Penyebab BAB Bayi Berlendir dan Cara Mengatasinya dengan Tepat


Penyebab BAB bayi berlendir bisa dipicu oleh gangguan kesehatan, seperti diare, alergi makanan, infeksi, hingga gangguan intususepsi. Kenali cara mengatasinya berikut ini.

(0)
07 Nov 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
BAB bayi berlendir dapat mengindikasikan masalah tertentuBAB bayi berlendir diakibatkan adanya gangguan kesehatan tertentu
BAB bayi berlendir merupakan indikator kesehatan bayi. Biasanya, pup bayi berlendir terjadi karena mengalami masalah pencernaan hingga melewati fase tumbuh kembang, seperti diare, alergi makanan, infeksi, menyusui terlalu sebentar, cystic fibrosis, steatorea, hingga bayi tumbuh gigi.Sistem kekebalan tubuh bayi yang belum sempurna membuat mereka lebih rentan sakit. Ketika bayi menunjukkan suatu gejala seperti feses berlendir, orang tua tentu akan merasa khawatir.Salah satu hal yang dapat membuat orang tua panik adalah ketika pup bayi berlendir. Lantas, apa saja penyebab feses bayi berlendir? Ini ulasan selengkapnya.

Penyebab BAB bayi berlendir

Feses bayi tidak sama dengan anak-anak ataupun orang dewasa karena makanan yang mereka konsumsi kebanyakan cair.Hal ini terkadang membuat orang tua sulit mengetahui apakah BAB bayi normal atau tidak, termasuk ketika pup bayi berlendir.Terkadang, adanya lendir dalam BAB bayi merupakan hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Usus secara alami mengeluarkan lendir untuk membantu feses melewati usus dengan mudah.Lendir pun terlihat seperti garis, tali, atau agar-agar. Biasanya kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi yang diberi ASI eksklusif.Namun, di sisi lain tinja bayi berlendir pun bisa terjadi akibat infeksi atau masalah medis tertentu. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab si kecil mengalami bab berlendir:

1. Diare

BAB bayi berlendir disebabkan bayi alami diare
Bayi yang mengalami diare dapat mengeluarkan feses yang berair dan mengandung lendir. Tanda-tanda diare pada bayi, yaitu lebih sering BAB, rewel dan menangis, serta menegangkan tubuhnya.Diare juga bisa menyebabkan bayi mengalami dehidrasi karena banyaknya cairan yang hilang sehingga hal ini harus segera diatasi.

2. Tumbuh gigi

Tumbuh gigi buat bayi telan liurnya hingga BAB bayi berlendir
Tumbuh gigi tidak hanya menyebabkan bayi rewel, tetapi juga bisa menyebabkan bayi mengalami BAB berlendir.Produksi air liur yang berlebih dan rasa sakit karena tumbuh gigi dapat membuat bayi menelan banyak liurnya. Hal ini bisa mengiritasi usus.Iritasi yang terjadi dapat meningkatkan produksi lendir di usus dan menyebabkan BAB menjadi berlendir.

3. Alergi makanan

Alergi makanan pada bayi juga diikuti dengan gejala BAB bayi berlendir
Alergi makanan bisa membuat bayi mengalami peradangan. Peradangan yang terjadi memicu peningkatan lendir di usus sehingga menyebabkan pup bayi berlendir.Selain tinja bayi yang berlendir, tanda lain dari alergi makanan pada bayi, yaitu menjadi rewel, muntah, dan adanya darah pada feses.Jika alergi adalah penyebab utama pup bayi berlendir, dokter dapat merekomendasikan makanan yang dikonsumsi untuk ibu bila ia menyusui, yaitu untuk menyeleksi beberapa makanan dari diet ibu menyusui.Apabila bayi diberi susu formula, dokter mungkin menyarankan untuk mengganti merek susu formula.

4. Durasi menyusu terlalu singkat

Terlalu banyak foremilk picu feses bayi berlendir
Adanya perubahan dalam menyusu dapat memengaruhi tekstur kotoran bayi. Bayi yang lebih banyak mendapat foremilk (ASI yang ada di awal pemberian) daripada hindmilk (ASI yang ada di akhir pemberian) lebih mungkin mengalami BAB berlendir. Ini dapat terjadi karena bayi hanya menyusu dalam waktu singkat.

5. Infeksi

Infeksi di saluran pencernaan berisiko sebabkan feses bayi berlendir
Infeksi bakteri atau virus dapat mengiritasi usus dan menyebabkan peradangan. Hal ini memicu usus mengeluarkan banyak lendir sehingga pup bayi berlendir. Demam dan rewel menjadi gejala lain yang menandakan adanya infeksi.Jika iritasi sudah parah, infeksi juga berpotensi membuat warna feses bayi berwarna hijau dan berlendir serta diikuti dengan darah.Sementara, ketika mengalami infeksi bakteri, seringkali BAB bayi berdarah dan berlendir. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa sangat berbahaya.

6. Intususepsi

Usus bergesekan sebabkan BAB bayi berlendir menyerupai agar-agar
Intususepsi merupakan kondisi medis serius yang terjadi ketika usus bayi saling bergesekan. Hal ini bisa menyebabkan aliran darah ke usus hilang dan terjadi penyumbatan feses.Akibatnya, ketika BAB, bayi hanya mengeluarkan lendir menyerupai agar-agar berwarna merah gelap di bawah area yang tersumbat.Gejala lain dari penyakit ini yang dapat terjadi, yaitu sakit perut, muntah, kelelahan, atau sangat mengantuk.

7. Cystic fibrosis

Lendir kental, lengket, dan berlebih picu pup bayi berlendir
Meningkatnya jumlah lendir pada bayi dapat terjadi karena penyakit langka cystic fibrosis.Ini merupakan penyakit yang menyebabkan lendir-lendir dalam tubuh lengket dan kental, terutama pada paru-paru, hati, usus, dan pankreas. Penyakit bawaan ini bisa menyebabkan BAB bayi berlendir dan pertumbuhannya terhambat.

8. Steatorea

Lemak pada feses juga membuat pup bayi berlendir dan berbiji
Pada bayi penderita steatorea, bukan hanya buang air besar bayi berlendir, tetapi juga ditemukan pup bayi berlendir dan berbiji.Berdasarkan temuan yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information, pup bayi berbiji atau bulir-bulir ini diakibatkan tubuh tidak mampu menyerap kandungan lemak yang dikonsumsi (malabsorpsi).Lemak tersebutlah yang membuat tekstur pup bayi berlendir dan juga seperti biji. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terkadang, butir juga ditemukan pada BAB bayi berlendir kuning seperti ingus dan berlemak.

Cara mengatasi BAB bayi berlendir

Waspadai jika BAB bayi berlendir diikuti dengan demam
Bila pada BAB bayi hanya ada sedikit lendir, ini biasanya bukan hal yang serius. Anda dapat menunggu apakah lendirnya hilang atau tidak.Akan tetapi, Anda tetap perlu waspada, sebaiknya periksakan bayi Anda ke dokter anak jika mereka memiliki kondisi berikut:
  • Lendir pada BAB bayi banyak.
  • Terdapat gejala lain, seperti demam atau nyeri.
  • Lahir prematur atau berusia di bawah 3 bulan.
  • Sistem kekebalan tubuhnya lemah karena penyakit atau obat-obatan tertentu.
  • Terdapat darah pada feses.
  • Feses pucat.
  • Menunjukkan tanda dehidrasi, misalnya jarang buang air kecil, bibir pecah-pecah, dan mata cekung.
  • Tidak nafsu makan atau tidak makan sama sekali sehingga mempengaruhi berat badan bayi
Untuk mengatasi pup bayi berlendir, Anda perlu mengetahui dulu apa penyebabnya. Lalu berikan pertolongan pertama untuk mengatasi feses bayi berlendir tersebut tergantung pada keluhan yang ditimbulkan.Jika keluhan disebabkan oleh infeksi disertai diare, Anda harus memastikan bayi tercukupi cairannya agar tidak dehidrasi. Dan apabila gejala semakin memburuk, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Catatan dari SehatQ

BAB bayi berlendir bisa dijadikan sebagai petunjuk kondisi kesehatan bayi. Sebenarnya, usus memproduksi lendir agar feses keluar dari saluran pencernaan dengan mudah.Namun, pup bayi berlendir terkadang merupakan bayi mengalami beberapa masalah, seperti infeksi, penyakit pada saluran pencernaan, hingga mengalami fase tumbuh kembang.Pastikan bayi segera mendapat perawatan yang tepat karena jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kondisi ini akan membahayakan bayi.Jika Anda menemukan pup bayi berlendir disertai gejala penyakit tertentu, segera hubungi dokter anak melalui  chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.Apabila Anda ingin mendapatkan keperluan bayi dan ibu menyusui, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik. Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kotoran bayifeses bayidiare pada bayimasalah pencernaangangguan pencernaan
Healthline. https://www.healthline.com/health/mucus-in-baby-poop#see-a-doctor
Diakses pada 07 November 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325896.php#other-types-of-baby-poop
Diakses pada 07 November 2019
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK541055/
Diakses pada 30 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait