Kenali Ciri-ciri Suami Berbohong Ini, Para Istri Jangan Kalah Gesit

Ciri-ciri suami berbohong perlu dikenali istri agar tidak mudah tertipu
Ciri-ciri suami berbohong bisa dilihat dari gelagatnya yang aneh dan tatapan matanya

“Hari ini pulang telat, ya, ada meeting,” ujar sang suami pada istrinya. Percakapan ini sering terjadi di kota-kota besar. Namun saat alasan ini berulang kali digunakan dan diucapkan dengan nada yang aneh, tidak ada salahnya jika Anda menanyakan kebenarannya pada suami. Sebab, hal tersebut bisa jadi salah satu ciri-ciri suami berbohong.

Memang, rasa percaya dalam rumah tangga itu penting. Tapi, bukan berarti Anda tidak boleh waspada dan harus menelan begitu saja semua kata-kata yang disampaikan pasangan. Jangan sampai kalah cerdik, istri juga perlu mengenali ciri-ciri suami berbohong.

Ciri-ciri suami berbohong

Istri perlu kenali ciri-ciri suami berbohong
Ciri-ciri suami berbohong bisa dilihat dari ekspresi mukanya

Sebenarnya, jika suami Anda temasuk pembohong yang buruk, tidak sulit untuk melihat keanehan di dalam sikap dan kata-katanya. Namun bagaimana halnya jika sang pria adalah pembohong ulung?

Orang seperti ini, biasanya merasa lebih cerdik dalam hal mengelabui orang lain, termasuk istrinya. Sebagai istri, jangan mau kalah cerdik. Berikut ini ciri-ciri suami berbohong yang bisa dikenali.

• Sering menghindar

Tidak semua orang pintar berbohong. Jadi sebelum mengemukakan kebohongan, banyak dari mereka berusaha menghindar dari pertanyaan atau situasi yang membuat mereka terpojok sehingga harus menjelaskan kebenaran dari suatu kejadian.

Herannya, banyak orang berpikir bahwa hal ini lebih baik daripada berbohong. Padahal menghindar juga bisa membuat pasangan kecewa.

Jika suami adalah tipe yang sering menceritakan kesehariannya di kantor, Anda perlu sedikit curiga jika tiba-tiba kebiasaan tersebut berubah. Apalagi, saat Anda bertanya mengenai keanehan ini, dan ia semakin menghindar dan hanya menjawab singkat dengan “tidak”.

• Nada bicara yang berbeda dari biasanya

Orang yang sedang berbohong, biasanya bicaranya terbata-bata dan nadanya pun cenderung lebih tinggi dari biasanya. Kata-kata yang diucapkan pun biasanya tidak jelas.

Masih berhubungan dengan cara bicara, suami yang berbohong biasanya secara tidak sadar menekan suaranya atau bahkan sedikit menutup mulutnya. Anda bisa mengenali bahwa ada ketidakcocokan antara nada bicara dan ekspresi wajahnya.

• Gerak-gerik yang aneh

Baik pembohong ulung ataupun amatir, tubuh seolah tidak bisa diajak kompromi untuk menutupi kebiasaan buruk ini. Sebab tanpa disadari, orang yang sedang berbohong biasanya akan terlihat aneh gerak-geriknya. Ibaratnya, perkataan yang disampaikan tidak matching dengan gerakan tubuhnya.

Mungkin kata-kata yang disampaikan suami terdengar meyakinkan. Namun gerak geriknya mengatakan sebaliknya. Belum lagi, jika saat berbicara ,suami seolah ragu untuk melihat mata Anda, lebih sering berkedip, dan pupil atau bagian hitam di mata, terlihat melebar.

Selain ketiga ciri utama di atas, masih banyak ciri-ciri suami bohong lain yang bisa dikenali, seperti:

  • Berbicara sambil terlihat memegang dagu atau menggaruk alis
  • Melipat tangan atau kaki
  • Sambil memainkan rambut
  • Terlalu sering mengucapkan kata “tidak”
  • Terus-menerus mengelak dari pertanyaan Anda
  • Membela diri secara berlebihan
  • Menceritakan detail kejadian secara berlebihan tanpa diminta
  • Tidak konsisten dengan yang disampaikan
  • Menempatkan pembatas seperti kursi atau meja di antara Anda dan dia
  • Terlihat terlalu tenang sehingga terlihat aneh
  • Tidak mau menyentuh Anda saat berbicara
  • Terlihat ragu atau takut menyampaikan sesuatu
  • Sering berhenti bicara di tengah-tengah kalimat, banyak mengucap kata, “Hmmm”

Cara menghadapi suami yang suka berbohong

Suami istri bisa bertengkar karena kebohongan
Tidak mudah menghadapi suami yang suka berbohong

Sebenarnya, saat suami berbohong, bukan berarti Anda harus langsung marah atau bahkan meninggalkannya. Reaksi yang ditunjukkan ketika Anda mengetahui bahwa suami berbohong, biasanya tergantung dari alasannya.

Mungkin pertama-tama, Anda bisa bertanya terlebih dahulu mengenai alasannya berbohong. Berbohong karena selingkuh atau berbohong karena ingin melindungi Anda, tentu akan memicu reaksi yang berbeda dan bisa menentukan suami patut dimaafkan atau tidak.

Kebohongan bukanlah suatu peristiwa hitam putih. Tidak jarang kebohongan terjadi tanpa disengaja, seperti saat suami bilang akan sampai rumah pukul 7 malam. Ia tahu bahwa pekerjaannya tidak akan selesai pada waktu tersebut.

Namun ia mengatakannya karena sebenarnya ia ingin untuk pulang lebih awal, tapi tidak bisa mengatur waktu dengan baik.

Namun sebagai istri, Anda juga sebaiknya tidak mengabaikan insting. Andalah yang tahu mana batasan kebohongan yang bisa ditolerir mana yang tidak. Jika Anda merasa bahwa suami selalu pulang telat karena adanya perselingkuhan, maka jangan abaikan perasaan tersebut.

Kebohongan bisa menjadi hal yang sangat menyakitkan. Perasaan dikhianati, bisa merusak kemampuan Anda mengontrol emosi. Jadi, jika sudah berkali-kali memergoki suami berbohong, tidak ada salahnya kalau mulai berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar mental Anda lebih siap dalam menghadapi tahap selanjutnya, yaitu menerimanya kembali, atau meninggalkannya.

Selain itu, beberapa hal di bawah ini juga bisa dipertimbangkan, saat menghadapi suami yang suka berbohong.

  • Sebelum mengkonfrontasi suami mengenai kebohongannya, pikirkan kembali reaksi yang akan Anda berikan.
  • Saat konfrontasi terjadi, bersiaplah mendengar sesuatu yang tidak diinginkan. Namun biar bagaimanapun juga, Anda harus tetap mendengarkan perkataannya terlebih dahulu.
  • Bersiap-siap untuk terkejut mengenai alasannya berbohong. Misalnya, Anda mengira ia selingkuh, namun ternyata ia sering pulang terlambat karena ia memiliki pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan tapi malu mengakuinya.
  • Setelah mendengarkan penjelasannya, sampaikan ekspektasi Anda kepada suami secara jelas dan to the point.
  • Sampaikan pada suami, sampai tahap mana Anda masih bisa mentoleransi perbuatannya. Misalnya, Anda tekankan “Sekali lagi kamu berbohong, saya akan pergi.”
  • Coba juga melihat ke dalam diri Anda. Apakah ada perbuatan Anda yang mendorong suami untuk berbohong?Misalnya, saat suami berkumpul dengan temannya, Anda selalu mengeluh bahwa Anda tidak menyukainya. Sehingga, ia lebih memilih berbohong daripada memicu konflik dengan Anda.

Mengenali ciri-ciri suami berbohong memang gampang-gampang susah. Tidak jarang, Anda menahan diri untuk mencurigai suami karena tidak ingin memicu konflik yang lebih besar. Namun ingat, jika Anda merasa bahwa kebohongan yang dilakukan suami sudah merusak tatanan rumah tangga yang selama ini dibangun, tidak ada salahnya jika Anda mulai bertindak.

Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/how-to-tell-if-spouse-is-lying-2300996
Diakses pada 13 Februari 2020

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-love-doctor/200908/how-much-do-you-trust-your-partner
Diakses pada 13 Februari 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/emotional-health/how-deal-with-lying-spouse/
Diakses pada 13 Februari 2020

Artikel Terkait