Kenali Gejala Anoreksia, Si Penyakit Jiwa yang Mematikan

30 Agt 2019 | Oleh
Gejala anoreksia yang paling mudah dikenali adalah porsi makan yang sangat sedikit
Porsi makan sangat sedikit bisa menjadi salah satu gejala anoreksia

Anda mungkin mengenal anoreksia (anorexia nervosa) sebagai kelainan pola makan. Padahal penyakit ini adalah masalah kejiwaan yang serius. Untuk itu, penting bagi Anda mengenali penyebab dan gejala anoreksia agar bisa segera ditangani.

Orang yang menderita anoreksia selalu menganggap diri mereka kegemukan, sekalipun mereka sebetulnya sangat kurus. Berat badan mereka bahkan bisa berada pada ambang batas yang membahayakan secara kesehatan.

Saking takutnya untuk gemuk, pengidap anoreksia akan menimbang berat badannya berkali-kali, sangat membatasi asupan makanan, terus berolahraga, dan menggunakan obat pelangsing secara berlebihan.

Sebagian besar penderita anoreksia adalah remaja dan dewasa muda. Namun kondisi ini bisa menimpa siapa saja.

Dibanding penyakit jiwa lain, anoreksia menyumbang angka kematian paling tinggi. Pasalnya, penderita bisa meninggal dunia karena kelaparan, kurang gizi, maupun bunuh diri. Karena itu, gejala anoreksia harus dikenali secepatnya.

Gejala anoreksia bukan hanya takut gemuk

Anoreksia adalah kondisi yang kompleks karena melibatkan kondisi fisik maupun pola pikir (kondisi psikologis) yang menyimpang dari penderitanya. Oleh karena itu, gejala anoreksia juga harus dilihat secara menyeluruh.

Gejala anoreksia yang biasanya dialami oleh penderita meliputi:

  • Pembatasan makan yang ekstrem.
  • Bentuk tubuh yang kurus kering.
  • Tidak pernah puas dengan bentuk tubuh dan selalu ingin lebih langsing.
  • Tidak ingin memiliki berat badan sesuai standar normal yang sehat karena dianggap terlalu gemuk.
  • Sangat takut berat badannya bertambah.
  • Memiliki gambaran tubuh ideal yang keliru.

Seiring kondisinya bertambah parah, penderita anoreksia juga akan mengalami komplikasi fisik berikut:

  • Anemia ringan.
  • Lemah otot.
  • Kulit menjadi kekuningan serta kering.
  • Tumbuhnya bulu-bulu halus di sekujur tubuh, termasuk wajah (lanugo).
  • Sembelit yang parah.
  • Tekanan darah rendah yang disertai detak jantung lemah serta napas pendek.
  • Kerusakan struktur dan fungsi jantung.
  • Kerusakan otak dan organ dalam lainnya.
  • Penurunan suhu tubuh yang mengakibatkan penderita anoreksia merasa kedinginan setiap saat.
  • Merasa lelah sepanjang hari.
  • Tulang yang bertambah tipis dan kopong (osteopenia atau osteoporosis).
  • Infertilitas atau ketidaksuburan.

Apa yang menyebabkan seseorang menderita anoreksia?

Penyebab anoreksia tidak dapat dipastikan hingga sekarang. Tapi kelainan jiwa ini biasanya menurun dalam keluarga. 

Dengan kata lain, Anda memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami anoreksia jika memiliki orangtua atau saudara kandung yang juga menderita penyakit yang sama.

Selain itu, faktor psikologis, lingkungan, dan sosial juga memainkan peran penting. Risiko anoreksia akan lebih tinggi apabila:

  • Sering dikritik mengenai bentuk tubuh, berat badan, maupun cara makan.
  • Terlalu terobsesi untuk menjadi kurus karena tuntutan pergaulan maupun profesi, misalnya penari balet, model, ataupun atlet.
  • Memiliki kepribadian tertentu, contohnya perfeksionis dan obsesif.
  • Kepercayaan diri yang rendah.
  • Sering merasa cemas.
  • Pernah mengalami pelecehan seksual.
  • Di dalam keluarga, ada yang mengalami kelainan pola makan lainnya (misalnya bulimia), depresi, serta ketergantungan alkohol dan obat-obatan terlarang.

Jika Anda memiliki faktor risiko di atas, ada baiknya Anda juga mencermati gejala-gejala anoreksia sebagai bahan evaluasi diri. Terutama bila Anda juga sering merasakan hal-hal di bawah ini:

  • Terus-menerus mencemaskan diet, makanan, kalori, dan berat badan.
  • Selalu mengeluh tentang kegemukan.
  • Tidak ingin makan makanan tertentu, misalnya makanan yang mengandung karbohidrat.
  • Pura-pura tidak lapar, padahal sebaliknya.
  • Memaksakan olahraga yang sulit demi menurunkan berat badan.
  • Menghindari teman dan tidak tertarik pada kegiatan sosial.
  • Berbohong mengenai porsi makan.
  • Sering berkaca untuk memastikan bahwa tubuhnya kurus.
  • Tidak ingin makan di depan publik.

Memakai pakaian berlapis agar orang tidak bisa melihat bentuk tubuhnya.Penderita anoreksia biasanya akan mengelak jika dirinya disebut menderita kelainan jiwa ini. Pasalnya, mereka merasa tidak ada yang salah dengan perilaku mereka.

Padahal, orang yang menunjukkan gejala anoreksia harus segera diajak ke dokter spesialis jiwa atau psikolog guna menghentikan kebiasaan maupun memperbaiki pola pikir tersebut.

Untuk itu, Anda harus mengambil langkah persuasif bertahap untuk meyakinkan penderita anoreksia agar mau diobati. Dengan pengobatan yang tepat, anoreksia bisa disembuhkan.

Referensi

National Institute of Mental Health. https://www.nimh.nih.gov/health/topics/eating-disorders/index.shtml
Diakses pada 26 Agustus 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/267432.php
Diakses pada 26 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/eating-disorders/anorexia-nervosa/understanding-anorexia-basics
Diakses pada 26 Agustus 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/anorexia/
Diakses pada 26 Agustus 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top