Kenali Apa itu Senyawa Organik Fenol dan Kegunaannya dalam Dunia Medis

(0)
21 Nov 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fenol adalah senyawa organik yang sebenarnya dapat berbahaya jika salah penggunaanSenyawa fenol sering digunakan sebagai antiseptik dalam tindakan bedah
Fenol adalah senyawa organik aromatik yang sangat umum digunakan dalam dunia medis dan kesehatan. Disebut juga dengan asam karbolat, senyawa organik ini dapat beracun dan berbahaya bagi tubuh. Namun, dalam dosis yang terbatas, fenol memiliki sejumlah kegunaan yang sangat bermanfaat dalam bidang kedokteran.Dalam bentuk murninya, fenol dapat berwarna putih atau mungkin tidak berwarna. Senyawa ini memiliki aroma nan khas yang mungkin mengingatkan Anda dengan ruangan yang steril seperti rumah sakit. Fenol juga terkandung dalam beragam senyawa tumbuhan. Senyawa tumbuhan yang mengandung fenol turut menawarkan manfaat bagi kesehatan.

Ragam kegunaan fenol dalam dunia medis dan kesehatan

Berikut ini ragam kegunaan fenol dalam praktik medis dan kesehatan:

1. Mengatasi tegang otot 

Fenol yang diinjeksikan ke otot telah digunakan oleh dokter untuk mengatasi kondisi yang disebut tegang otot (spastik otot). Kondisi ini terjadi ketika otak tidak dapat berkomunikasi secara normal dengan saraf dan sumsum tulang belakang. Konsumsi yang terganggu ini membuat otot menjadi kencang.Spastik otot dapat memengaruhi kehidupan penderitanya, termasuk mengganggu cara berbicara dan berjalan. Pemberian injeksi fenol akan membantu meredakan gejala tersebut dengan membatasi sinyal dari saraf yang memicu kontraksi otot.

2. Mengawetkan vaksin

Kegunaan fenol lainnya adalah mengawetkan beberapa jenis vaksin. Setidaknya, terdapat empat merek dagang vaksin yang menggunakan fenol sebagai pengawet, termasuk vaksin untuk pneumonia, meningitis, demam tifoid, cacar, dan polio. Fenol dapat mencegah agar bakteri tak mengontaminasi vaksin serta mencegah pertumbuhan mikroba tersebut.

3. Mencegah pertumbuhan kuku yang tidak normal

Dalam operasi cabut kuku atau matrixectomy, fenol umum digunakan oleh dokter dalam bentuk trichloroacetic acid (TCA). Senyawa ini biasanya digunakan untuk kasus cantengan berat (kuku yang tumbuh ke dalam) yang tidak merespons penanganan lain. TCA membantu mencegah agar cantengan pada pasien tidak kembali tumbuh.  

4. Berpotensi sebagai pereda nyeri

Obat-obatan yang berbahan fenol dalam dosis kecil, seperti semprotan tenggorokan maupun cairan antiseptik, dapat membantu meredakan nyeri dan iritasi di dalam atau sekitar mulut. Produk berbahan fenol juga terkadang digunakan meredakan gejala faringitis atau radang tenggorokan. Penggunaan fenol sebagai analgesik harus dilakukan hati-hati. Dokter biasanya tidak akan memperbolehkan pasien menggunakan fenol lebih dari dua hari untuk masalah mulut. 

5. Digunakan sebagai antiseptik 

Senyawa fenol terkandung dalam sabun karbol yang telah digunakan sebagai antiseptik dalam tindakan bedah sejak tahun 1867. Sabun karbol juga menjadi pilihan pembersih murah yang digunakan dalam transfer bantuan medis dari organisasi seperti palang merah untuk negara-negara yang membutuhkan.Seiring berjalannya waktu, kegunaan fenol murni sebagai antiseptik telah digantikan oleh senyawa turunannya. Salah satu senyawa tersebut yaitu n-hexylresorcinol yang terkandung dalam obat batuk. 

6. Digunakan dalam biologi molekuler

Kegunaan fenol juga merambah dalam bidang biologi molekuler, yakni cabang biologi yang mengkaji kehidupan dalam skala molekul yang sangat kecil. Cairan fenol bersama senyawa lain digunakan ahli untuk mengekstraksi DNA, RNA, atau protein, kemudian memisahkannya dalam bentuk murni. 

7. Membantu pengelupasan kulit 

Senyawa-senyawa turunan fenol memiliki kegunaan dalam perawatan kulit. Misalnya, selain digunakan dalam operasi cabut kuku, fenol dalam bentuk TCA juga digunakan dalam tindakan pengelupasan kulit. TCA dapat menembus lapisan kulit untuk menyingkirkan sel kulit yang rusak atau mati.

8. Mengawetkan makanan dan kosmetik

Tak hanya mengawetkan vaksin, kegunaan fenol lainnya adalah mengawetkan makanan dan kosmetik. Senyawa turunan fenol, yakni BHT atau butylated hydroxytoluene, umum digunakan sebagai pengawet dalam produk kosmetik dan makanan. Senyawa ini aman dikonsumsi dalam jumlah kecil walau beberapa perusahaan telah menghentikan penggunaannya. 

Manfaat fenol yang terkandung dalam tumbuhan

Fenol juga terkandung dalam beragam senyawa tumbuhan. Fenol dalam tumbuhan menawarkan manfaat kesehatan berikut ini:

1. Menangkal radikal bebas

Senyawa tumbuhan yang mengandung fenol memiliki sifat antioksidan. Artinya, senyawa tersebut dapat mengendalikan radikal bebas berlebih dan membantu mencegah kerusakan pada DNA. Konsumsi tumbuhan pada dasarnya juga sudah dikaitkan dengan manfaat kesehatan berkat beragam zat-zat antioksidan.Beberapa jenis antioksidan fenol dalam tumbuhan yaitu:
  • Bioflavonoid, yang terkandung dalam wine, teh, buah-buahan, dan sayuran
  • Tokoferol, termasuk vitamin E, yang terkandung dalam banyak buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran
  • Resveratrol, yang terkandung dalam buah-buahan, kacang-kacangan, dan red wine

2. Berpotensi mencegah kanker

Senyawa fenol dari tumbuhan juga berpotensi untuk mencegah kanker. Dalam sebuah studi pada hewan, dilaporkan bahwa diet tinggi fenol dari makanan membantu memperkuat sistem imun dan membuat sel lebih resisten terhadap kanker.Fenol juga dilaporkan dapat membuat sel kanker lebih responsif terhadap kemoterapi.

Catatan dari SehatQ

Fenol adalah senyawa organik yang sebenarnya dapat berbahaya jika salah penggunaan. Namun, pada dosis yang tepat dari dokter, fenol memberikan berbagai bermanfaat dan kegunaannya sangat beragam dalam praktik medis. Apabila masih memiliki pertanyaan terkait fenol dan kegunaannya, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya.
masalah ototantiseptikpereda nyerikuku
Environmental Health and Safety University of California Santa Cruz. https://ehs.ucsc.edu/lab-safety-manual/specialty-chemicals/phenol.html
Diakses pada 9 November 2020
Healthline. Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-phenol
Diakses pada 9 November 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21520702
Diakses pada 9 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait