Jahe serta rempah lain seperti kayu manis dan jintan bisa menjadi cara menghilangkan mual yang alami
Cara menghilangkan mual yang paling efektif dan cepat adalah dengan minum obat antimual

Mual pada ibu hamil adalah hal yang normal terjadi. Namun, Anda mungkin bertanya-tanya jika mual muncul secara tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya. Agar mual tidak terus mengganggu kegiatan, Anda sebaiknya langsung mencoba beberapa cara menghilangkan mual.

Cara menghilangkan mual yang paling efektif dan cepat, tentunya adalah dengan mengonsumsi obat mual. Tapi jangan salah, cara alami seperti konsumsi jahe, rempah-rempah hingga lemon, juga dipercaya bisa membantu mengatasi kondisi satu ini.

Coba cara menghilangkan mual ini

Cukup dengan memilih cara menghilangkan mual di bawah ini, Anda diharapkan dapat kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa.

Minum obat mual bisa meredakan mual dengan cepat

1. Minum obat mual

Banyak obat antimual yang bisa Anda dapatkan di apotek. Umumnya, obat ini digunakan untuk mual yang disebabkan oleh mabuk perjalanan serta infeksi. Secara medis, obat ini masuk ke dalam obat antiemetik.

Beberapa obat yang termasuk antiemetik, seperti dimenhydrinate, dipenhydramine, dan promethazine. Namun, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum Anda mengonsumsinya.

2. Konsumsi jahe

Jahe disebut berpotensi membantu meredakan mual pada ibu hamil dan orang yang sedang menjalani kemoterapi. Anda dapat mengonsumsinya sebagai teh jahe, atau menambahkannya ke dalam masakan.

3. Minum air yang banyak

Apabila mual yang Anda rasakan juga disertai dengan muntah, maka Anda perlu menjaga kadar cairan di tubuh dengan minum sedikit-sedikit, tetapi secara teratur. Mengonsumsi makanan asin dan minuman tanpa soda juga dapat Anda lakukan, untuk menggantikan garam dan gula yang keluar akibat muntah.

Hindari mengonsumsi makanan pedas saat sedang mual

4. Hindari mengonsumsi makanan yang pedas

Saat sedang mual, lebih baik Anda mengonsumsi makanan yang tidak mengandung terlalu banyak bumbu. Rasa-rasa yang kuat seperti pedas yang berlebihan, bisa membuat perut terasa tidak nyaman.

5. Perhatikan posisi tubuh

Posisi tubuh Anda, seperti posisi yang menyebabkan perut menjadi tertekuk, juga bisa memicu mual. Menghindari posisi ini dapat menurunkan tekanan yang diterima perut, sekaligus mengurangi mual. Anda juga disarankan untuk duduk dengan tegak dan tidak banyak bergerak, saat sedang mual.

6. Manfaatkan lemon

Aroma buah segar yang sedikit asam, seperti lemon, dipercaya dapat membantu mengurangi mual pada ibu hamil. Untuk mencium aromanya, Anda cukup memotong lemon atau menghirup kupasan kulit lemon.

7. Atur pernapasan

Menarik napas secara perlahan dan dalam dapat membantu mengurangi mual. Anda bisa mencoba teknik pernapasan ini dengan menghirup udara melalui hidung selama 3 detik, lalu tahan napas selama 3 detik, dan kemudian mengembuskan napas selama 3 detik.

Kayu manis dipercaya efektif untuk mengatasi mual

8. Gunakan rempah-rempah

Meski belum banyak penelitian mengenai manfaat rempah untuk mengurangi mual, cara alami ini telah sering digunakan di masyarakat. Kayu manis dipercaya dapat membantu mengurangi mual akibat menstruasi. Sementaa itu, jintan dianggap mampu mengurangi mual akibat sakit perut, konstipasi, atau diare.

9. Coba buat otot menjadi lebih rileks

Membuat otot menjadi lebih rileks, melalui pijat atau progressive muscle relaxation (PMR) disebut efektif untuk mengurangi mual.

10. Konsumsi suplemen vitamin B6

Mengonsumsi suplemen vitamin B6, merupakan cara yang lebih aman dan efektif untuk mengatasi mual pada ibu hamil, dibandingkan dengan obat antimual lainnya.

Sebenarnya, apa saja penyebab mual?

Selain kehamilan, ada beberapa penyebab mual yang juga perlu Anda perhatikan, seperti berikut ini.

  • Mabuk kendaraan
  • Nyeri hebat
  • Paparan racun kimia
  • Stres atau rasa takut
  • Penyakit kandung empedu
  • Keracunan makanan
  • Gangguan pencernaan
  • Infeksi virus
  • Aroma tertentu

Selain kondisi di atas, penyakit kronis di lambung seperti intoleransi laktosa dan celiac disease juga dapat menjadi penyebab mual. Penyakit-penyakit tersebut umumnya juga muncul bersama gejala lain, seperti diare, konstipasi, dan sakit perut.

Memiliki kebiasaan buruk seperti minum alkhol berlebih pun bisa memicu Anda merasa mual dan ingin muntah. Terlebih, pada orang yang mengalami gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia.

Cegah mual dengan cara ini

Untuk mencegah mual, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Daripada mengonsumsi makanan berat dalam jumlah banyak tiga kali sehari, lebih baik makan lima kali sehari, namun dalam porsi kecil.
  • Jangan terburu-buru saat makan.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang sulit dicerna.
  • Konsumsi makanan yang sudah berada di suhu ruangan, jika Anda mual mencium aroma makanan panas atau hangat.
  • Setelah makan, istirahatlah dengan posisi kepala sedikit lebih naik dibanding kaki.
  • Jika memungkinkan, jangan minum sambil makan, melainkan setelah dan sebelum makan.
  • Saat mual sudah berkurang, coba untuk makan sedikit untuk mencegah mual kembali muncul.
    Saat mulai merasa mual, Anda juga bisa melakukan langkah agar mual tidak berlanjut menjadi muntah, seperti:
  • Konsumsi sedikit minuman manis, seperti soda atau jus buah. Namun, jangan gunakan buah yang terlalu asam seperti jeruk.
  • Istirahatkan tubuh Anda sambil duduk atau berbaring. Jika terlalu banyak bergerak, Anda bisa terpicu untuk muntah.

Mencoba berbagai cara menghilangkan mual di atas hendaknya juga disesuaikan dengan kondisi Anda. Jika mual tak juga reda, hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan secara langsung.

My Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/8106-nausea--vomiting/possible-causes
Diakses pada 9 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/nausea-remedies
Diakses apda 9 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/nausea-and-vomiting
Diakses pada 9 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-nausea-vomiting#3
Diakses apda 9 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320877.php
Diakses pada 9 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed