Kenali Berbagai Obat Asam Lambung untuk Mengatasi Maag

Obat asam lambung di apotik tidak hanya terdiri dari satu jenis saja, tetapi terdapat tiga macam obat asam lambung di apotik yang dapat dijumpai
Terdapat berbagai macam obat asam lambung di apotik yang berfungsi untuk mengatasi maag dan GERD

Penyakit yang cukup sering melanda masyarakat Indonesia adalah maag atau meningkatnya asam lambung. Biasanya penyakit ini muncul akibat stres di kehidupan sehari-hari.

Meskipun maag adalah penyakit yang dapat kambuh sewaktu-waktu, namun bukan berarti maag tidak dapat diobati. Tidak hanya dari dokter, Anda juga bisa menemukan obat asam lambung di apotik.

Namun, sudahkan Anda mengenali jenis-jenis obat asam lambung? Setiap jenis obat asam lambung memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda.

Jenis obat asam lambung di apotik

Obat asam lambung yang dapat dibeli bebas di apotek tidak hanya satu jenis saja. Setiap jenis obat memiliki cara kerja yang berbeda-beda. Sebenarnya, Anda bisa mendapatkan obat asam lambung di apotek ataupun melalui dokter.

  • Proton pump inhibitor (PPI)

PPI merupakan obat asam lambung yang berfungsi untuk mengurangi asam lambung dengan menghambat kinerja sel tubuh yang memproduksi asam lambung dan mencegah kerusakan pada lambung.

Obat asam lambung PPI dapat ditemukan di apotek maupun dari dokter. Umumnya, obat asam lambung ini dikonsumsi selama 4-8 minggu.

Obat PPI dapat menimbulkan beberapa efek samping, di antaranya: ruam-ruam, merasa tidak enak badan, pusing, sakit kepala, sakit perut, dan diare atau sembelit.

Konsumsi obat asam lambung PPI dalam jangka panjang mampu meningkatkan risiko keretakan pada tulang belakang, pergelangan tangan, dan pinggul. Obat asam lambung PPI yang biasanya diberikan adalah pantoprazole, lansoprazole, omeprazole, rabeprazole, dan esomeprazole.

  • Antasida

Obat asam lambung lainnya yang bisa ditemukan di apotek adalah obat asam lambung antasida yang bekerja dengan menetralkan asam lambung dan dengan cepat mampu mengatasi rasa sakit akibat asam lambung.

Antasida bisa didapatkan tanpa resep dokter. Beberapa obat asam lambung antasida mengandung alginate yang dapat melindungi dinding lambung.

Obat asam lambung antasida yang memiliki kandungan alginate lebih baik dikonsumsi seusai makan. Obat asam lambung antasida tanpa kandungan alginate dapat dikonsumsi setelah makan, sebelum tidur, ataupun saat Anda mengalami gejala asam lambung.

Biasanya obat asam lambung antasida hanya digunakan untuk meringankan rasa nyeri dan bukan untuk mengobati asam lambung.

Penggunaan obat asam lambung antasida dapat memicu efek samping berupa kram perut, buang angin, diare atau sembelit, dan merasa tidak enak badan.

  • Penghalang histamin

Penghalang histamin atau penghalang H-2 merupakan jenis obat asam lambung yang berguna untuk mengurangi jumlah asam lambung yang diproduksi oleh pencernaan dan mengurangi rasa nyeri dari asam lambung yang dialami.

Penghalang histamin berbeda dari obat asam lainnya yang sering menimbulkan efek samping. Meskipun jarang terjadi, beberapa efek samping yang dapat dirasakan adalah kelelahan, diare, pusing, sakit kepala, ruam, dan pusing.

Obat asam lambung penghalang histamin yang dapat dikonsumsi adalah cimetidine, ranitidine, nizatidine, dan famotidine.

Perbedaan obat asam lambung di apotik dan yang diberikan oleh dokter

Banyak orang berpendapat bahwa obat asam lambung yang dijual bebas di apotek kurang ampuh bila dibandingkan obat yang diresepkan oleh dokter.

Faktanya, penggunaan obat asam lambung dari apotek dan dari dokter tergantung dari tingkat keparahan gangguan asam lambung yang dimiliki. Apabila gejala asam lambung yang dirasakan tidak terlalu parah, maka Anda masih bisa mengonsumi obat asam lambung yang dijual bebas tanpa resep dokter.

Jika Anda menggunakan obat asam lambung yang telah disebutkan diatas tetapi sakit maag justru semakin parah, maka segera konsultasikan dengan dokter. Anda juga perlu pergi ke dokter jika mengonsumsi obat asam lambung dari apotek lebih dari dua kali dalam seminggu dan gangguan asam lambung tak kunjung mereda.

Obat asam lambung yang hanya bisa didapatkan melalui resep dokter

Selain obat bebas yang dijual di apotek, Anda juga bisa mendapatkan obat asam lambung dengan resep dokter. Biasanya obat asam lambung di apotek memiliki dosis yang lebih rendah.

Beberapa obat asam lambung yang hanya bisa didapatkan melalui resep dokter, yaitu:

  • Antibiotik

Penyakit asam lambung dapat disebabkan oleh infeksi bakteri H.pylori dan salah satu obat asam lambung yang diberikan dapat berupa antibiotik untuk membunuh bakteri H.pylori.

Umumnya, dokter akan memberikan dua macam antibiotik yang akan dikonsumsi sebanyak dua kali sehari selama 1-2 minggu. Efek samping antibiotik yang dapat dialami adalah diare, rasa logam dalam mulut, dan merasa tidak enak badan.

Antibiotik yang biasanya diberikan adalah levofloxacin, tinidazole, amoxicillin, tetracycline, clarithromycin, dan metronidazole.

  • Promotility agents

Obat asam lambung promotility agents biasanya digunakan untuk mengobati GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan bekerja dengan menstimulasi otot di saluran pencernaan.

Obat asam lambung promotility agents membuat asam lambung bergerak mengalir ke usus dan mencegah asam lambung tetap berada di lambung dalam jangka waktu yang lama, serta menguatkan otot sfingter bagian bawah atau otot yang berfungsi sebagai katup antara kerongkongan dan lambung.

Efek samping dari obat asam lambung promotility agents dapat berupa mengantuk, gelisah, kelelahan, masalah pada pergerakan, dan diare. Obat asam lambung promotility agents yang biasanya digunakan adalah metoclopramide.

  • Obat asam lambung yang menguatkan otot sfingter bagian bawah

Obat asam lambung yang berfungsi untuk menguatkan dan mencegah melemahnya otot sfingter bagian bawah. Namun, efek samping yang dapat terjadi bisa berupa mual atau kelelahan.

Obat asam lambung penguat otot sfingter bagian bawah yang dapat diberikan oleh dokter adalah baclofen.

  • Cytoprotective agents

Obat asam lambung cytoprotective agents berperan dalam melindungi jaringan pada dinding lambung dan usus halus. Obat asam lambung cytoprotective agents yang diberikan dapat meliputi misoprostol, sucralfate, dan sebagainya.

Catatan dari SehatQ

Pemberian obat asam lambung di apotik maupun dari dokter pada dasarnya tergantung dari penyebab asam lambungnya dan tingkat keparahan gangguan asam lambung yang dialami.

Tiga jenis obat asam lambung yang dijual bebas di apotek adalah:

  • Proton pump inhibitor (PPI), mengurangi asam lambung dan kerusakan pada lambung
  • Antasida, meredakan rasa nyeri akibat asam lambung dan menetralkan asam lambung
  • Penghalang histamin, menurunkan kadar asam lambung dan mengurangi nyeri karena asam lambung

Obat asam lambung yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter adalah:

  • Antibiotik, mengobati asam lambung yang disebabkan oleh infeksi bakteri pylori
  • Promotility agents, mencegah asam lambung berdiam di lambung dalam jangka waktu yang lama dan menguatkan otot sfingter bagian bawah
  • Obat asam lambung yang menguatkan otot sfingter bagian bawah, menguatkan dan mencegah melemahnya otot sfingter bagian bawah
  • Cytoprotective agents, melindungi jaringan dinding asam lambung dan usus halus

Selalu periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari asam lambung yang dialami agar Anda bisa mendapatkan obat asam lambung yang sesuai dengan keadaan Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/health/gerd/over-the-counter
Diakses pada 18 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peptic-ulcer/diagnosis-treatment/drc-20354229
Diakses pada 18 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/diagnosis-treatment/drc-20361959
Diakses pada 18 September 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/stomach-ulcer/treatment/
Diakses pada 18 September 2019

WebMD. webmd.com/heartburn-gerd/guide/prescription-treatments
Diakses 18 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed