logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Pneumonia pada Anak, Apa Saja Gejala dan Pengobatannya?

open-summary

Gejala pneumonia pada anak, seperti batuk berdahak, demam, nyeri dada, hingga diare, perlu diwaspadai. Pengobatan pneumonia akan didasari oleh penyebabnya, misalnya pneumonia bakteri bisa diobati dengan antibiotik.


close-summary

3.43

(7)

3 Jan 2022

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Pneumonia pada anak perlu dikenali gejalanya sejak dini, sebelum bertambah parah

Pneumonia pada anak adalah infeksi di paru-paru yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur

Table of Content

  • Apa itu pneumonia pada anak?
  • Penyebab pneumonia pada anak
  • Faktor risiko pneumonia pada anak
  • Gejala pneumonia pada anak
  • Pengobatan pneumonia pada anak
  • Komplikasi pneumonia yang perlu diwaspadai
  • Cegah pneumonia pada anak dengan cara ini

Pneumonia pada anak merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Menurut data dari World Health Organization (WHO), penyakit ini menjadi penyebab kematian dari 740.180 anak berusia di bawah 5 tahun di seluruh dunia pada 2019 silam.

Advertisement

Sementara itu, menurut UNICEF, sekitar 1 dari 71 anak-anak mengidap pneumonia setiap tahunnya, dengan Asia Tenggara menyumbang kasus pneumonia pada anak paling tinggi, yakni 2.500 kasus dari 100.000 anak.

Apa itu pneumonia pada anak?

Pneumonia adalah infeksi yang menyerang paru-paru dan menyebabkan penderitanya mengalami berbagai gejala, seperti sesak napas dan batuk-batuk. Pneumonia sering disebut sebagai penyakit paru-paru basah dan umumnya dialami anak usia balita.

Kondisi ini menyebabkan kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru mengalami peradangan. Pneumonia juga bisa mengakibatkan kantong udara tersebut terisi dengan cairan atau nanah.

Kasus radang paru-paru pada anak ini tingkat keparahannya bisa beragam, mulai dari ringan hingga berat. Sehingga, saat anak mengalami gejala yang mirip pneumonia, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan efektif.

Penyebab pneumonia pada anak

Pneumonia pada anak dapat disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, maupun jamur. Namun, pada kebanyakan kasus, infeksi paru-paru pada anak ini terjadi akibat virus.

Pneumonia sering kali diawali dengan munculnya gangguan pada saluran pernapasan atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Gejala awal penyakit paru-paru pada anak ini, seperti pilek dan sakit tenggorokan, biasanya muncul dalam 2-3 hari setelah infeksi terjadi.

Gangguan tersebut kemudian menyebar ke saluran pernapasan bawah, yaitu paru-paru. Di paru-paru, kuman penyebab pneumonia mengakibatkan penumpukan carian, sel darah putih, dan kotoran.

Kondisi tersebut membuat saluran napas menjadi tersumbat sehingga paru-paru tidak dapat bekerja dengan baik.

Anda juga perlu waspada karena penyebab radang paru-paru pada anak ini juga dapat terjadi akibat virus corona atau Covid-19.

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memahami apa saja penyebab pneumonia pada bayi atau anak supaya mereka dapat terhindar dari penyakit ini.

Faktor risiko pneumonia pada anak

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya pneumonia pada anak, di antaranya:

  • Berusia 2 tahun atau lebih muda.
  • Sedang dirawat di rumah sakit (terutama jika mengharuskan anak menggunakan ventilator).
  • Mengidap penyakit kronis, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hingga penyakit jantung.
  • Terpapar asap rokok yang bisa merusak sistem pertahanan tubuh untuk melawan bakteri dan virus penyebab pneumonia.
  • Memiliki sistem imun yang melemah akibat kondisi tertentu, seperti HIV/AIDS, pernah menjalani transplantasi organ, hingga kemoterapi.

Gejala pneumonia pada anak

Anak yang terkena pneumonia bisa mengalami gejala berbeda, tergantung dari penyebabnya. Pada pneumonia yang disebabkan oleh bakteri, gejala muncul dengan cepat dan tiba-tiba, dengan kondisi berikut ini.

  • Batuk berdahak
  • Nyeri dada
  • Muntah atau diare
  • Nafsu makan berkurang
  • Tubuh lemas
  • Demam

Di sisi lain, ciri-ciri pneumonia pada anak akibat virus sebenarnya hampir serupa dengan gejala yang disebabkan oleh bakteri. Hanya saja, kemunculannya terjadi secara perlahan.

Sedangkan pada jenis mycoplasma pneumonia, gejala yang muncul cukup berbeda dengan kedua kondisi di atas. Pasalnya, pada jenis ini gejala justru tidak diawali dengan pilek, tapi dengan kondisi berikut ini:

  • Demam dan batuk
  • Batuk yang tidak kunjung reda, dan dapat bertahan hingga 3-4 minggu
  • Batuk yang cukup parah, hingga berdahak

Selain gejala yang khas dari masing-masing penyebabnya, ada juga sejumlah tanda yang dapat terjadi pada semua jenis pneumonia, yaitu:

  • Demam
  • Nyeri dada dan sakit perut
  • Nafsu makan berkurang
  • Menggigil
  • Napas cepat dan pendek-pendek
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Tidak enak badan
  • Rewel.

Baca Juga

  • Apakah Bronkitis Menular? Tergantung pada Jenis Bronkitisnya
  • 5 Perawatan dan Obat Kanker Paru Terbaik yang Bisa Jadi Pilihan
  • Pantangan Paru-paru Basah, Apa Saja Makanan yang Harus Dihindari?

Jika ciri-ciri pneumonia pada bayi atau anak di atas terjadi, segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Pengobatan pneumonia pada anak

Pengobatan pneumonia pada anak akan disesuaikan dengan penyebab awalnya. Berikut adalah perawatan yang dianggap efektif untuk meredakan infeksi pneumonia.

1. Perawatan untuk pneumonia akibat bakteri

Dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk meredakan pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. Pada kondisi yang ringan, obat ini dapat diminum sendiri di rumah. Kondisi anak umumnya mulai membaik dalam waktu 48 jam setelah obat pertama kali diminum.

Pengobatan dengan antibiotik harus diselesaikan dan obatnya harus dihabiskan meskipun anak sudah merasa lebih baik. Perawatan akan berlangsung selama 7-10 hari.

Batuk yang dialami anak juga dapat berlanjut selama tiga minggu setelah perawatan selesai. Namun, Anda tidak perlu terlalu cemas karena kondisi ini akan membaik dengan sendirinya.

Pada kondisi yang parah, antibiotik akan diberikan secara langsung melalui infus dan anak membutuhkan rawat inap.

2. Perawatan untuk pneumonia akibat virus

Pneumonia yang disebabkan oleh virus tidak separah dengan kondisi akibat bakteri. Dokter akan memberikan obat untuk meredakan gejala yang mengganggu.

Meski tidak parah, penyembuhan pneumonia yang disebabkan oleh virus berlangsung lebih lama, bahkan dapat memakan waktu hingga empat minggu.

3. Perawatan yang bisa dilakukan di rumah

Selain dengan perawatan dari dokter, Anda sebagai orangtua juga dapat memastikan masa pemulihan si kecil berjalan dengan baik.

Berikut adalah langkah-langkah terapi pneumonia pada anak yang bisa Anda lakukan selama proses penyembuhan di rumah.

  • Ajak anak untuk banyak beristirahat.
  • Penuhi kebutuhan cairannya, jangan sampai si kecil dehidrasi.
  • Jika anak sulit makan, antisipasi dengan memberinya lebih banyak minum.
  • Pastikan antibiotik yang diresepkan dokter, Anda memberikan sesuai instruksi.
  • Jika anak masih batuk-batuk akibat pneumonia, jangan berikan obat batuk karena tidak akan membantu penyembuhannya.
  • Jangan biarkan anak terpapar asap rokok.

Komplikasi pneumonia yang perlu diwaspadai

Setelah memahami ciri-ciri pneumonia pada balita beserta gejalanya, Anda juga perlu waspada terhadap komplikasi pneumonia yang bisa menyerang si kecil.

  • Bakteri di dalam aliran darah

Pneumonia dapat membuat bakteri masuk ke dalam aliran darah dari paru-paru. Bakteri tersebut dapat menyebarkan infeksi ke organ lain dan berpotensi menyebabkan kegagalan organ.

  • Sulit bernapas

Jika pneumonia pada anak cukup parah atau juga mengidap penyakit paru-paru kronis, ia dapat mengalami kesulitan dalam bernapas.

Anak perlu dirawat di rumah sakit dan menggunakan mesin bernapas (ventilator) sampai paru-parunya sembuh.

  • Cairan menumpuk di sekitar paru-paru

Komplikasi pneumonia dipercaya bisa menyebabkan cairan menumpuk di ruang tipis antara lapisan jaringan yang melapisi paru-paru dan rongga dada.

Jika cairannya terinfeksi, dokter dapat merekomendasikan selang dada atau operasi untuk mengeringkannya.

  • Abses paru-paru

Abses paru-paru terjadi saat nanah terbentuk di rongga paru-paru. Kondisi ini umumnya dapat diatasi dengan antibiotik. Namun, terkadang dibutuhkan pembedahan atau selang panjang untuk mengeluarkannya.

Cegah pneumonia pada anak dengan cara ini

Pneumonia pneumokokus dapat dicegah dengan pemberian imunisasi tau vaksin yang melindungi tubuh dari 13 jenis pneumonia. Imunisasi ini diberikan selama 3 kali dosis besar dan 1 kali dosis boosting, dimulai saat anak berusia 2 bulan dengan interval pemberian 4-8 minggu.

Selain itu, pastikan juga anak telah mendapatkan semua imunisasi yang direkomendasikan. Anak juga dapat diberikan imunisasi flu setiap tahunnya. Pasalnya, pneumonia lebih rentan terjadi setelah anak mengalami batuk rejan dan flu.

Anda juga dapat melindungi anak dari pneumonia dengan menjaga kebersihannya. Ajarkan anak untuk menutup mulut dan hidungnya saat bersin atau batuk. Selain itu, biasakan anak untuk rajin cuci tangan guna melindungi tubuhnya dari berbagai macam infeksi.

Pneumonia pada anak perlu dikenali gejalanya sejak awal agar perawatannya pun dapat dilakukan segera. Apabila si kecil mulai menunjukkan gejala yang serupa, jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pneumonia pada anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

penyakit paru-parupneumoniainfeksi paru-paru

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved