Anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang membutuhkan pertolongan lebih untuk mencapai potensi tumbuh kembangnya
Anak dengan sindrom Down adalah salah satu contoh anak berkebutuhan khusus

Anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang membutuhkan pertolongan lebih untuk mencapai potensi tumbuh kembangnya. Anak-anak ini mungkin mengalami keterlambatan pertumbuhan, kondisi medis tertentu, kondisi psikiatri, atau kelainan kongenital. Sindrom Down adalah salah satunya.

Sindrom Down adalah suatu kelainan genetik di mana terdapat tiga buah kromosom 21 (trisomi 21), yang seharusnya hanya ada dua. Kromosom mengandung ribuan gen. Gen adalah pembawa informasi yang menentukan sifat yang muncul pada seseorang. Pada sindrom Down, kromosom 21 tambahan ini menyebabkan keterlambatan dalam perkembangan fisik dan mental.

Perkembangan bicara dan bahasa anak dengan sindrom Down biasanya lebih lambat dibandingkan anak yang tidak mengalami sindrom ini. Hal ini menyebabkan ucapannya sering sulit dipahami. Anak dengan sindrom Down juga sering mengalami masalah perilaku, seperti kesulitan berkonsentrasi, perilaku obsesif-kompulsif, sifat yang keras, dan tantrum. Sebagian kecil anak, selain didiagnosis dengan sindrom Down, juga didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme. Kemampuan intelegensinya juga seringkali terganggu.

Meskipun termasuk anak berkebutuhan khusus, anak-anak dengan sindrom Down pada umumnya tetap dapat mengikuti program sekolah untuk mencapai potensi terbaiknya. Semakin cepat program dilakukan, semakin baik hasilnya.

Kemampuan Belajar

Anak dengan sindrom Down umumnya mampu mempelajari hal baru, walaupun dalam waktu yang lebih lama. Proses pembelajaran ini dilakukan dengan membagi hal yang dipelajari menjadi langkah-langkah yang lebih kecil dan sederhana. Pengulangan juga harus lebih banyak agar akhirnya kemampuan baru yang dipelajari bisa dikuasai.

Anak dengan sindrom Down akan mampu belajar terus hingga usia tua, membuat kemajuan yang perlahan, namun terus bertambah. Ketika masih kecil, kesenjangan kemampuannya dengan anak yang lain mungkin tidak terlalu berbeda. Tetapi setelah masuk usia remaja, kesenjangannya dengan bukan penyandang sindrom Down akan semakin tampak.

Transisi menuju kehidupan dewasa akan menjadi lebih sulit karena mengharuskan mereka untuk menguasai kemampuan yang dapat digunakan untuk bekerja, atau setidaknya untuk merawat diri sendiri. Jangan mengukur kesuksesan anak dengan sindrom Down lewat prestasi akademik, tetapi lewat bagaimana mereka dapat hidup dengan mandiri.

[[artikel-terkait]]

Intervensi Dini

Pada umumnya, anak dengan sindrom Down bisa mengikuti kegiatan pendidikan di taman bermain atau taman kanan-kanak, bersamaan dengan anak sebayanya. Dengan mengamati anak yang lain, mereka mampu belajar banyak.

Setiap aktivitas yang dilakukan oleh anak tanpa sindrom Down, juga dapat dilakukan oleh anak dengan sindrom Down tanpa pengecualian. Batasan perilaku dan tanggung jawab yang diharapkan dari mereka juga harus sama karena tidak ada perilaku khusus pada anak dengan sindrom Down.

Namun tentunya, pendekatan yang digunakan mungkin berbeda. Kesulitan berbahasa sering menyebabkan anak dengan sindrom Down kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya, dan berujung pada rasa frustrasi yang dapat diekspresikan dengan perilaku yang kurang baik atau tantrum. Penting bagi orangtua, pendamping, dan tenaga pendidik untuk melihat lebih jauh pesan apa yang ingin disampaikan di balik perilakunya.

Masa Sekolah

Dahulu, sekolah untuk anak dengan sindrom Down seringkali dibedakan, termasuk di Indonesia hingga saat ini. Namun, sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa anak dengan sindrom Down ternyata bisa berkembang dengan lebih baik jika bersekolah di sekolah biasa, bersama-sama dengan teman sebayanya.

Meski demikian, tidak semua sekolah bisa atau mau menampung anak-anak dengan sindrom Down. Untuk itu, perlu dipilih sekolah dengan iklim yang mendukung dan dapat memastikan keikutsertaan anak dalam pendidikannya.

Guru atau staf pengajar lainnya mungkin akan memerlukan alat bantu khusus untuk mendukung pembelajaran. Bagi teman-teman sebayanya, menghadapi teman yang merupakan anak berkebutuhan khusus dapat menjadi sarana untuk belajar menghadapi perbedaan, dan untuk mengerti kebutuhan orang lain.

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/what-are-special-needs-3106002

Diakses pada Juni 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/down-syndrome.html

Diakses pada Juni 2019

Genetics Home Reference. https://ghr.nlm.nih.gov/condition/down-syndrome

Diakses pada Juni 2019

Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/down-syndrome-and-learning

Diakses pada Juni 2019

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/DownSyndrome.html

Diakse pada Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed