kali mengalami serangan stroke susulan, terutama dalam 48 jam usai serangan pertama

Oleh sebab itu, penanganan terhadap stroke ringan harus tetap dilakukan, tidak boleh dianggap sepele.

Gejala Stroke Ringan

Lalu apa gejala stroke ringan yang bisa Anda identifikasi sesegera mungkin?

  • Otot mati rasa atau terasa lemah di satu sisi tubuh.
  • Sulit berbicara dan kalimat susah dipahami.
  • Hilang keseimbangan dan merasa pusing.
  • Penglihatan menjadi kabur (di satu atau kedua mata).
  • Merasa bingung atau linglung.
  • Sakit kepala hebat tanpa sebab.

Gejala-gejala stroke ringan di atas biasanya hanya terjadi selama beberapa menit namun ada kemungkinan terjadi berulang dalam 24-48 jam berikutnya. Gejala stroke ringan dan stroke sangat identik, jadi ada baiknya segera mengambil tindakan.

Apakah Stroke Ringan Bisa Jadi Stroke?

Seperti yang telah disebutkan di atas, stroke ringan sangat mungkin menjadi sinyal awal terjadinya stroke. Oleh sebab itu, penting untuk segera memeriksakan kondisi Anda ke dokter dan mengikuti rangkaian tes seperti MRI, CT scan, dan lainnya.

Hal yang juga tak kalah penting adalah mengetahui apa yang harus dilakukan saat melihat orang mengalami gejala stroke ringan. The National Stroke Association merangkumnya dalam F.A.S.T, yaitu:

  • Face

    Minta orang tersebut untuk tersenyum dan lihat apakah salah satu sisi wajahnya cenderung turun
  • Arms

    Minta untuk mengangkat kedua tangan, apakah salah satu sisi justru jatuh?
  • Speech

    Minta orang tersebut untuk mengulangi kalimat sederhana, apakah kalimatnya sukar dipahami atau sulit mengikuti kata-kata Anda?
  • Time

    Waktu sangatlah krusial bagi orang yang mengalami stroke, meski yang ringan sekalipun. Segera hubungi ambulans.

Bagi yang pernah mengalami stroke ringan, selalu periksakan kondisi Anda secara berkala. Selain itu, tak kalah penting untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat agar terhindar dari pemicu stroke ringan.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed