Kembar Parasit: Apa Penyebabnya?

(0)
27 Jul 2020|Azelia Trifiana
Kembar parasit dapat membahayakan kondisi bayiKembar parasit terjadi ketika salah satu bayi kembar tidak berkembang
Kembar parasit adalah kondisi ketika salah satu dari bayi kembar identik berhenti berkembang saat dalam kandungan. Meski demikian, bayi ini masih melekat pada saudara kembarnya yang berkembang normal. Pada sebagian besar kasus, kembar parasit tidak tumbuh dengan optimal.Sementara pada kasus yang lebih jarang, jika kembar parasit lahir pun akan mengalami gangguan fungsi jantung atau otak. Kembar parasit tak memiliki organ selengkap bayi kembar yang lebih dominan.

Mengenal konsep kembar parasit

Ada banyak nama lain untuk kembar parasit dalam dunia medis, seperti abnormal twinning, asymmetric conjoined twins, fetus in fetu, dan juga vestigial twins. Kembar parasit terjadi cukup langka, kurang dari 1 kali di setiap 1 juta kelahiran. Itulah sebabnya penelitian terkait hal ini masih terus dikembangkan.Kembar identik berasal dari sel telur yang dibuahi kemudian membelah menjadi dua fetus. Terkadang, salah satu janin terserap saudara kembarnya pada tahap awal kehamilan. Akibatnya, terjadi kembar parasit sementara janin yang lebih dominan tetap berkembang dengan normal.

Penyebab kembar parasit

Ada banyak teori terkait hal ini, seperti kompromi vaskular hingga kecacatan dalam pembentukan janin. Namun, pemicu utama terjadinya kembar parasit masih belum benar-benar jelas.Salah satu hipotesis yang muncul adalah terbatasnya aliran pembuluh darah di rahim selama dalam kandungan.

Cara mendiagnosis kembar parasit

Hingga kini, kasus kehamilan kembar parasit tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda. Meski demikian, adanya kembar parasit bisa teridentifikasi selama proses kehamilan, lewat pemeriksaan seperti:
  • USG
  • CT scan
  • MRI
Namun perlu diingat mendeteksi kembar parasit tidak mudah meski telah dilakukan pemeriksaan di atas. Terkadang, kembar parasit tidak terlihat sehingga hanya tampak seperti kehamilan bayi tunggal.Ketika dokter mendeteksi adanya kembar parasit pun, perlu dilakukan fetal echocardiography atau pemeriksaan untuk mendeteksi apakah jantung janin bekerja dengan baik, utamanya pada kembar yang dominan.Ini bisa membantu mendeteksi adanya kembar parasit karena bayi dominan yang harus “menopang” kembar parasit akan mendapat tekanan pada kinerja jantungnya. Namun jika antenatal care tidak dilakukan, kembar parasit bisa sama sekali tak terdeteksi hingga persalinan tiba.Hingga kini, belum ada perawatan yang bisa diberikan kepada ibu hamil yang terdeteksi mengandung bayi kembar parasit. Namun, prosedur medis bisa diterapkan setelah persalinan.Pada kasus tahun 2004 lalu, kembar parasit teridentifikasi saat USG pada minggu ke-28 kehamilan. Janin kembar dominan tumbuh normal dengan dua tungkai parasit tampak dari tulang belakangnya. Berbeda dengan janin dominan yang bisa bergerak bebas, tidak ada pergerakan sama sekali pada tungkai janin parasit.Lewat identifikasi itu, dokter bisa membimbing orangtua mengelola kehamilan termasuk merencanakan persalinan dengan metode operasi C-section. Setelah bayi lahir, tungkai parasit dilepas lewat prosedur operasi tanpa komplikasi apapun.

Risiko kehamilan kembar parasit

Tujuan dari penanganan pada kasus kembar parasit adalah menjaga kesehatan bayi kembar dominan. Itulah sebabnya penting untuk menerapkan prosedur operasi terhadap janin kembar parasitnya.Jika tidak dilakukan operasi, bayi yang dominan bisa mengalami paralysis karena jaringan bayi kembar parasit tetap melekat pada tubuh bayi yang dominan. Lebih jauh lagi, tak menutup kemungkinan bayi dominan harus bekerja lebih keras karena paru-paru dan jantungnya menyokong kehidupan dua bayi. Ini adalah kondisi yang cukup berisiko.Kasus kembar parasit masih cukup langka. Itu sebabnya penelitian seputar hal ini masih terus dikembangkan. Tak menutup kemungkinan, di masa depan semakin jelas apa penyebab terjadinya kembar parasit dalam sebuah kehamilan.
perkembangan janinkehamilankehamilan bayi kembar
BMC Pregnancy Childbirth. https://bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2393-4-13
Diakses pada 10 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/parasitic-twin
Diakses pada 10 Juli 2020
Washington Post. https://www.washingtonpost.com/news/to-your-health/wp/2017/03/25/a-10-month-old-girl-had-a-parasitic-twin-protruding-from-her-back-until-surgeons-removed-it/
Diakses pada 10 Juli 2020
Live Science. https://www.livescience.com/58355-parasitic-twin-surgery.html
Diakses pada 10 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait