Kenali Darah Haid Hitam dan Kondisi Medis yang Menyebabkannya

Jangan khawatir, konsultasikan ke dokter tentang darah haid hitam Anda. Bisa jadi, ada kondisi medis yang mendasarinya.
Darah haid hitam bisa terjadi, karena darah itu mengendap terlalu lama di dalam rahim, dan mengalami oksidasi.

Wanita yang sedang menjalani masa haidnya, mungkin akan merasa khawatir, ketika melihat darah haid hitam. Sebab, warna hitam seringkali dikaitkan dengan "kotor". Apakah benar, darah haid hitam, mengindikasikan kondisi medis serius?

Perlu diketahui, warna darah menstruasi seorang wanita, sangatlah penting untuk memberikan informasi tentang kesehatan vital, yang diidap. Maka dari itu, mengenal warna darah haid hitam sangatlah diperlukan, terlebih bagi Anda yang suka "parno".

Darah haid hitam, apakah harus dikhawatirkan?

Selama masa menstruasi, tubuh mengeluarkan jaringan serta darah dari rahim, melalui vagina. Kotoran berupa darah ini, memiliki warna yang bervariasi, mulai dari merah terang, cokelat tua, atau bahkan hitam. Tergantung dari lamanya darah itu “tersimpan”, warna darah haid bisa beragam.

Warna darah haid hitam atau terang, dapat disebabkan oleh lamanya darah “menetap” di rahim. Di sana, darah haid bisa bereaksi dengan oksigen (oksidasi). Darah yang sempat mengalami teroksidasi, akan terlihat lebih hitam. Sementara itu, darah yang tidak teroksidasi, akan terlihat lebih terang.

Selain, itu perubahan hormon dan kondisi kesehatan lainnya, juga bisa memengaruhi warna dan tekstur darah.

Mengenal darah haid hitam 

Bagi kebanyakan wanita, masa haid akan mulai dirasakan pada usia 12-13 tahun. Setiap periode 21-35 hari, proses menstruasi akan terjadi, dan darah akan keluar dari vagina.

Masa menstruasi ini seringkali digunakan sebagai tanda dari kondisi kesehatan, yang dialami wanita. Mulai dari lamanya siklus menstruasi Anda, hingga warna darah haid, yang keluar dari vagina.

Karena warna darah haid bisa menjadi indikasi dari kondisi medis tertentu, Anda disarankan tidak berspekulasi. Ada baiknya Anda mengenai warna darah haid hitam dan warna lainnya yang beragam, serta kondisi medis yang menyebabkannya.

Darah haid hitam

Darah haid hitam bisa muncul di awal atau akhir siklus menstruasi wanita. Warna hitam dari darah haid, menandakan bahwa darah itu sudah mengendap lama di dalam rahim, serta melewati proses oksidasi. Awalnya, darah haid hitam, memiliki warna cokelat atau merah tua, hingga akhirnya berubah jadi hitam.

Akan tetapi, darah haid hitam, juga bisa menjadi indikasi dari penyumbatan dalam vagina. Jika Anda merasakan beberapa gejala seperti darah berbau busuk, demam, sulit buang air kecil, gatal dan bengkak di area vagina, bisa jadi darah haid hitam itu muncul akibat penyumbatan dalam vagina.

Jika Anda sedang hamil, dan darah berwarna abu-abu keluar dari vagina bisa jadi itu tanda keguguran.
Beberapa kondisi medis di bawah ini, disebut bisa jadi penyebab darah hitam, keluar dari vagina. Apa saja kondisi tersebut?

  • Objek “asing” yang mengendap di vagina

Keluarnya darah haid hitam bisa jadi tanda bahwa ada benda “asing” yang tertinggal di dalam vagina. Hal ini bisa saja terjadi, jika Anda lupa mengeluarkan tampon, dari dalam vagina.

Beberapa objek lain, yang umum ditemui di dalam vagina bisa berupa kondom, hingga mainan seks (sex toys).

Jika memang penyebab darah haid hitam adalah objek asing yang tertinggal di dalam vagina, gejala seperti demam, sulit buang air kecil, gatal dan rasa tidak nyaman di sekitar vagina, hingga bau busuk, bisa Anda rasakan.

  • Lochia

Perdarahan yang muncul pada wanita, 4-6 minggu setelah melahirkan, dikenal dengan nama lochia. Di hari pertama perdarahan, lochia menyebabkan keluarnya darah berwarna merah. Pada hari keempat dan seterusnya, darah akan mulai berwarna gelap.

Seiring berjalannya waktu, lochia akan berubah warna menjadi kuning, dan berhenti dengan sendirinya.
Walau begitu, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter, jika lochia menyebabkan darah berwarna merah, bercak besar, atau bau busuk, setelah melahirkan.

  • Darah haid tertahan

Hematocolpos adalah kondisi yang terjadi ketika darah menstruasi terhambat, dan tidak bisa keluar dari rahim, serviks, atau vagina. Akibatnya, darah akan berubah menjadi kehitaman.

Penyumbatan ini bisa terjadi akibat kelainan bawaan, yang berdampak pada selaput dara, septum vagina, atau dalam kasus langka, tidak adanya serviks (agenesis serviks) dapat terjadi.

  • Implantasi

Implantasi terjadi di awal kehamilan wanita. Saat proses ini terjadi, akan muncul perdarahan. Jika darah akibat implantasi ini tertahan untuk waktu yang cukup lama, maka darah hitam bisa keluar dari vagina.

Warna dari darah haid Anda, adalah “sinyal” dari kondisi medis yang mungkin terjadi. Jangan pernah meremehkan, apalagi mengabaikan warna darah haid yang tidak biasa. Sebab bisa jadi, penyakit serius sedang mengintai tubuh Anda.

Maka dari itu, konsultasikan langsung ke dokter, untuk mendapatkan penanangan dan solusi yang tepat.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324848.php

Diakses pada 20 November 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/period-blood

Diakses pada 20 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed