Kenali Gejala Ebola, Penyakit Infeksi Virus yang Mematikan

Ebola sulit dikenali karena gejalanya mirip dengan penyakit infeksi lain, seperti flu dan malaria
Virus Ebola menginfeksi sel darah merah sehingga memicu pendarahan.

Penyakit Ebola termasuk infeksi yang langka, namun mematikan. Virus Ebola menginfeksi sel dinding pembuluh darah sehingga memicu pendarahan hebat. Sayangnya, gejala Ebola mirip dengan infeksi virus lainnya, yang umumnya diawali dengan gejala flu biasa sehingga sulit dikenali.

Infeksi Ebola menyerang manusia dan hewan primata. Infeksi ditularkan melalui kontak langsung dengan manusia atau primata yang terinfeksi, baik yang masih hidup atau sudah mati.

[[artikel-terkait]]

Pada tahun 2014, dunia dikagetkan dengan wabah penyakit ebola di Afrika. Bagaimana tidak, selama tahun 2014-2016, WHO menemukan lebih dari 11 ribu jiwa meninggal dunia. Jumlah ini lebih dari sepertiga total seluruh orang yang dicurigai dan orang yang telah positif terkena infeksi virus Ebola.

Di Indonesia, dua orang pernah dicurigai terkena penyakit Ebola. Akan tetapi, hasil pemeriksaan menyatakan negatif. Sampai saat ini pun Ebola tidak pernah ditemukan menginfeksi penduduk di Indonesia.

Namun, fakta ini tidak serta-merta menjadikan Indonesia aman dari infeksi penyakit Ebola. Sebuah riset yang dilakukan pada tahun 2005-2006 menunjukan terdapat komponen virus yang menyerupai virus Ebola di Afrika pada sejumlah orangutan yang ada di Kalimantan.

Gejala Ebola perlu diketahui semua orang

Dengan data tersebut, gelaja Ebola dan tanda-tandanya perlu diketahui semua orang di Indonesia tanpa terkecuali.

Gejala Ebola biasanya muncul dua hingga 21 hari setelah kontak dengan virus Ebola dengan rata-rata 8-10 hari. Berikut adalah beberapa gejala Ebola:

Gejala-gejala Ebola tersebut mirip dengan penyakit infeksi lain, seperti malaria ataupun flu. Terdapat satu gejala yang dapat memperkuat dugaan Ebola, yaitu pendarahan. pendarahan yang tidak jelas seperti mimisan atau munculnya memar pada tubuh bisa dicurigai akibat penyakit virus Ebola.

Apa yang harus dilakukan bila menemukan gejala Ebola?

Untuk mengetahui seseorang benar terkena penyakit virus Ebola, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan darah. Oleh karena itu, penting mendeteksi gejala Ebola pada seseorang sejak dini, mengingat Ebola merupakan penyakit yang mematikan.

Mendeteksi infeksi Ebola akan sulit ketika seseorang terkena virus Ebola beberapa saat setelah sembuh dari infeksi sebelumnya. Hal ini disebabkan karena gejala Ebola yang tidak spesifik seperti demam, sakit kepala, dan lemas.

Untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus Ebola, tidak bisa dilakukan hanya dari pengecekan gejala Ebola saja. Ia juga harus melakukan pemeriksaan apabila dalam 21 hari terakhir telah melakukan kontak dengan penderita Ebola.

Kemungkinan besar seseorang terkena infeksi virus Ebola bila kontak langsung dengan:

  • darah atau cairan tubuh seseorang yang sakit atau meninggal karena Ebola
  • benda yang terkontaminasi darah atau cairan tubuh seseorang yang sakit atau meninggal karena Ebola
  • kelelawar pemakan buah atau hewan primata seperti kera dan monyet
  • cairan seksual dari seseorang yang telah sembuh dari penyakit Ebola

Jika Anda menemui kecurigaan terhadap gejala ebola, konsultasikan segera dengan dokter Anda.

CDC. https://www.cdc.gov/vhf/ebola/
https://www.cdc.gov/vhf/ebola/symptoms/index.html
https://www.cdc.gov/vhf/ebola/diagnosis/index.html
Diakses 17 Mei 2019

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/ebola-virus-disease
Diakses 17 Mei 2019

Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/article/view/201408250001/tidak-ada-kasus-ebola-di-indonesia.html
Diakses 17 Mei 2019

Nidom CA, Nakayama E, Nidom RV, Alamudi MY, Daulay S, Dharmayanti IN, Dachlan YP, Amin M, Igarashi M, Miyamoto H, Yoshida R. Serological evidence of Ebola virus infection in Indonesian orangutans. PLoS One. 2012 Jul 18;7(7):e40740.

Artikel Terkait

Banner Telemed