Fungsi Kelenjar Adrenal, Penghasil Hormon Stres Hingga Hormon Adrenalin

Kelenjar adrenal merupakan dua kelenjar kecil penghasil hormon yang terletak di atas ginjal
Terdapat dua kelenjar adrenal yang masing-masing terletak di atas ginjal

Saat kita dilanda stres atau merasa diri kita terancam, kita mungkin akan merasakan detak jantung yang meningkat dengan signifikan. Reaksi tersebut tak lepas dari peran kelenjar adrenal, yang menghasilkan hormon penting seperti hormon kortisol dan hormon adrenalin. Sudah pernah mendengar mengenai kelenjar adrenal?

Mengenal kelenjar adrenal dan hormon yang dihasilkannya

Kelenjar adrenal adalah dua kelenjar kecil yang menjadi bagian dari sistem endokrin atau sistem hormon. Sebagai bagian dari sistem hormon, kelenjar adrenal memang bertugas dalam menghasilkan hormon-hormon yang berperan penting untuk tubuh.

Kelenjar adrenal terletak di bagian atas masing-masing ginjal. Kelenjar-kelenjar ini dikendalikan oleh kelenjar pituitari atau kelenjar hipofisis yang terletak di bagian bawah otak. Kelenjar pituitari memerintahkan kelenjar adrenal terkait jumlah hormon yang perlu dilepaskan.

Apabila penyampaian sinyal terkait jumlah hormon terganggu, maka bisa memicu ketidakseimbangan hormonal di tubuh. Apabila kadarnya tak seimbang, berbagai gejala dan gangguan medis pun dapat terjadi.

Beberapa hormon yang dihasilkan kelenjar adrenalin

Kata ‘adrenal’ mungkin mengingatkan Anda dengan kata ‘adrenalin’. Memang benar, hormon adrenalin merupakan salah satu hormon yang dihasilkan kelenjar ini. Kelenjar adrenal juga menghasilkan hormon kortisol, noradrenalin, dan aldosteron. Berikut pembahasannya:

1. Hormon kortisol

Hormon kortisol atau hormon stres dihasilkan di lapisan adrenal luar (korteks). Kortisol berperan dalam mengendalikan reaksi kita terhadap stres. Kortisol juga berperan dalam kontrol metabolisme, gula darah, dan tekanan darah.

2. Hormon aldosteron

Hormon aldosteron juga dihasilkan di lapisan adrenal luar. Hormon ini memainkan peran dalam pengendalian tekanan darah dengan memelihara keseimbangan kalium dan natrium dalam tubuh.

3. Hormon adrenalin

Disebut juga hormon epinefrin, hormon adrenalin dihasilkan di lapisan adrenal dalam atau medula. Hormon adrenalin bekerja sama dengan hormon kortisol dan noradrenalin dalam mengatur reaksi tubuh terhadap stres. Hormon ini membuat detak jantung kita lebih cepat, aliran darah menjadi meningkat, dan merangsang tubuh untuk melepaskan gula menjadi energi.

4. Hormon noradrenalin

Hormon noradrenalin disebut juga dengan hormon norepinefrin. Hormon ini bekerja sama dengan hormon kortisol dan adrenal dalam mengatur reaksi tubuh terhadap kondisi stres. Hormon ini juga memengaruhi cara otak memperhatikan dan merespons berbagai peristiwa, seperti peningkatan detak jantung, memicu pelepasan glukosa ke dalam darah, dan meningkatkan aliran darah ke otot.

Penyakit yang mengganggu kelenjar adrenal

Seperti bagian tubuh lain, kelenjar adrenal juga bisa mengalami gangguan dan penyakit tertentu. Beberapa penyakit yang bisa menyerang kelenjar adrenal, yaitu:

1. Penyakit Addison

Penyakit Addison merupakan penyakit autoimun yang terjadi ketika kelenjar adrenal tidak menghasilkan hormon kortisol maupun aldosteron yang cukup. Penyakit Addison merupakan penyakit yang tergolong sebagai penyakit langka.

2. Sindrom Cushing

Layaknya penyakit Addison, sindrom Cushing juga merupakan gangguan medis yang langka. Penyakit ini terjadi ketika kelanjar adrenal menghasilkan terlalu banyak kortisol.

3. Pheochromocytoma

Pheochromocytoma terjadi ketika adanya tumor yang tumbuh di medula kelenjar adrenal. Tumor ini jarang menjelma menjadi kanker.

4. Kanker adrenal

Pada kondisi medis ini, tumor yang bersifat kanker muncul di kelenjar adrenal penderitanya. Biasanya, sel kanker tumbuh di bagian luar kelenjar adrenal.

5. Hiperplasia adrenal kongenital

Tubuh individu dengan hiperplasia adrenal kongenital memiliki kesulitan dalam memproduksi hormon-hormon adrenal. Penyakit bawaan ini juga bisa memengaruhi perkembangan organ genital pada pasien pria.

Gejala umum penyakit yang menyerang kelenjar adrenal

Apabila kelenjar adrenal mengalami gangguan, beberapa gejala umum yang mungkin dirasakan oleh penderitanya, yakni:

  • Pusing
  • Rasa lelah yang berlebihan
  • Berkeringat
  • Mual
  • Muntah
  • Naiknya keinginan untuk konsumsi garam
  • Gula darah rendah
  • Tekanan darah rendah atau hipotensi
  • Menstruasi tidak teratur
  • Bercak gelap pada kulit
  • Nyeri otot dan sendi
  • Kenaikan atau penurunan berat badan

Penting untuk diingat bahwa gejala gangguan pada kelenjar adrenal cenderung mudah diabaikan pada awalnya. Seiring waktu, gejala tersebut dapat memburuk dan frekuensinya pun akan meningkat.

Jika Anda mengalami salah satu dari masalah kesehatan di atas yang terjadi berulang kali, Anda disarankan untuk segera menemui dokter.

Bagaimana dokter menangani gangguan pada kelenjar adrenal?

Apabila dokter mendiagnosis bahwa kelenjar adrenal pasien bermasalah, ada beberapa pilihan penanganan yang mungkin akan ditawarkan.

Misalnya, dokter bisa melakukan terapi pergantian hormon apabila Anda mengalami penurunan fungsi kelenjar adrenal (seperti yang dipicu oleh penyakit Addison). Apabila kelenjar adrenal terlalu banyak menghasilkan hormon, dokter mungkin akan menganjurkan untuk terapi radiasi.

Tindakan bedah juga bisa dilakukan dokter apabila ada kondisi tertentu yang mengharuskannya, seperti:

  • Terdapat tumor ganas yang bisa diangkat
  • Memiliki tumor pada kelenjar adrenalin atau hipofisis
  • Kegagalan dalam menjalani terapi penekan hormon

Catatan dari SehatQ

Kelenjar adrenal dan hormon yang dihasilkannya amatlah vital untuk keberlangsungan hidup. Dan seperti bagian tubuh lain, kelenjar adrenal juga bisa mengalami gangguan tertentu. Selalu temui dokter apabila Anda mengalami gejala tertentu yang terus-menerus terjadi.

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/norepinephrine/guide
Diakses pada 20 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/adrenal-cancer
Diakses pada 20 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/adrenal-glands
Diakses pada 20 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/adrenaline-rush
Diakses pada 20 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/epinephrine-vs-norepinephrine
Diakses pada 20 Februari 2020

Artikel Terkait