Keluar Cairan Kuning dan Berbau Setelah Nifas, Apa Penyebabnya?


Keluar cairan kuning dan berbau setelah nifas bisa jadi menandakan adanya infeksi di area kelamin. Cara mengatasi hal tersebut adalah dengan menjaga kebersihan kelamin dan dubur sebaik mungkin.

(0)
Keluar cairan kuning dan berbau setelah nifas adalah salah satu tanda infeksi kelaminKeluar cairan kuning dan berbau setelah nifas bisa menjadi pertanda adanya infeksi kelamin
Keluar cairan kuning dan berbau setelah nifas dapat dialami oleh sebagian ibu selama masa nifasnya.Biasanya, darah nifas yang muncul akan tampak berwarna merah. Lantas, mengapa keluar cairan kuning dan berbau ini bisa muncul?

Penyebab cairan kuning dan berbau setelah nifas

Cairan berwarna kuning sebenarnya merupakan tahapan nifas terakhir
Cairan berwarna kuning sebenarnya merupakan tahapan nifas terakhir
Keluar cairan dari vagina selama masa nifas sebetulnya bukan fenomena yang asing.Namun, tergantung dari berapa lama Anda sudah menjalani nifas, cairan yang keluar mungkin memiliki perbedaan karakteristik dan warna.Menurut studi yang ditulis dalam buku Pregnancy and Childbirth: A Holistic Approach to Massage and Bodywork, di setiap tahapan nifas Anda dapat mengalami:
  • Lochia rubra: darah nifas yang berwarna merah gelap dan berlangsung selama 3 hingga 4 hari. Cairan yang keluar berupa darah segar yang bercampur sel
    pelapis rahim (sel desidua). Darah nifas ini berbau seperti darah menstruasi. 

  • Lochia serosa: berwarna pink kecokelatan yang keluar selama 5-6 hari. Lochia serosa mengandung darah merah, sel darah putih, bakteri-bakteri, serta organisme lainnya.

  • Lochia alba: cairan berwarna putih kekuningan yang muncul selama 10 hari sampai 4 minggu setelah melahirkan. Cairan ini banyak mengandung sel darah putih, lendir serviks, bakteri, serta organisme lainnya.
Bila Anda menemukan cairan kuning keluar setelah nifas, bisa jadi Anda berada pada fase lochia alba. Artinya, Anda sudah melewati fase nifas yang mengeluarkan darah segar.Namun, keluar cairan kuning dan berbau setelah nifas juga bisa menandakan Anda mengalami:
  • Fistula: yaitu saluran kecil di antara ujung usus dan kulit dekat anus. Hal ini terjadi akibat adanya infeksi di dekat anus sehingga jaringan di sekitarnya bernanah dan berbau.
  • Infeksi radang panggul: infeksi bakteri yang menyerang serviks, rahim, dan ovarium. Salah satu tandanya adalah keputihan yang berbau tidak sedap.
  • Penyakit menular seksual: seperti gonore, vaginosis bakteri, dan klamidia. Gejala dari ketiga penyakit ini adalah keluarnya lendir kekuningan yang bau amis. Biasanya, kondisi ini disebabkan karena berhubungan seksual yang tidak aman.

Cara mengatasi keluar cairan kuning dan berbau setelah nifas

Selalu praktikkan aktivitas seksual dengan aman agar terhindar dari infeksi
Selalu praktikkan aktivitas seksual dengan aman agar terhindar dari infeksi
Selama menjalani masa nifas, Anda dapat menjaga kebersihan kelamin Anda untuk mempercepat pemulihan area vagina setelah melahirkan.Inilah cara membersihkan kelamin wanita dengan tepat:
  • Selalu jaga vagina agar tetap kering dan bersih
  • Gunakan celana dalam berbahan katun
  • Selalu ganti pembalut setiap 4 jam
  • Cuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh alat kelamin
  • Jangan menggunakan celana ketat
  • Bersihkan kemaluan dari ke arah luar (dari kemaluan menuju anus) agar bakteri dari anus tidak terbawa ke kelamin.
  • Selalu praktikkan hubungan seks yang aman agar terhindar dari penyakit meular seksual.
Namun, jika cairan tersebut disebabkan oleh masalah pada organ reproduksi atau suatu infeksi, langkah pengobatan yang lebih spesifik mungkin dibutuhkan.Sebagai contoh jika penyebab keluar cairan kuning dan berbau adalah infeksi bakteri, obatnya adalah antibiotik yang diresepkan dokter.

Kapan harus ke dokter

Segera hubungi dokter kandungan bila keluar cairan kuning dan berbau setelah nifas ditandai kram perut tak tertahankan
Segera hubungi dokter kandungan bila keluar cairan kuning dan berbau setelah nifas ditandai kram perut tak tertahankan
Keluar cairan kuning dan berbau setelah nifas bisa jadi tanda bahaya masa nifas yang dapat mengancam kesehatan ibu.Bisa jadi hal tersebut merupakan tanda adanya infeksi di daerah kelamin dan sekitar anus. Sebab pada dasarnya, darah nifas yang normal tidak memunculkan bau busuk dan menyengat.Maka itu, segera ke dokter kandungan bila Anda mengalami:
  • Pendarahan berlebihan sehingga pembalut penuh kurang dari satu jam
  • Gumpalan darah besar
  • Pendarahan yang bau menyengat dan tidak sedap
  • Kram tak tertahankan
  • Pusing dan mual
  • Pandangan kabur kabur.
  • Demam atau menggigil
  • Lemas hingga pingsan
  • Detak jantung terasa sangat kencang.
Konsultasi ke dokter kandungan berguna agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat sehingga tidak menimbulkan risiko kesehatan lainnya.

Catatan SehatQ

Anda tidak perlu khawatir. Nifas lebih dari 40 hari merupakan hal yang normal asalkan tidak mengalami perdarahan berlebihan atau gejala-gejala tak biasa.Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai perawatan di rumah selama masa nifas, Anda juga bisa konsultasi gratis dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
melahirkanhamilkehamilaninfeksi bakteripendarahan pasca melahirkaninfeksi jamurinfeksi virusmasalah kehamilanibu hamil
Pregnancy and Childbirth: A Holistic Approach to Massage and Bodywork. https://www.sciencedirect.com/book/9780702030550/pregnancy-and-childbirth Diakses pada 19 Maret 2021NHS. https://www.nhs.uk/conditions/anal-fistula/ Diakses pada 19 Maret 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pelvic-inflammatory-disease/symptoms-causes/syc-20352594 Diakses pada 19 Maret 2021Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/std/chlamydia/stdfact-chlamydia.htm Diakses pada 19 Maret 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/gonorrhea Diakses pada 19 Maret 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bacterial-vaginosis/symptoms-causes/syc-20352279 Diakses pada 19 Maret 2021South Carolina Department of Health and Environmental Control. https://scdhec.gov/sites/default/files/Library/ML-005002.pdf Diakses pada 19 Maret 2021Ob-Gyn University of Colorado. https://obgyn.coloradowomenshealth.com/blog/lochia Diakses pada 19 Maret 2021National Childbirth Trust. https://www.nct.org.uk/life-parent/your-body-after-birth/bleeding-after-birth-10-things-you-need-know Diakses pada 19 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait