Picu Bau Mulut dan Naiknya Berat Badan, Ini Akibat Tubuh Kelebihan Protein

Kelebihan protein dapat menimbulkan beberapa akibat dan dampak, termasuk naiknya berat badan
Salah satu dampak kelebihan protein adalah naiknya berat badan

Fungsi protein sebagai zat gizi makro memang sangat vital bagi tubuh, mulai dari pertumbuhan jaringan dan memberikan struktur. Hanya saja, kelebihan protein sebenarnya juga menyebabkan beberapa efek yang tidak menyenangkan. Bahkan, risiko penyakit juga dapat meningkat.

Beberapa Akibat Kelebihan Protein yang Patut Diwaspadai

Beberapa orang berisiko mengalami kelebihan protein, terutama yang tengah menjalani diet tertentu (seperti diet Atkins). Kenali beberapa akibat jika Anda terlalu berlebihan dalam konsumsi protein:

1. Naiknya berat badan

Terlalu banyak protein yang masuk ke tubuh akan tersimpan sebagai lemak. Hal ini akan memicu naiknya bobot dan kegemukan. Jadi ternyata, tak hanya kelebihan lemak dan gula yang menyebabkan seseorang menjadi kegemukan.

2. Bau mulut

Bau mulut akibat kelebihan protein
Diet terlalu tinggi protein ternyata bisa picu bau mulut

Kelebihan protein yang disertai dengan kurangnya asupan karbohidrat akan memicu bau mulut. Hal ini diperkirakan ahli terjadi sebagai efek dari ketosis, atau proses ketika tubuh menghasilkan zat kimia yang memiliki bau tak sedap.

3. Sembelit

Studi telah menemukan, beberapa individu yang mengonsumsi protein berlebihan mengalami konstipasi atau sembelit. Sebab biasanya, diet tinggi protein berpengaruh terhadap kurangnya kecukupan serat.

Pastikan Anda senantiasa mencukupi kebutuhan serat dan air untuk mencegah konstipasi, termasuk saat memulai diet tinggi protein.

Selain sembelit, masalah pencernaan lain yang dapat terjadi karena konsumsi protein berlebihan yakni diare, terutama jika protein yang Anda konsumsi berasal dari makanan olahan.

4. Kerusakan ginjal

Tingginya konsumsi protein dalam memicu gangguan ginjal pada orang yang sebelumnya sudah memiliki masalah pada organ ini. Hal ini terjadi, ginjal akan bekerja lebih keras untuk mengeluarkan produk metabolisme protein.

5. Dehidrasi

Risiko dehidrasi juga dapat terjadi jika tubuh kelebihan protein. Sebab, kelebihan protein berarti tingginya level nitrogen di tubuh. Jumlah nitrogen yang berlebih ini akan dikeluarkan tubuh menggunakan cairan dan air.

Digunakannya air untuk menyingkirkan nitrogen berlebih tersebut dapat memicu dehidrasi, walau Anda tak haus sedikit pun.

6. Meningkatkan risiko kanker

Beberapa penelitian menemukan, konsumsi tinggi protein terutama dari daging merah dan daging berproses dapat meningkatkan risiko kanker. Jenis kanker tersebut termasuk kanker usus besar, payudara, dan prostat.

Diperkirakan, efek ini terjadi karena adanya senyawa karsinogenik dan lemak di dalam daging merah.

7. Penyakit jantung

Terlalu banyak mengonsumsi protein dari daging merah dan produk susu tinggi lemak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Efek negatif ini dapat terjadi karena kedua kelompok makanan tersebut mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi.

Sebuah studi yang dimuat dalam European Heart Journal juga mengungkapkan, konsumsi daging merah jangka panjang sebenarnya meningkatkan kadar trimethylamine N-oxide (TMAO). TMAO adalah senyawa di pencernaan yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung.

Berapa rekomendasi asupan protein harian?

Sebenarnya, asupan protein yang diperbolehkan dapat berbeda bagi tiap-tiap individu. Faktor pembeda tersebut dapat dipengaruhi usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, hingga kondisi kesehatan.

Untuk orang dewasa, para ahli menyarankan bahwa 2 kilogram per berat badan dalam 1 hari cukup untuk tidak memberikan efek jangka panjang. Namun bagi beberapa individu, seperti atlet, bisa mengonsumsinya dalam asupan yang lebih tinggi.

Sumber protein yang menyehatkan

Saat mencari sumber protein yang tinggi, tentu Anda sangat disarankan untuk memilih jenis makanan yang sehat. Hal ini dapat membantu menurunkan risiko kelebihan protein di atas.

Beberapa jenis sumber protein yang menyehatkan, yaitu:

  • Daging tanpa lemak dan unggas
  • Ikan
  • Telur ayam
  • Susu organik
  • Polong-polongan
  • Biji-bijian
telur sumber protein sehat
Telur ayam merupakan salah satu sumber protein yang menyehatkan

Anda sangat dianjurkan untuk menghindari daging berlemak tinggi, serta sumber protein goreng atau olahan.

Perlukah menemui dokter terkait diet tinggi protein?

Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, sebelum memulai diet apa pun. Saran ini juga perlu diingat, jika Anda tengah menderita atau memiliki riwayat penyakit.
Dokter dapat membantu menjelaskan baik buruknya diet yang ingin Anda lakukan, termasuk diet yang tinggi protein.

Healthline. https://www.healthline.com/health/too-much-protein
Diakses pada 6 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/functions-of-protein
Diakses pada 6 Januari 2020

Oxford University Press. https://academic.oup.com/eurheartj/article-abstract/40/7/583/5232723?redirectedFrom=fulltext
Diakses pada 6 Januari 2020

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed