Bayi Down Syndrome, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Merawatnya


Bayi down syndrome dapat dilihat dari fisiknya yang sedikit berbeda. Bentuk mata, telinga, dan kepalanya sedikit berbeda. Begitu pun dengan ukuran beberapa anggota tubuhnya.

(0)
Bayi down syndrome memiliki bentuk mata lancip ke atasBayi down syndrome biasanya memiliki mata berbentuk melancip ke atas
Bayi down syndrome adalah penyakit genetik yang disebabkan adanya kelebihan salinan kromosom 21 di tubuh. Karena itu, penyakit ini terkadang disebut juga sebagai trisomi 21.Ciri-ciri bayi down syndrome dapat langsung terlihat saat lahir. Lalu, seiring pertumbuhan yang terus terjadi, perbedaan akan semakin tampak bila dibandingkan antara anak yang mengidap penyakit pada bayi ini dan yang tidak.Bahkan, bayi dengan down syndrome juga memiliki risiko terkena penyakit tertentu yang lebih besar, seperti kelainan jantung dan hipotiroidisme.

Mengenal ciri-ciri bayi down syndrome

Saat baru lahir, untuk mengenal down syndrome pada bayi, Anda harus mengetahui tanda-tandanya, baik secara fisik maupun kognitif.Ciri down syndrome pada bayi akan terlihat seperti:

1. Ukuran kepala lebih kecil daripada rata-rata

Bayi down syndrome memiliki kepala yang lebih kecil
Lingkar kepala bayi down syndrome terlihat lebih kecil daripada bayi pada umumnya. Untuk itulah mengapa lingkar kepala bayi merupakan salah satu indikator kesehatan bayi.Sebab, apabila lingkar kepala lebih kecil maupun lebih besar daripada ukuran idealnya, hal ini dapat menunjukkan kemungkinan penyakit bayi ataupun gangguan lainnya.

2. Bentuk pinggir mata cenderung lancip ke atas

Ciri down syndrome pada bayi pun bisa diamati dari bentuk matanya. Pada umumnya, bayi memiliki ujung mata yang lurus. Namun, karakteristik khas pada bayi down syndrome adalah pinggir mata yang melancip ke atas.

3. Ditemukan bintik putih di pupil

Tidak hanya bentuknya, mata juga memiliki ciri yang bisa ditandai, yaitu ditemukan titik-titik putih di pupil. Hal ini disebut juga brushfield spots.

4. Telinga lebih rendah

Umumnya, anak tanpa down syndrome memiliki ketinggian telinga yang sama dengan garis mata.Namun, apabila dilihat dari depan, ciri bayi down syndrome ini memperlihatkan posisi kedua telinga mereka berada di bawah garis mata.

5. Tulang hidung atas mendatar

Bagian tulang hidung atas pada bayi down syndrome lebih datar
Ciri down syndrome pada bayi ini juga disebut sebagai flat nasal bridge. Bagian hidung yang terlihat datar adalah bagian atasnya.

6. Bentuk telinga berbeda

Biasanya, bayi dengan down syndrome memiliki telinga yang berbeda dibandingkan anak-anak pada umumnya.Telinga bayi dengan down syndrome memiliki ukuran yang lebih kecil. Selain itu, bentuk tulang rawan pada telinganya pun seperti terlipat.

7. Wajah terlihat mendatar

Jika Anda perhatikan dari samping, tampak wajah bayi down syndrome lebih datar. Namun, Anda perlu mencermati apakah bentuk wajah tersebut memang genetik, diturunkan dari orang tua, atau tidak.

8. Leher tidak jenjang

Bayi down syndrome juga bisa dikenali dengan leher yang lebih pendek. Bahkan, beberapa bayi dengan down syndrome terlihat memiliki lemak di leher. Hal ini membuat lehernya pun tampak bergelambir.

9. Lidah besar

Bayi dengan kondisi down syndrome memiliki lidah yang tampak lebih besar. Selain itu, ukuran mulutnya pun terlihat lebih kecil.Hal ini membuat bayi dengan down syndrome kerap kali menjulur keluar dari mulut.

10. Hanya terdapat satu garis tangan

Telapak tangan pada bayi dengan down syndrome hanya menunjukkan satu garis tangan. Garis tangannya terlihat tunggal dan dalam. Hal ini juga biasa disebut simian crease.

11. Sela yang lebar antara jempol kaki dengan keempat jari lainnya

Dalam hal ini, ibu jari kaki dengan telunjuknya terlihat berjauhan. Hal ini membuat sela di antara kedua jari tersebut lebih lebar daripada bentuk umumnya.

12. Jari lebar dan pendek

Karena kelainan genetik, salah satu efek yang bisa terlihat pada ciri down syndrome pada bayi adalah dari bentuk jarinya. Hal ini membuat jari mereka terlihat pendek dan lebar.

13. Pusar terlihat bodong

Satu lagi ciri fisiknya yang khas pada bayi dengan down syndrome adalah pusarnya terlihat besar dan menonjol.Namun, bukan tidak mungkin pula jika bayi yang tidak mengalami down syndrome mengalami pusar bodong.

14. Tubuh lebih pendek

Tidak hanya jari-jarinya, ciri down syndrome pada bayi adalah tinggi badan bayi yang terlihat lebih pendek.

15. Bergerak dengan lamban

Bayi down syndrome terlihat bergerak dengan lamban
Ciri down syndrome pada bayi yang bisa diamati adalah bayi bergerak lebih perlahan dan pasif. Hal ini dikarenakan bayi mengalami kelainan hipotiroidisme.Efeknya, tonus otot pun melemah dan menghambat gerak tubuh. Selain itu, inilah ciri fisik pada bayi yang mengalami kelainan down syndrome lainnya:
  • Bola mata terus melihat ke atas.
  • Sendinya lebih kendur.
  • Tubuhnya sangat fleksibel.
Anak dengan down syndrome bisa lahir dengan tinggi dan berat badan yang tidak jauh berbeda dari bayi lainnya.Namun, seiring berjalannya waktu, orang tua bisa melihat bahwa pertumbuhannya berlangsung lebih lambat.

Ciri kognitif bayi down syndrome

Bayi down syndrome memiliki kesulitan fokus dan belajar
Saat bayi yang mengalami down syndrome memasuki masa kanak-kanak, ciri lain dari kondisi ini akan mulai terlihat, seperti:
  • Sering melakukan hal-hal impulsif atau secara tiba-tiba.
  • Tidak bisa membedakan yang baik mana yang buruk.
  • Sulit untuk fokus atau memperhatikan suatu hal.
  • Kemampuan belajarnya lambat.
Kondisi down syndrome bisa dideteksi sejak hamil, tetapi mungkin juga baru diketahui saat lahir.Pada pemeriksaan awal setelah persalinan, dokter umumnya dapat memberikan diagnosis lewat pemeriksaan fisik bayi.

Penyebab down syndrome pada bayi 

Sebenarnya, hingga saat ini, penyebab bayi lahir down syndrome belum diketahui dengan pasti. Namun, ada hal-hal yang menjadi faktor risiko, yaitu:

1. Hamil pada usia yang tua

Hamil di usia 35 tahun ke atas rawan lahir bayi down syndrome
Umumnya, risiko gangguan kesehatan untuk ibu dan janin akan meningkat jika ibu hamil di usia tua.Riset yang diterbitkan pada The Open Nursing Journal menyatakan, ada banyak temuan yang erat kaitannya antara ibu hamil di usia 35 tahun ke atas dengan kelahiran bayi down syndrome.

2. Pernah melahirkan anak down syndrome

Ibu berisiko memiliki bayi dengan down syndrome jika sebelumya pernah memiliki bayi down syndrome juga. Meski jarang terjadi, down syndrome pun bisa ada kemungkinan menjadi penyakit keturunan dari orang tua.

3. Konsumsi alkohol dan rokok saat hamil

Minum alkohol saat hamil tingkatkan risiko bayi down syndrome
Kedua hal ini mampu merusak DNA maupun komponen genetik pada bayi saat berkembang di dalam janin. Karena itu, bayi pun mengalami kelainan genetik, seperti down syndrome.

4. Menerima terpaan kontaminasi

Tidak hanya kerap merokok, asap rokok, polusi udara, maupun zat-zat berbahaya pun memengaruhi perkembangan bayi di dalam janin.Selain polusi udara, zat yang juga berbahaya bagi janin adalah saat ibu mengalami keracunan limbah pabrik, pestisida, keracunan timbal, arsenik, dan keracunan merkuri. Ini meningkatkan risiko bayi terkena down syndrome.

5. Tidak mendapat asupan cukup saat hamil

Kekurangan asam folat picu melahirkan bayi down syndrome
Nutrisi berperan penting untuk kesehatan janin. Riset yang yang ditemukan pada Down Syndrome Education International, kekurangan vitamin B9 atau asam folat meningkatkan risiko down syndrome.

Cara mengatasi down syndrome pada bayi

Bayi down syndrome dapat mengikuti terapi untuk kemampuan belajar
Meski tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, ada cara mengatasi down syndrome pada bayi adalah dengan mengurangi tingkat keparahannya. Hal ini berguna agar bayi bisa tetap beraktivitas dengan baik.Perlu diingat bahwa bayi dengan down syndrome tetap akan melalui tahap perkembangan yang sama dengan anak-anak lainnya.Hanya saja, mereka butuh waktu lebih lama. Untuk mendukung pertumbuhannya, orang tua dapat membawanya untuk mengikuti terapi.Untuk itu, cara mengatasi down syndrome dengan terapi untuk down syndrome berguna untuk mengasah kemampuan:
  • Motorik, seperti merangkak, berjalan, dan menyusu.
  • Bahasa, untuk melatih kemampuan bicara dan pengetahuan diksi.
  • Bersosialisasi, seperti berbagi mainan dengan teman dan menunggu giliran.
  • Akademis, seperti membaca dan berhitung.
Semakin dini terapi dilakukan, maka kesempatan bayi dengan down syndrome berkembang sesuai anak-anak seusianya pun akan semakin tinggi.

Tips merawat bayi down syndrome

Membacakan cerita sebelum tidur bantu rawat bayi down syndrome
Down syndrome akan menyebabkan bayi mengalami keterbatasan fisik dan intelektual.Keterbatasan yang terjadi bisa beragam dari ringan hingga berat. Namun, sebagian besarnya masih ada di tingkat sedang.Orang tua mungkin perlu melakukan beberapa modifikasi untuk merawat bayi down syndrome.Namun, pada dasarnya, merawat buah hati dengan kondisi ini tidak jauh berbeda dari merawat bayi biasa.Orang tua tetap perlu mengajaknya bermain dan mengobrol seperti biasa. Bagaimanapun juga, bayi-bayi dengan kondisi ini tetap memiliki emosi dan perasaan yang sama dengan anak-anak lainnya. Mereka juga suka bermain, belajar hal-hal baru, dan menikmati hidup.Anda dapat membantu perkembangannya dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:Anda juga disarankan untuk tetap memberikannya ASI, meski bayi dengan kondisi ini umumnya agak kesulitan untuk belajar menyusu.Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan yang dialaminya akan semakin kompleks, dan saat inilah perbedaan antara perkembangan bayi down syndrome dan yang tidak, akan mulai terlihat.Anak dengan kondisi ini lebih rentan terkena penyakit seperti penyakit jantung bawaan, pendengaran, dan penglihatan. Karena itu, anak perlu perhatian ekstra dari orang tua untuk kondisi-kondisi ini.

Catatan dari SehatQ

Bayi down syndrome terjadi akibat adanya salinan kromosom 21 yang berlebih. Artinya, penyebab down syndrome secara garis besar adalah adanya kelainan genetik.Down syndrome bisa dikenali melalui ciri fisik dan ciri kognitifnya. Memang, ada beberapa kondisi tubuh dan perkembangan mentalnya yang mampu menghambatnya dalam melakukan aktivitas sehari-hari.Namun, dengan mengikuti serangkaian terapi dengan rutin, hal ini akan membantunya untuk jangka panjang.Jika Anda melihat adanya ciri down syndrome pada bayi, segera hubungi dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Apabila Anda ingin melengkapi keperluan perawatan anak, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kelainan genetikadown syndromesindrom downperkembangan bayi
WebMD. https://www.webmd.com/children/understanding-down-syndrome-symptoms#1
Diakses pada 6 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/down-syndrome
Diakses pada 6 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/down-syndrome/symptoms-causes/syc-20355977
Diakses pada 6 Juli 2020
Family Doctor. https://familydoctor.org/caring-for-a-baby-who-has-down-syndrome/
Diakses pada 6 Juli 2020
The Open Nursing Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2729989/
Diakses pada 6 Desember 2020
Down Syndrome Education International. https://library.down-syndrome.org/en-gb/research-practice/12/2/folate-metabolism-risk-down-syndrome/
Diakses pada 6 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait