Kenali Ciri-Ciri Overdosis untuk Berikan Pertolongan Pertama yang Tepat

(0)
14 Aug 2020|Azelia Trifiana
Kenali ciri-ciri overdosis agar dapat lakukan pertolongan pertamaOverdosis dapat berakibat fatal jika tidak ditangani segera
Tak terhitung berapa banyak kasus orang mengalami overdosis obat-obatan. Mengetahui ciri-ciri overdosis sangat penting untuk tahu tanda bahayanya. Overdosis terjadi ketika seseorang mengonsumsi obat-obatan dengan dosis terlalu banyak dan tidak bisa ditoleransi oleh tubuhnya.Overdosis bisa terjadi tiba-tiba dari obat yang diresepkan, penyalahgunaan obat-obatan, hingga upaya bunuh diri. Kerap kali, orang tidak tahu betapa kerasnya obat yang dikonsumsi atau menjalankan swamedikasi yang justru berisiko karena diminum dalam dosis sembarangan.

Ciri-ciri overdosis

Ketika seseorang mengalami overdosis, dampaknya akan terasa ke seluruh tubuh. Bergantung pada dosis dan jenis obat yang dikonsumsi, ciri-ciri overdosis bisa berbeda antara satu orang dan lainnya.Faktor usia dan riwayat medis juga turut berperan. Sebagai contoh, obat dengan dosis satuan bisa berdampak signifikan kepada anak-anak atau penderita penyakit kronis.Beberapa ciri-ciri overdosis bisa dilihat dari beberapa indikator, di antaranya:
  • Tanda-tanda vital

Seseorang yang mengalami overdosis bisa menunjukkan perubahan tanda-tanda vital seperti temperatur, detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah. Kondisi ini bisa mengancam nyawa seseorang ketika tanda-tanda vital mengalami kenaikan, penurunan, atau hilang sepenuhnya.
  • Hilang kesadaran

Ciri-ciri overdosis lain adalah kehilangan kesadaran. Bentuknya bisa berupa merasa mengantuk berlebihan, bingung, hingga koma. Hal ini bisa berbahaya terutama ketika seseorang muntah dan cairannya masuk ke dalam paru-paru.
  • Kondisi kulit

Kulit orang yang mengalami overdosis akan mengeluarkan keringat dingin hingga terasa terlalu panas atau dingin
  • Nyeri tubuh

Ciri-ciri overdosis lainnya adalah merasa nyeri di dada karena masalah pada jantung dan paru-paru. Ketika ini terjadi, gejala lain yang muncul adalah kesulitan bernapas. Selain itu, nyeri perut juga bisa terjadi disertai mual, muntah, dan diare. Perhatikan tanda-tanda berbahaya seperti muntah darah yang bisa mengancam nyawa.
  • Halusinasi

Orang yang mengalami overdosis obat-obatan juga bisa mengalami gangguan psikologis seperti halusinasi, gelisah, cemas berlebih, dan lainnyaSelain beberapa ciri-ciri overdosis di atas, jenis obat tertentu juga dapat menyebabkan kerusakan organ. Setiap orang merespons overdosis obat dengan cara berbeda. Perlu diingat bahwa overdosis obat-obatan bisa terjadi pada anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Faktor risiko overdosis obat

Kondisi tertentu bisa menyebabkan seseorang lebih berisiko mengalami overdosis obat-obatan. Beberapa faktor risiko itu adalah:
  • Terus menerus mengonsumsi obat dengan dosis berlebihan
  • Kembali mengonsumsi obat setelah absen cukup lama
  • Toleransi fisik rendah
  • Baru bebas dari penjara
  • Riwayat overdosis sebelumnya
  • Enggan mencari bantuan medis saat diperlukan
  • Ketergantungan pada substansi tertentu
  • Mengonsumsi obat-obatan dalam jumlah besar

Cara penanganan overdosis obat

Apabila seseorang mengalami overdosis obat-obatan, harus segera mencari pertolongan medis. Jangan tinggalkan orang yang mengalami overdosis sendirian, tetap temani hingga tenaga medis tiba atau berhasil dibawa ke rumah sakit.Jika menemukan orang yang mengalami overdosis dan pingsan, miringkan tubuhnya ke samping untuk mengantisipasi tersedak jika muntah. Tak hanya itu, jangan berikan makanan atau minuman apapun kepada orang yang sedang mengalami overdosis.Pada beberapa kasus, menangani orang yang mengalami overdosis bisa menjadi lebih rumit. Contohnya apabila seseorang sengaja mengonsumsi obat-obatan dalam jumlah banyak karena masalah mental, maka perlu pihak profesional yang bisa melakukan persuasi agar mau mendapat penanganan medis.Setelah itu, akan dilakukan rangkaian penanganan seperti:
  • Pemeriksaan darah untuk tahu level obat-obatan dalam darah
  • Menanyakan riwayat medis kepada pihak keluarga atau informan lain
  • Membersihkan perut dengan cara dipompa atau gastric lavage sehingga substansi obat-obatan yang belum terserap bisa dikeluarkan
  • Pemberian arang aktif untuk mengikat substansi obat-obatan sehingga tidak terserap ke dalam darah
  • Terapi untuk menenangkan orang overdosis yang mengalami kegelisahan atau dampak overdosis terhadap aspek mental
  • Pemberian obat lain dengan dampak berlawanan untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi akibat obat yang pertama dikonsumsi berlebihan
Tak hanya penanganan ketika overdosis terjadi saja, perlu dilakukan observasi pada orang yang bersangkutan. Lakukan evaluasi mengapa overdosis bisa terjadi, apakah dilakukan dengan sengaja atau tidak.Bagi anak-anak, mengalami overdosis dan rangkaian perawatannya bisa menjadi hal yang traumatis. Untuk itu, pertimbangkan pula bagaimana mengurangi rasa cemas anak-anak sekaligus antisipasi overdosis ke depannya.Jika overdosis obat terjadi karena pengaruh masalah gangguan mental, risiko untuk mengulanginya kembali tetap ada. Jadi, penting untuk melakukan pengawasan ketat dari orang-orang terdekat di bawah supervisi ahli.
narkobahidup sehatpola hidup sehat
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/addiction/drug-overdose#1
Diakses pada 2 Agustus 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-an-overdose-22061
Diakses pada 2 Agustus 2020
American Addiction Centers. https://americanaddictioncenters.org/overdose
Diakses pada 2 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait