Kenali Bahaya dari Barbiturat, Obat Penenang yang Berisiko,

(0)
18 Oct 2020|Azelia Trifiana
Barbiturat adalah jenis obat penenang untuk mengurangi aktivitas di otak. Penggunaan barbiturat bisa diberikan sebelum operasi, mengatasi kejang, atau mengobati gejala gangguan kecemasan. Terkadang, barbiturat juga digunakan untuk mengatasi masalah tidur.Barbiturat termasuk obat dengan risiko overdosis yang cukup tinggi. Tingkat toleransi dan ketergantungan jenis obat penenang ini juga bervariasi. Lebih berbahayanya lagi, seseorang tidak bisa berhenti mengonsumsi barbiturat mendadak karena bisa memicu reaksi negatif.

Konsumsi barbiturat rentan akibatkan ketergantungan

Obat barbiturat bekerja dengan memberikan efek depresan atau relaksasi pada otak serta saraf pusat. Ketika mengonsumsi obat ini, aktivitas gamma aminobutyric acid atau GABA di otak akan meningkat. Ini adalah zat kimia yang memberikan efek sedatif atau menenangkan.Efek dari konsumsi barbiturat dapat terjadi dalam jangka pendek hingga jangka panjang. Ketika seseorang sudah terbiasa mengonsumsi barbiturat, akan terbentuk toleransi sekaligus ketergantungan. Artinya, terkadang diperlukan dosis yang lebih besar untuk mendapatkan efek serupa.Padahal, mengonsumsi barbiturat dalam dosis tinggi cukup berbahaya karena dapat memicu overdosis barbiturat. Inilah mengapa kini barbiturat tidak banyak diresepkan sebagai obat penenang.Hal ini pula yang membuat proses berhenti mengonsumsi barbiturat tidak mudah dilakukan. Jika dilakukan secara tiba-tiba, ada kemungkinan muncul gejala putus obat atau withdrawal symptom.

Fungsi barbiturat

pria tertidur
Barbiturat dapat digunakan untuk mengatasi masalah tidur
Jenis obat penenang ini biasanya digunakan untuk mengatasi:
  • Cemas berlebih
  • Bius sebelum operasi
  • Insomnia
  • Kejang
  • Anestesi
  • Sakit kepala tegang
  • Cedera otak traumatis
Namun, umumnya pemberian barbiturat hanya dilakukan jika obat lain tidak efektif. Khusus untuk pemberian barbiturat bagi penderita insomnia, ini lebih jarang dilakukan.Bentuk obat barbiturat bisa berupa suntikan, cairan, tablet, dan juga kapsul. Kombinasi dan juga dosis barbiturat juga berlainan. Mengonsumsi barbiturat hanya boleh dilakukan atas resep dokter karena rentan terjadi penyalahgunaan obat untuk tujuan yang tidak semestinya.

Efek samping konsumsi barbiturat

nyeri dada
Barbiturat dapat timbulkan nyeri dada
Beberapa efek samping yang umum muncul setelah mengonsumsi obat barbiturat adalah:
  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Ruam
  • Demam
  • Nyeri persendian
  • Wajah, bibir, dan tenggorokan bengkak
  • Luka yang tidak biasa
Seseorang tidak boleh mengonsumsi barbiturat apabila akan melakukan aktivitas yang perlu konsentrasi tinggi. Contohnya menyetir atau mengoperasikan peralatan berat. Ketika gejala efek samping muncul, segera konsultasikan dengan dokter untuk mencari alternatif obat lain.

Faktor risiko overdosis barbiturat

Pada beberapa kondisi, ada risiko yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami overdosis barbiturat ketimbang orang lain. Faktor ini meliputi usia, kondisi kesehatan, atau konsumsi obat lain di saat bersamaan.Lebih jauh lagi, barbiturat dapat menambah efek menenangkan jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, seperti:
  • Obat alergi (antihistamin)
  • Obat pereda nyeri
  • Obat untuk mengatasi cemas berlebih atau masalah tidur
  • Konsumsi alkohol
  • Obat lain yang menyebabkan kantuk atau obat penenang
Ada beberapa penelitian yang menyebutkan korelasi antara penggunaan barbiturat selama kehamilan dengan kemungkinan terjadinya cacat lahir. Bayi bisa mengalami komplikasi pertumbuhan apabila terpapar barbiturat dalam jangka panjang selama di kandungan.Selain itu, bayi juga bisa terlahir dengan dependensi akan barbiturat serta mengalami gejala putus obat setelah lahir. Dalam uji laboratorium terhadap tikus, paparan barbiturat menyebabkan masalah perkembangan otak, utamanya berkaitan dengan pembelajaran, daya ingat, dan fungsi penting lainnya.

Bahaya putus obat barbiturat

Barbiturat termasuk obat yang berisiko karena dapat menyebabkan ketergantungan setelah dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Bahkan saat memutuskan berhenti mengonsumsi barbiturat secara mendadak, risikonya bisa mengakibatkan kematian.Beberapa gejala putus obat yang mungkin muncul seperti:
  • Mual dan muntah
  • Kram perut
  • Depresi, cemas berlebih, sulit beristirahat
  • Sulit tidur
  • Fokus bermasalah
  • Masalah pada jantung
  • Suhu tubuh meningkat
  • Kejang
  • Tremor
  • Halusinasi
  • Delirium
Bagi orang yang telah mengonsumsi obat barbiturat selama beberapa waktu dan memutuskan berhenti, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Jangan berhenti tiba-tiba, sangat disarankan dengan mengurangi dosis secara perlahan.

Apabila gejala putus obat barbiturat cukup serius, harus ada perawatan di rumah sakit hingga obat benar-benar sudah hilang dari tubuh. Umumnya, fase ini memerlukan waktu beberapa hari.Kini, barbiturat tidak lazim diresepkan karena risiko ketergantungan hingga overdosis yang mungkin muncul. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang overdosis barbiturat serta obat lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitmasalah tidurobat tidur
Healthline. https://www.healthline.com/health/barbiturates
Diakses pada 1 Oktober 2020
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/1425493/
Diakses pada 1 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/addiction/barbiturate-abuse
Diakses pada 1 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait