Keluar Flek Coklat Saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

(0)
31 Aug 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Keluarnya flek coklat saat hamil seringkali tidak berbahayaKeluarnya flek coklat saat hamil bisa berbahaya bisa tidak
Keluarnya flek coklat saat hamil sebenarnya kondisi yang umum dialami ibu hamil. Pada banyak kasus, kondisi ini tidak menandakan bahaya. Namun bagi beberapa bumil, keluarnya flek coklat bisa mengindikasikan gangguan dari yang ringan hingga berat.Maka dari itu, ibu hamil perlu mengenali penyebab di balik kondisi tersebut. Jika memang dirasa mengkhawatirkan, Anda bisa langsung memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penyebab keluarnya flek coklat saat hamil

Pada banyak kasus, flek coklat yang muncul pada ibu hamil tidaklah berbahaya dan tidak banyak diketahui penyebabnya, terutama jika terjadi pada trimester pertama. Bahkan, satu dari empat orang ibu hamil pernah mengalami kondisi ini di tiga bulan pertama kehamilannya. Meski begitu, flek ini juga bisa menandakan beberapa kondisi, termasuk yang normal maupun berbahaya, seperti berikut ini.

1. Perdarahan implantasi

Flek berwarna coklat terang yang muncul di sekitar minggu ke-4 kehamilan, bisa menandakan perdarahan implantasi. Implantasi adalah proses penempelan sel telur yang telah dibuahi, ke dinding rahim.Saat sel telur tersebut menempel, maka lapisan dinding akan ada yang luruh dan keluar sebagai bercak darah, atau flek yang berwarna coklat maupun menyerupai merah muda. Karena itulah perdarahan implantasi sering dijadikan sebagai salah satu indikator terjadinya kehamilan.

2. Iritasi leher rahim

Selama hamil, leher rahim akan dialiri lebih banyak darah. Dengan begitu, bagian ini jadi akan lebih sensitif terhadap iritasi dan mudah mengalami perdarahan. Iritasi di leher rahim saat hamil dapat terjadi setelah Anda berhubungan seksual atau menjalani pemeriksaan leher rahim oleh dokter. Beberapa jenis infeksi juga bisa memicu iritasi yang berujung pada keluarnya flek coklat.

3. Polip rahim

Kenaikan hormon estrogen di tubuh selama kehamilan, bisa memicu terbentuknya polip di leher rahim atau polip serviks. Polip ini tidak berbahaya, tapi memang mudah berdarah, sehingga sering memicu munculnya flek coklat pada ibu hamil.

4. Kehamilan ektopik

Munculnya flek coklat saat hamil juga bisa jadi salah satu tanda kehamilan ektopik, tapi hal ini sangat jarang terjadi. Kehamilan ektopik muncul saat sel telur yang sudah dibuahi, justru berkembang di luar rahim, seperti di saluran tuba.Kondisi ini termasuk gangguan yang bisa membahayakan nyawa, sehingga waspada lah jika flek coklat yang keluar, disertai juga dengan gejala-gejala lain, seperti:
  • Sakit kepala parah
  • Sakit pundak
  • Pingsan
  • Sakit perut atau panggul di salah satu sisi yang timbul dan hilang
Segera periksakan kondisi Anda ke dokter apabila gejala-gejala tersebut muncul.

5. Keguguran

Flek coklat yang muncul saat hamil juga bisa menandakan keguguran apabila kemunculannya disertai:
  • Kram perut yang parah
  • Darah berwarna merah terang yang terjadi sesudahnya
  • Cairan dari vagina, seperti ketuban yang pecah
  • Sakit perut
  • Sakit punggung bagian bawah

6. Tanda-tanda persalinan

Keluarnya flek coklat saat usia kehamilan memasuki trimester akhir, bisa menandakan bahwa persalinan sudah dekat. Sebab, beberapa minggu atau hari sebelum persalinan, lendir atau mukus yang semula menutupi bukaan leher rahim, akan keluar.Selain muncul sebagai flek coklat, lendir ini juga bisa terlihat berwarna merah muda samar.

Penanganan flek coklat saat hamil

Saat menyadari ada flek coklat yang keluar selama kehamilan, tidak ada salahnya jika Anda segera menghubungi dokter untuk memeriksakan kondisi tersebut. Sebab, meski sebagian besar penyebabnya tidak berbahaya, masih ada kemungkinan kondisi ini menandakan adanya gangguan kehamilan, terutama jika terjadi di trimester kedua atau ketiga kehamilan. Jika flek yang keluar memang ternyata menandakan adanya gangguan, maka dokter akan melakukan langkah-langkah sesuai penyebabnya. Pada flek yang disebabkan oleh keguguran misalnya, dokter mungkin akan melakukan prosedur kuretase.Sementara itu, jika flek yang keluar tidak menandakan bahaya atau persalinan, maka dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan hal-hal di bawah ini, untuk menjaga kehamilan tetap sehat dan lancar.
  • Tirah baring (bed rest)
  • Tidak terlalu lama berdiri atau jalan, dan sering mengistirahatkan kaki
  • Membatasi kegiatan fisik
  • Mengangkat kaki dan menyandarkannya di atas bantal maupun penyangga lain sesering mungkin
  • Tidak mengangkat benda yang terlalu berat
Saat hamil, memang ada banyak perubahan di tubuh. Sebagian perubahan memang bisa menandakan bahaya. Namun sebagian besar tidak. Agar yakin, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan maupun bidan mengenai perubahan yang terjadi pada tubuh selama masa kehamilan.
trimester pertama kehamilanmasalah kehamilankehamilan ektopikflek kecoklatan
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-concerns/spotting-during-pregnancy/
Diakses pada 18 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pinkish-brown-discharge
Diakses pada 18 Agustus 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/brown-discharge/
Diakses pada 18 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait