Kenali Cara Menerima Penyesalan Agar Tidak Terperangkap Masa Lalu

Agar dapat menatap masa depan Anda harus belajar menerima penyesalan
Penyesalan harus diterima agar dapat melanjutkan hidup ke depan

Mustahil seseorang tak pernah mengalami penyesalan dalam hidupnya. Entah itu kecil atau besar, mengetahui cara berdamai dengan penyesalan sangatlah penting untuk kesehatan mental. Bukan tidak mungkin, terbelenggu dalam penyesalan membuat seseorang tak bisa fokus menyusun langkah apa yang akan dilakukan ke depannya.

Rasa penyesalan yang terlalu dalam bisa menyabotase fisik dan pikiran seseorang. Memang pada beberapa kasus ada penyesalan yang begitu besar dan sulit diabaikan begitu saja. Namun, bukan berarti tidak mungkin diselesaikan.

Kenali sumber penyesalan

Rasa penyesalan bisa jadi datang dari kesalahan yang diperbuat dengan sadar, seperti menunda pekerjaan, kecanduan pada substansi tertentu, berbuat buruk pada orang lain, hingga melukai diri sendiri. Hal-hal seperti ini bisa menjadi pemantik penyesalan di kemudian hari.

Ketika orang berada pada fase 40 hari sebelum kematian, penyesalan terbesar yang kerap hadir adalah mengapa semasa hidup tidak menjadi sosok yang peduli, penyayang, dan pemberi dukungan orang tercinta. Ini adalah penyesalan ketika sudah berada di penghujung usia.

Namun lain halnya dengan penyesalan-penyesalan yang mungkin terjadi karena berbagai dinamika kehidupan. Ketika muncul penyesalan ini, tanyakan kepada diri sendiri apa hal yang perlu dilakukan, baik itu yang berkaitan dengan memaafkan diri sendiri maupun orang lain.

Cara berdamai dengan penyesalan

Ketika seseorang tak bisa berdamai dengan penyesalan, ada kemungkinan siklus ini akan terus berulang. Melakukan kesalahan, menyesal, dan menghambat langkahnya ke depan. Padahal, hidup bukan perjalanan yang mulus-mulus saja tanpa penyesalan.

Untuk itu, coba lakukan beberapa cara berdamai dengan penyesalan berikut ini:

1. Kelola respons terhadap stres

Secara alami, manusia punya beragam cara merespons stres. Untuk menghindari penyesalan, sebisa mungkin ubah respons toddler-brain dominance menjadi adult-brain dominance. Artinya, sikap impulsif, pemarah, merendahkan nilai, keras kepala hingga sulit dikontrol perlu bergeser ke sikap apresiatif, melindungi, menjaga hubungan, dan memperbaiki diri sendiri.

Dengan melakukan perubahan pengelolaan respons terhadap stres ini, besar kemungkinan nilai-nilai kemanusiaan menjadi semakin besar dan terbiasa dilakukan. Artinya, sikap-sikap yang dapat memicu penyesalan pun bisa dihindari.

2. Meminta maaf

Jika penyesalan berkaitan dengan kesalahan yang pernah dilakukan terhadap orang lain, jangan ragu untuk meminta maaf. Lupakan pikiran bahwa hal ini akan mempermalukan atau dianggap membesar-besarkan masalah. Meminta maaf tidak pernah salah dan merupakan perbuatan ksatria.

3. Realistis terima kenyataan

Bersikap dewasa dan realistis menerima bahwa tidak semua hal berjalan seperti ekspektasi bisa membantu meredam penyesalan. Bahkan, usaha sekeras apapun jika memang tidak berakhir sukses juga ada risiko kegagalan. Akui hal ini untuk bisa berdamai dengan penyesalan.

4. Validasi rasa penyesalan

Jangan sembunyikan rasa penyesalan dalam-dalam namun diam-diam menyabotase pola pikir. Validasi rasa penyesalan dengan mengakuinya. Caranya beragam, bisa dengan bercerita pada orang terdekat, menulis jurnal, hingga berkomunikasi dengan psikolog.

Berikan waktu untuk mengenali emosi yang terjadi. Tidak perlu memaksakan agar rasa menyesal ini segera pergi. Merasa sedih atau menyesal adalah siklus yang harus dialami demi kesehatan mental.

5. Berserah pada Tuhan

Langkah religius dengan menyerahkan segala sesuatu ada pada kendali Tuhan juga bisa menjadi cara mencegah penyesalan terlalu dalam. Dengan pola pikir ini, manusia menyerahkan segala kendali ada pada tangan yang Mahakuasa dan bisa lebih ikhlas menerima realita.

Penyesalan tidak selalu buruk. Penyesalan menjadi sinyal bahwa seseorang tahu ada yang tidak salah. Bahkan jika penyesalan muncul setelah berbuat kurang baik terhadap orang lain, hal ini baik untuk menyadarkan pentingnya meminta maaf dan bersikap baik pada sesama.

Meski terasa tidak nyaman, penyesalan adalah cara untuk mengenal lebih baik siapa diri Anda. Rasa menyesal membantu memetakan apa yang sebaiknya tidak dilakukan dan apa yang jangan sampai terlewat ke depannya.

Hanya saja, jangan sampai penyesalan menjadi pemicu rasa bersalah berkepanjangan dan membuat tidak fokus melanjutkan kehidupan. Bahkan jika dibiarkan berlarut-larut, kesehatan mental menjadi taruhannya.

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/stretching-theory/201911/how-overcome-regret

Diakses 27 April 2020

Well and Good. https://www.wellandgood.com/good-advice/how-to-deal-with-regret/

Diakses 27 April 2020

ADAA. https://adaa.org/learn-from-us/from-the-experts/blog-posts/consumer/how-handle-regret

Diakses 27 April 2020

Artikel Terkait