Kenali dan Atur Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah

Memeriksa tekanan darah secara rutin dapat membantu memonitor kesehatan Anda
Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi tekanan darah

Tekanan darah normal sangat penting untuk kelangsungan hidup Anda. Tekanan darah berperan dalam mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah yang terlalu tinggi atau rendah dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Demi mempertahankan tekanan darah yang normal, Anda perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah agar Anda bisa mengurangi risiko mengalami hipertensi ataupun hipotensi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sudah lama menjadi salah satu penyakit berbahaya yang menyerang secara diam-diam. Namun, tidak hanya hipertensi, hipotensi atau tekanan darah rendah mampu menghambat aktivitas sehari-hari Anda.

Salah satu cara untuk mengatur tekanan darah agar hidup tetap sehat adalah dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah.

Faktor yang mempengaruhi tekanan darah berbeda dan tergantung dari jenis kondisinya. Secara garis besar, berikut adalah faktor yang mempengaruhi tekanan darah:

  • Stres

Stres dapat menjadi faktor yang mempengaruhi tekanan darah tinggi karena dapat meningkatkan tekanan darah secara sementara.

  • Usia

Risiko mengalami tekanan darah tinggi ataupun rendah dapat meningkat seiring bertambahnya usia, khususnya pada orang-orang berusia di atas 65 tahun.

  • Jenis kelamin

Faktor yang mempengaruhi tekanan darah lainnya adalah jenis kelamin. Pria ditemukan lebih cenderung mengalami tekanan darah tinggi daripada wanita.

  • Genetik

Peluang mengalami tekanan darah tinggi dipengaruhi oleh faktor genetik, karena hipertensi biasanya dapat menurun di keluarga.

  • Ras

Siapa sangka, ternyata orang-orang yang berasal dari ras Afrika atau yang berkulit gelap lebih rentan untuk mengalami tekanan darah tinggi.

  • Obesitas atau berat badan berlebih

Obesitas atau memiliki berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko kenaikan tekanan darah dan penyakit kardiovaskular karena ada sistem tertentu di tubuh yang teraktivasi. Sistem ini akan meningkatkan tekanan darah.

  • Konsumsi garam

Sudah bukan rahasia lagi bahwa konsumsi garam berlebih adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tekanan darah tinggi. Sodium dapat memicu penyerapan air dalam tubuh yang meningkatkan tekanan darah.

  • Konsumsi potasium

Konsumsi kadar garam berlebih dan potasium yang kurang adalah resep jitu untuk terjangkit hipertensi. . Potasium dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan menyeimbangkan efek buruk dari garam.

  • Konsumsi alkohol

Minum alkohol sebenarnya sah-sah saja, hanya saja Anda perlu mengatur takaran yang dikonsumsi. Minum alkohol secara berlebih dalam merusak jantung serta pembuluh darah dan meningkatkan kemungkinan Anda terkena hipertensi.

  • Aktivitas fisik

Kurangnya aktivitas fisik dapat menjadi salah faktor yang mempengaruhi kemunculan tekanan darah tinggi. Orang-orang yang kurang aktif cenderung memiliki detak jantung yang lebih cepat dan merupakan indikasi bahwa otot jantung perlu bekerja lebih ekstra.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik, seperti olahraga atau berjalan, dapat meningkatkan peluang Anda mengalami obesitas.

  • Merokok

Merokok adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tekanan darah dan dapat memicu penyakit jantung. Hal ini karena tembakau dapat merusak dan mempersempit dinding pembuluh darah arteri.

  • Obat tertentu

Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat tekanan darah tinggi dapat memperbesar peluang Anda mengalami tekanan darah rendah.

  • Kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risiko Anda mengalami hipertensi ataupun hipotensi, seperti kolesterol tinggi, diabetes, penyakit Parkinson, penyakit jantung, sleep apnea, dan penyakit ginjal.

Catatan dari SehatQ

Tidak semua faktor yang mempengaruhi tekanan darah di atas bisa dikendalikan. Namun, Anda tetap dapat menjaga kestabilan tekanan darah dengan mengontrol faktor-faktor yang memang bisa diatur, seperti mengurangi konsumsi garam, berhenti merokok, dan sebagainya.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin juga dapat turut membantu untuk mengecek tekanan darah dan menghindari semakin parahnya kondisi tekanan darah yang dialami.

American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/why-high-blood-pressure-is-a-silent-killer/know-your-risk-factors-for-high-blood-pressure
Diakses pada 30 Januari 2020

CDC. https://www.cdc.gov/bloodpressure/risk_factors.htm
Diakses pada 30 Januari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20373410
Diakses pada 30 Januari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20355465
Diakses pada 30 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/270644.php
Diakses pada 30 Januari 2020

Artikel Terkait